
Hari terus berganti.
rencana pernikahan akan di langsung kan tiga hari lagi, dan malam nanti adalah malam di mana akan di adakan acara pertunangan di rumah Geffrey.
Dekorasi sudah tertata rapi di di halaman belakangnya, tema outdoor yang di pilih Agatha sangat memukau, warna putih yang di padu padan kan dengan warna hijau memberikan kesan asri dan juga segar.
Terkesan alami dan menyatu dengan alam itulah tema yang di pilih Agatha untuk acara pertunangan putri nya itu.
Diana terkesan acuh dengan pertunangan nya, dia sama sekali tidak terlibat apa pun dalam persiapan pertunangan ini atau pun pernikahan nya nanti.
Semua nya terserah para orang tua itu, dia dan Kelvin sama enggan untuk berkomentar atau pun mengatakan keinginan mereka mengenai konsep pernikahan, sovenir dan apa pun yang berhubungan dengan pernikahan mereka.
Mereka sama-sama tidak menginginkan pernikahan ini tapi mereka juga tidak mau menentang apa pun yang di lakukan oleh kedua keluarga itu.
Hanya gaun pengantin saja Diana mau memiliki nya sendiri dan itu hasil rancangan nya sendiri yang sejak lama dia buat untuk hari bahagianya.
Kini mereka semua sudah berkumpul di sana, tak tanggung-tanggung hantaran yang di bawah oleh keluarga besar Albert terlihat memenuhi ruangan yang ada di sana
__ADS_1
Geffrey tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh calon besan nya itu, dia hanya melirik tajam pada sahabat nya itu, bisa-bisanya dia membawa hantaran yang begitu banyak, dia ini berniat untuk melamar putri nya atau mau memindahkan mall ke dalam rumah nya.
Iring-iringan serah terima hantaran yang ternyata ada 50 box itu kini telah berakhir dan kini tiba acara yang sejak tadi mereka nantikan.
tukar cincin adalah puncak dari acara malam hari ini, kedua anak manusia yang tidak saling mencintai itu terpaksa melakukan hal tersebut, mesti tidak ada cinta di antara keduanya.
Baik Kelvin ataupun Diana mereka tidak lagi bisa mengelak dari perjodohan yang sudah di rancang oleh kedua keluarga itu.
kedua cincin itu kini telah terpasang sempurna di jari manis Kelvin dan Diana, mereka mengalah, mereka menekan ego nya yang masih saja berat menerima semua kenyataan yang ada.
Tepuk tangan terdengar begitu riuh saat mereka memamerkan cincin yang telah menghiasi jemari mereka, senyum dari semua yang hadir di sana seakan mengejek mereka yang sebenarnya tidak bahagia sama sekali.
Kelvin dan Diana memaksakan senyum terbaik nya saat mereka semua mengucapkan selamat pada mereka berdua kini semua orang tengah menikmati makanan yang ada di sana.
__ADS_1
Geffrey dan Albert menghampiri keduanya, yang masih menyalami anggota keluarga yang lain sampai sudah tidak ada orang lagi di sana.
"Papa!"
"Sayang bagaimana apa kamu bahagia?" tanya Geffrey walaupun sebenarnya dia tahu bahwa putrinya itu terpaksa melakukan semua itu.
"Papa tenang saja, aku baik-baik saja lagi pula mungkin ini sudah menjadi takdir aku dan Kelvin"
" Bagus lah kalau begitu!"
" Jaga putri kesayangan ku awas saja jika kau membuatnya menangis atau bersedih karenamu maka kamu akan berhadapan dengan ku!"
"Dih, sebenarnya yang anak papa itu aku atau Diana?"
" Dia putri ku dan aku tidak ingin kau menyakiti nya!"kata Albert lagi
"kamu dengar Di, aku bahkan tidak punya tempat di hati orang tua kandung ku sendiri!"
"Kamu tetap jagoan Om!" ucap Geffrey membesarkan hati Kelvin di sana.
"Kamu ambil saja papa ku, aku masih punya mama dan Tante Maria!" jawab nya yang enggan menanggapi Albert di sana.
Suara Albert tenggelam, karena Diana yang tiba-tiba berteriak memanggil seseorang yang membuat Kelvin terkesiap, sedangkan orang yang di panggil Diana itu hanya diam di tempat nya.
***Kira-kira siapa dia dan apa hubungannya dengan calon pengantin itu.
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya di part selanjutnya yaaa 👋👋👋***