Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Makan siang


__ADS_3

"Rupa nya di belum juga move on dari cinta masa lalu nya!"


"Aku rasa tidak, jika dia hanya menginginkan aku dia bisa kan mendekat ke arah ku dengan cara j4l4n9 nya itu!"


"Kau benar Al, aku sudah menyuruh Johan untuk mengirim orang yang mengawasi setiap aktivitas nya!"


"Juga kedua orang itu?"


"Siapa!"


"Kenapa sekarang kau jadi lemot seperti ini Al?"


"Katakan saja tidak perlu mengatakan omong kosong!"


"Aku merasa curiga juga pada kedua mantan mu itu, terlebih pada Rosaline dan juga Sandra!"


"Kenapa Rosaline?"


"Sungguh Al aku benar-benar ingin menenggelamkan mu di lautan agar aku tidak lagi punya sahabat seperti mu!"


Tok


Tok


Tok


"Masuk!"


"Tuan ini salinan yang ada minta!"


"Keluar lah!"


"Permisi Tuan"


"Apa itu Al!"


"Diam lah!"


Albert membaca laporan yang tadi di a minta dari Lucas sebelum masuk ke dalam ruang kerja Geffrey, setelah dia membacanya dia memberikan nya pada Geffrey yang tengah memperhatikan nya.


"Baca!"


Geffrey mengambil nya dan melakukan hal yang sama dengan apa di lakukan oleh Albert, kini wajah Geffrey tampak begitu geram saat tahu bahwa target utama nya adalah kehancuran nya.


"Sudah ku duga, ini bukan hanya tentang masa lalu tapi juga tentang kelangsungan perusahaan!"


"Mereka cukup pandai membuat permainan!"


"Tapi kita harus lebih pintar lagi menghadapi mereka!"


Tut


Tut


"Hallo Tuan"


"Apa Lucas bersama mu?"

__ADS_1


"Tidak Tuan, dia sepertinya ada di depan bersama Flora!"


Geffrey mengerutkan saat mendengar ucapan dari Johan mengenai Lucas yang bersama dengan sekretaris pribadinya.


"Datang ke ruangan ku dan bawa Lucas bersama mu!"


"Baik Tuan"


"Ada apa?" tanya Albert saat melihat mertuanya itu memijat pangkal hidung nya.


"Jawab sialan, Kenapa menanyakan Lucas pada,,,,,!"


"Masuk"


"Coba tanyakan pada Asisten mu itu apa yang baru saja dia lakukan?"


Albert menatap tajam pada Lucas yang berdiri di samping nya, sedangkan Lucas yang di tetap seperti itu menjadikannya salah tingkah.


" Tidak ada apa-apa Tuan, saya hanya membantu Flora!"


"Sejak kapan kau peduli pada orang lain,!"


Lucas diam saja saat dia mendapatkan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawaban nya.


" Duduk lah kita bahas masalah ini!"


Tanpa menunggu perintah dua kali mereka langsung duduk mengambil posisi di samping atasannya masing-masing.


...****************...


Sementara di butik Diana tengah kedatangan tamu yang ingin memesan baju pengantin yang sangat mewah.


Diana tidak menemukan kejanggalan dia awal tapi saat dia menanyakan tentang ukuran calon pengantin wanita pria itu malah memberikan jawaban yang tidak bisa di cerna dengan baik oleh nya.


"Maaf Tuan tapi saya tidak bisa melakukan nya, bagaimana kalau besok saja anda kembali ke sini saja"


"Tidak perlu Nona, saya rasa bisa menggunakan ukuran nona untuk membuat rancang gaun pengantin kami!"


"Tapi Tuan----!"


"Tidak perlu tapi nona saya akan membayar lebih dari harga normal!"


"Bukan seperti itu hanya saja takut tidak nyaman nanti saat mengenakan nya!"


"Tidak, saya yakin bahwa bentuk tubuh kalian berdua sama!"


"Baik lah, kalau begitu saya akan membuatnya sama persis dengan apa yang ada inginkan!"


"Terimakasih Nona, sebagai rasa terima kasih ku bagaimana kalau kita makan siang bersama untuk merayakan kerja sama kita!"


"Maaf Tuan saya ada janji makan siang bersama suami saya, mungkin sebentar lagi dia datang"


"Baiklah saya mengerti, namun saya berharap besok atau lusa kita bisa makan siang atau makan malam bersama!"


