
Mobil yang di tumpangi Albert itu bertabrakan dengan mobil dari arah yang berlawanan, bukan karena Lucas yang tidak berkonsentrasi dalam mengemudi tapi karena mobil di depan nya itu secara sengaja menabrak mobil milik nya.
Membuat mobil itu mengeluarkan asap dari bagian depan mobil, sial nya lagi pintu mobil mendadak tidak bisa di buka, membuat ke tiga orang itu panik.
Duuuuaaaarrrr.
"Papa"
Ucap Kelvin yang kini berada di depan mobil yang dia tumpangi dengan Geffrey tadi, dia memilih satu mobil dengan Geffrey karena dia merasa sungkan pada pap nya itu.
Bukan seharusnya dia itu sungkan pada Geffrey tapi kenapa ini justru ke balikan nya, entah lah biar saja dia melakukan apa yang ingin di lakukan nya.
Sedangkan Geffrey dia diam tanpa kata, pandangan matanya menatap nanar pada mobil yang kini di lalapan oleh api tersebut.
Apa yang akan di katakan pada putri nya yang tengah hamil itu tentang keadaan suaminya, begitu juga pada sahabat nya sendiri yang pasti akan sangat terpukul jika mengetahui bahwa suami tercinta nya itu kini tidak lagi berada di alam yang sama dengan mereka.
Geffrey merutuki ucapan Albert yang mengatakan Diana akan menjadi janda muda tadi lalu saat ini semesta mengabulkan ucapan itu kontan, bahkan cucu nya yang baru sebiji kacang hijau itu harus lahir tanpa melihat wajah pembuat nya.
"Om, papa Om"
"Cepat hubungi pemandangan kebakaran, Johan"
"Sudah Tuan mereka sedang menuju kemari saat ini"
Uhuk-uhuk.
Geffrey menajamkan pendengarannya saat mendengar suara dari arah mobil yang terbakar, dia melihat sekelebat bayangan orang yang tengah membungkuk di sana.
Tanpa pikir panjang Geffrey berjalan mendekat ke arah bayangan orang tersebut.
"Om mau jangan mendekat bahaya Om"
"Tuan, berhenti jangan melakukan hal konyol Tuan"
Geffrey tidak menghiraukan nya sama sekali dia tetap berjalan mendekati orang tersebut.
Saat dia sudah berada di sana, dia langsung membawanya menjauh dari kepulan asap, Geffrey meletakan nya cukup jauh dari mobil yang kemungkinan masih akan meledak kembali itu.
"Kakak"
__ADS_1
"Toloooong Papaaaa, Ooom dia ada di sana"
"Johan bawa dia ke rumah sakit"
"Baik Tuan"
Geffrey kembali ke sana meski di tahan oleh Kelvin, dia tidak akan membiarkan sahabat nya itu berjuang sendirian jika memang dia membutuhkan bantuan nya, dia akan lakukan apa pun itu agar mereka tetap bisa bersama.
Mobil pemadam kebakaran sudah sampai di sana dan langsung berusaha memadamkan api, sedangkan Geffrey tetap mencari di mana keberadaan Albert.
Cukup lama dia mencari di sana tapi dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda Albert bisa keluar dari mobil nya.
Harapan nya melihat sahabatnya itu kini pupus sudah, apa ini akhir dari segalanya, kehancuran nya semakin nyata di depan mata saat salah satu dari mereka pergi.
Geffrey terduduk di bantaran sungai dia menatap frustasi pada mobil yang perlahan mulai pada itu.
Dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada nya saat ini, dia tidak memiliki saudara dan istri nya itu tengah meragukan nya, entah pada siapa dia harus bertahan saat ini.
Biarkan bagaimana pun Albert sudah bagian dari hidup, teman sekaligus partner nya dalam segala kehidupan nya, akan setimpang apa hidup nya nanti.
Dia yang larut dalam lamunan jauh nya pun, menoleh kebelakang saat pundak nya di tepuk oleh tangan basah yang cukup dingin itu.
