Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Semakin tidak mengerti


__ADS_3

Geffrey hanya diam saat tahu sahabat itu baru saja melihat apa yang membuat nya marah, bahkan mengemudi mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Kini bukan hari dia yang merasa marah tapi juga Albert yang seperti berapi-api ingin menyeret mereka bertiga dari sana, bahkan mungkin dia tidak akan pernah lagi mengizinkan dua istri nya itu untuk keluar dari rumah tanpa dirinya.


Saat ini mereka sudah sampai di sana, langsung turun dari mobil yang telah di parkir rapi oleh Geffrey, mereka berjalan menuju tempat mobil yang tadi di gunakan oleh istrinya itu.


Dan ternyata kedua asisten pribadi mereka sudah ada di samping mobil yang kosong tanpa penghuni, mereka mempercepat langkah kaki nya, tidak sabar dengan apa yang akan di sampaikan oleh kedua nya.


"Tuan" panggil mereka secara bersamaan saat tuannya itu sudah berada di dekat mereka.


"Bagaimana?"


"Saya sudah mencari tahu sejak tadi, tapi hari ini tidak ada satu pun kapal pesiar yang meninggalkan pelabuhan Tuan" jawab Johan yang tadi sempat di hubungi oleh Lucas bahwa keadaan berada di luar kendali.


Johan yg tadi nya sedang menikmati makanan yang lain itu pun langsung membebaskan nya tanpa melanjutkan kegiatan nya, bahkan teriak dari seseorang yang menjadi partner nya itu tidak dia hiraukan lagi saat terus-terusan memanggil nama nya.


Ting


Wanita itu pun meraih ponsel nya yang ternyata surat dari bank yang memberitahukan bahwa Saldo di rekeningnya bertambah.


Dan itu membuat nya tersenyum senang, dia tidak perlu bersusah payah hari ini tapi uang masuk begitu saja ke rekening pribadi nya.


"Bagaimana bisa?" tanya Geffrey


"Coba hubungin nomor Nyonya, Tuan" pinta Johan tanpa memperdulikan ucapan Tuan nya itu.


Albert melakukan apa yang di perintahkan oleh asisten pribadi nya itu, tapi lagi-lagi nomor istrinya itu tidak bisa di hubungi.


"Coba lihat ponsel nya Tuan" kata Lucas pada Albert, dan Albert pun memberikan nya.

__ADS_1


Dengan cepat Lucas mengotak-atik ponsel milik Albert, setelah beberapa saat dia memasukkan beberapa kode angka di sana, panggilan itu pun terhubung dan Agatha lah yang menjawab nya.


"Mau apa?"


"Kamu di mana sayang?" tanya Geffrey yang bisa bernafas lega saat mendengar suara istrinya itu.


"Untuk apa menanyakan aku di mana, lebih baik urusan saja istri-istri mu yang lain,"


"Apa maksud nya, istriku hanya kamu, aku tidak punya istri lain"


Di ujung telepon Agatha menyunggingkan senyum saat tahu bahwa suaminya itu masih bisa berakting seperti biasa nya, seperti pria paling setia di muka bumi ini.


Padahal di sudah tahu semua kelakuan nya, di tambah lagi sikap kedua asisten nya itu yang tidak manusiawi tadi, mengingat itu semua darah nya kembali mendidih apa lagi saat mendengar suara Albert di sana.


"Tha kamu di mana, katakan pada ku aku akan menjemputmu jika tidak ingin Geffrey yang menjemput mu"


"Aku tidak akan pernah kembali pada kalian berdua, para manusia yang sama sekali tidak punya hati, aku muak dengan wajah kalian semua, aku muak"


"Aku dan mereka tidak lagi membutuhkan kalian yang tidak pernah cukup dengan satu wanita, dan kau, ku kira setelah menikah dengan putri ku kamu tidak akan melihat lagi wanita di luar sana tapi ternyata aku salah, yang lebih mengerikan lagi kau menjadi kan putri ku istri ke empat mu sialan"


"Apa, istri ke empat jangan asal bicara kamu Agatha, aku tidak punya istri lain selain sahabat dan putri mu itu"


"Terus saja membual kami tidak akan percaya lagi dengan mulut buaya kalian itu, sekarang pergi urus istri dan anak mu yang ingin menikah itu"


"Jangan hiraukan kami, kalian tinggal menunggu surat gugatan dari kami bertiga"


"Aku tidak akan pernah menandatangani nya" ucap Geffrey dengan suara dingin nya.


"Kenapa tidak mau bukan kan setelah itu kamu bisa menikmati hari mu dengan berganti ribuan wanita setiap hari nya"

__ADS_1


"Jangan bicara omong kosong AGATHA CHARLOTTE, cepat pulang atau aku menyeret mu kembali"


"Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan, tapi satu yang kamu harus ingat bahwa kehancuran kalian akan segera tiba, dan saat itu terjadi jangan pernah mencari kami atau mengemis bantuan"


"Tha katakan dia mana kalian, aku sungguh tidak sanggup jika harus berpisah dengan Maria?"


"Kau ini lucu sekali Albert Hamilton, kau sendiri yang meminta pada asisten pribadi mu agar mengusir kamu dari kehidupan kalian dana sekarang kamu meminta kami kembali"


Albert menatap tajam pada Lucas setelah mendengar apa yang di katakan oleh sahabatnya itu, dia sama sekali tidak pernah memberikan perintah pada Lucas untuk mengatakan hal itu.


Sedangkan Lucas yang di tatap seperti itu tentu saja langsung mengeluarkan keringat dingin nya di sana, dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan nyonya nya itu, lalu di mana dia mengatakan hal mengerikan seperti itu.


"Kau tahu akibat ulah kedua asisten kalian itu sahabat dan putri ku harus dirawat di ruang sakit, kalau sampai terjadi apa-apa pada mereka, aku akan menuntut balas yang jauh lebih mengerikan pada istri dan anakmu"


"Sejak kapan kamu pandai mengarang cerita, kamu bilang kalau kalian di rumah sakit, sungguh drama yang kalian main kan kurang rapi dan teliti" ucap Geffrey yang merasa di permainkan oleh istrinya.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak yang pasti aku tidak akan pernah kembali pada pria tak memiliki hati seperti kalian"


"Memang pada kenyataannya aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan belum satu jam yang lalu kau mengirimkan banyak foto dan video kalian yang tengah berada di kerumunan para laki-laki yang dengan bebas menjamahnya tubuh hampir telanjang kalian"


"Lalu kau berdrama sedang di rumah sakit, sungguh akting yang luar biasa"


Tut


Tut


Geffrey yang tidak lagi bisa menahan emosi nya itu langsung mengakhiri panggilan itu, dia tidak terima di tuduh melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.


Sementara Agatha yang kini berada di atas sebuah kapal yang membawa nya pergi ke tempat yang tidak pernah orang lain tahu itu pun terus memandangi wajah kedua orang yang kini tengah tertidur di atas ranjang.

__ADS_1


Dia tadi meminta bantuan pada seseorang untuk membantu nya pergi dari sini, setelah menceritakan tentang semua yang terjadi.


"Tenang lah semua akan baik-baik saja"


__ADS_2