"Saya usahakan Tuan!"


"Kalau begitu saya permisi dulu, senang bekerja sama dengan anda Nona cantik!" ucap pria yang tadi menyebutkan nama nya sebagai Andreas.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu lagi Andreas langsung keluar dari sana dan pergi meninggalkan butik milik wanita yang secara diam-diam dia cintai itu.


Tepat pada saat Andreas meninggalkan butik mobil yang di kendarai Albert sudah terparkir rapi di sana, dia langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam ruang kerja istri muda nya itu.


Ceklek.


"Honey"


"Kamu sudah datang hubby, sebentar aku akan menyelesaikan ini dulu!"


"Apa itu?"


"Rancangan gaun pengantin, lihat sangat indah bukan!"


"Gaun pengantin mu jauh lebih cantik dari ini!"


Cup.


Diana tersenyum saat mendapatkan ciuman dari suaminya itu.


"Kita makan siang di rumah saja, aku tidak ingin ada kesalahpahaman, tadi pagi aku sudah sarapan dengan mu dan sekarang ayo kita pulang dan makan di rumah bersama kakak mu!"


Diana melanjutkan pekerjaan nya tanpa menghiraukan suaminya yang sedang memainkan rambut panjangnya, Albert menggulung lalu merapikan lagi rambut Diana yang tergerai itu.


Diana yang awal nya risih menjadi terbiasa dengan ulah tangan suaminya itu, dia tetap melanjutkan pekerjaan nya.


Dia yang tengah menyelesaikan pekerjaan nya itu merasa terganggu saat Albert terus saja memainkan rambutnya hingga rambutnya itu kusut di buat nya.


"Hubby hentikan, kamu membuat rambut ku rusak!" gerutu nya saat suaminya.


Albert hanya tersenyum saat melihat wajah kesal dari istri nya itu, tapi bukannya berhenti Albert malah semakin bersemangat menggulung rambut istri muda nya.


Entah punya keberanian dari mana Diana yang sejak tadi sudah tidak bisa memfokuskan pikiran pada pekerjaan nya itu langsung berdiri dan menghisap bibir Albert di sana.


Albert sedikit terkejut saat mendapatkan serangan dadakan dari istri muda nya itu, dia sama sekali tidak menyangka kalau Diana akan seberani ini mencium nya.


Dengan cepat dia mengendalikan dirinya, dan membalas ciuman dari istri nya itu, keduanya larut dalam cumbuan yang seakan tidak ada habis nya.


Mereka saling membelit satu sama lain, cukup pandai Diana mengimbangi Albert dalam perkara yang satu ini mengingatkan dia yang masih serupa anak bayi jika berbanding dengan Albert yang sudah bisa di katakan legend.


Pagutan mereka terlepas saat pasokan oksigen di paru-paru Diana seakan habis akibat ulah mereka itu, kini mereka saling menatap satu sama lain, tatapan yang menyiratkan makna yang secara otomatis mereka pahami.


Albert kembali mendekatkan wajahnya ke bibir ramun milik Diana, bibir yang kini menjadi candu kedua itu, sungguh saat manis saat di sesap oleh nya.


Mereka pun mengulang kembali apa yang tadi sempat istirahatkan, kini pagutan itu semakin dalam saat tangan Albert menarik pinggang ramping milik Diana.


Bahkan tangan itu tidak lagi bisa diam dia bergerak naik turun seirama dengan cecapan di rongga mulut mereka, cuaca panas bertambah panas akibat gesekan yang mereka ciptakan, mereka berdua lupa kalau ada seseorang yang sedang menunggu mereka untuk makan siang bersama.


Mereka malah semakin jauh menyelami dasar yang harus nya tidak mereka lakukan saat ini, saat seorang yang sedang kecewa dengan keadaannya itu kian merasa bahwa dia tidak lagi di inginkan.


Itu lah dasarnya wanita mereka bisa mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, tapi dalam hati tidak ada yang tahu apa yang mereka rasakan dan mereka ingin kan.


Ting


Maria tersenyum kecut saat mendapati pesan yang di kirim dari supir yang tadi bersama suami.


Apa yang dia pikirkan benar ada nya bahwa suaminya itu kini sedang menikmati makan siang yang lain bersama madu nya.

__ADS_1


Tes


__ADS_2