Bug.
"Sialan kau membuat ku ketakutan"
"Ternyata kau hanya mengerjai ku saja, mati saja kau sama"
"Aku tidak akan mati sebelum membahagiakan sahabat dan juga anak mu"
Jawab Albert yang basah kuyup itu, saat sebelum ledakan itu mobil bisa di buka lalu dia pun melompat ke dalam sungai yang ada di sana, untung nya air tidak terlalu besar tidak ada hewan buas teman mertua nya itu, siapa lagi kalau bukan, Buaya.
Itu tadi kata Mama mertua dan dia sebagai menantu yang baik pasti nya mengikuti ajaran nya, dan di sayang oleh Mama mertua nya.
Senyum tipis tersungging di bibir Geffrey dia merasa bebas nya lepas begitu saja saat melihat wajah sahabat itu baik-baik saja.
"Dimana putra ku"
"Johan membawa nya ke rumah sakit, ayo kita ke sana"
__ADS_1
Dengan tubuh yang basah kuyup Albert mengikuti Geffrey ke arah mobil salah satu anak buah nya baru saja datang, mengejar pelaku yang menabrak mobil Albert tadi.
"Tuan, syukur lah ada selamat" Albert mengangguk mendengar ucapan dari anak buah nya itu.
"Bagaimana dengan mobil itu apa kah sudah tertangkap"
"Mobil itu kami temukan masuk dalam jurang di depan sana Tuan"
"Saat kami mendekati nya pengemudi nya tewas dengan mulut yang mengeluarkan busa"
"Sudah terencana dengan baik, Grey"
"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini, Lucas, bagaimana dengan Lucas?" tanya Albert saat mengingat asisten pribadi nya itu.
"Tuan Lucas di larikan ke rumah sakit, Tuan Kelvin yang mengurus nya"
"Bagaimana keadaan nya, tubuh nya delapan puluh persen terbakar, tapi dia selamat begitu penjelasan medis yang sempat saya dengar tadi"
Mereka bisa bernafas lega saat mendengar semua orang selamat meski harus masuk rumah sakit.
Geffrey memejamkan mata nya yang terasa begitu berat, entah kapan semuanya akan berakhir dia lelah jika harus berpisah dengan istri nya itu, di tambah lagi putri nya itu tengah mengandung anak pertama nya.
Albert yang menyadari apa yang di rasakan oleh sahabatnya itu, kembali menepuk pundak nya, Geffrey menoleh pada Albert yang menganggukkan kepalanya.
Geffrey menghela nafas nya, dia kembali bertekad membawa kembali istri nya itu apa pun yang terjadi, jika harta dan tahta perusahaan nya bisa mengembalikan istri dan anak nya dia akan lakukan itu, yang terpenting dia bisa berkumpul dengan anak dan istrinya.
Beruntung Stevani tidak ada dia sedang menemani suami yang sedang bertugas di luar negeri untuk waktu yang cukup lama, jadi akan aman bagi nya berada di sana, dengan penjagaan ketat kemiliteran.
Tapi ketenangan yang baru saja mereka dapatkan karena terhindar dari maut pun kembali menegang saat mendengar ucapan anak buah nya yang baru saja datang itu.
"Tuan, Nyonya muda di larikan ke rumah sakit, terjadi pendarahan hebat yang mengalir di kedua kaki nya"
"Tidak ini tidak boleh terjadi anak ku harus selamat dia kuat, dia harus tahu aku papa nya yang menunggu kehadiran nya"
"Tenang kan dirimu Al" ucap Geffrey menenangkan menantu nya itu meski dia sendiri merasakan ketakutan yang sama.
"Nyonya melihat anda bergandengan tangan dengan wanita yang kemarin anda temui di pusat perbelanjaan waktu itu, dan laki-laki yang menyamar itu menghina Nyonya muda yang kata nya hamil dengan pria lain"
"Brengsek"
__ADS_1