Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pengacau


__ADS_3

"Akan semakin rawan Tante jika suami kita ini masih memegang uang, jadi simpan lah, setidak nya kita sudah berjaga satu langkah kedepan untuk melindungi milik kita ini!"


"Kau cerdas sekali Di, aku tidak pernah memikirkan ini sebelum nya!"


Haaaa-haha-aa


"Terserah kalian mau apa, aku sudah tua mana ada yang mau lagi dengan ku?"


"Bukti nya ada!" jawab Maria sambil memasukan dompet milik suaminya itu dalam tas kecil nya.


"Siapa?" tanya semua orang di sana.


"Aku lah!" ucap Diana dengan bangga, dan di angguki oleh Maria.


"jadi sekarang jangan lagi ada yang minta ini itu pada ku, termasuk kau Tha!, lihat sendiri kan kau, aku sekarang hanya pria renta yang tidak mempunyai uang sedikit pun!"


"Kamu tidak asik Al!" ucap nya ambil menyilangkan tangannya.


"Kau lihat sendiri bukan? mereka merampok dompet beserta isi nya, lalu apa yang harus aku berikan, apa aku harus bekerja di tempat itu terlebih dahulu baru aku bisa membelikan apa yang kamu minta!"


"Sungguh malang nasib mu di usia tua Al!"


Ha-ha-haaaaaa.


Albert mencebik saat mendengar ejekan yang keluar dari mulut sahabat nya itu, apa lagi saat tidak ada satu pun di antara mereka yang membela, semua orang tampak begitu kompak mengerjai nya.


"Kasihan sekali suamiku ha-ha-ha, sini aku beri semangat"


Cup


Cup


Maria mencium seluruh wajah Albert di depan semua orang, bahkan bibir tebal Albert juga tidak luput dari serangan nya.


Tapi mereka semua sadari bahwa di antara mereka ada yang tengah menahan air matanya saat ini, dia juga ingin melakukan semua itu tanpa ada rasa canggung atau pun sungkan.


Tapi lagi-lagi dia harus menelan pil pahit bahwa keinginan nya yang satu ini sangat sulit untuk terwujud.


Tapi kalau semesta sudah berkehendak lalu setiap insan bisa apa, selain menjalani semua dengan ikhlas, satu kata enam huruf tapi butuh ratusan hari untuk benar-benar menggapai nya.


namun itu tidak perlu Diana lakukan, karena sebuah tawaran dari Maria yang mungkin tidak akan terjadi lagi, bukan tidak akan tapi belum.


Itulah yang kini ada di pikiran Diana, saat Maria meminta juga untuk melakukan apa yang dia lakukan pada suami mereka tadi.


"Apa kamu tidak ingin melakukan apa yang aku lakukan Di, bukan kah ini ide mu jadi kamu harus menjadi penyemangat nya juga!"


"Penyemangat untuk menjalani hari tanpa kartu kredit!"


Ketiga orang yang berhadapan dengan Maria pun membeku dengan tawaran gila Maria yang benar-benar tidak pernah ada di pikiran mereka.


Tapi tidak bagi Diana bahkan dia hampir saja menangis saat mendengar permintaan Maria yang sejak dulu dia inginkan itu.


Namun masalah ini ada di depan kedua orang tua nya tentu dia malu jika bersifat agresif pada laki-laki, dia bukan pemain seperti mama dan madu nya itu yang sejak dulu terbiasa mengumbar kemesraan mereka saat tengah berkumpul.


kalau hanya ciuman panas dan pelukan saja bukan apa-apa bagi mereka berempat tapi tidak dengan nya.


Lagi pula belum tentu Albert juga mengizinkan nya bukan, jadi dia tidak ingin di tolak dan itu akan membuatnya sakit hati.

__ADS_1


Diana hanya tersenyum saja, pada Maria yang masih menatap ke arah nya, dan rupanya Maria mengerti akan sikap dia yang malu maka


"Sayang lihatlah Diana mungkin malu jika mau mencium mu jadi kamu saja yang mencium nya"


Deg.


Kinerja jantung Diana langsung memompa darah dengan cepat menuju jantung nya membuat debaran yang tak menentu di jantung nya, serta darah nya yang berdesir hanya dengan membayangkan nya saja.


Namun tiba-tiba.


Cup


Albert langsung mencium tepat di kening nya, membuat diana semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Kalian ini apa-apaan kalau mau main sana ke kamar dasar tidak tahu malu?" ucap Geffrey membuyarkan ketegangan yang ada.


"Papa ini menganggu saja!"


"Jadi bagaimana dengan janji mu Al, bukan kah kamu sendiri yang bilang kalau janji adalah hutang!"


"Astaga apa lagi? aku sudah miskin seperti seperti ini masih saja mau di palak!" jawab Albert yang frustasi di sana.


"Bukan hanya kamu saja Tha, bahkan dengan ku juga!"


"Katakan,,, katakan apa yang aku janjikan aku benar-benar lupa!" ucap Albert sambil mengacak-acak rambutnya, dia kesal sekali malam ini dengan ketiga wanita yang tidak ada puas nya merampok dirinya.


"Kamu bilang mau mengajak ku makan siang tadi, tapi kamu malah melupakannya?"


"Astaga, Agatha hanya karena makan siang kamu membuat ku miskin, lalu kalau aku lupa membelikan mu tas, apa kamu akan membunuhku?"


"Tentu tidak kalau kamu mati aku mau malak siapa coba?"


"Jelas rasanya beda Al!"


"Terserah mu saja, minta uang nya pada Maria jika kamu mau membeli makanan,?"


"Tapi aku mau pergi dengan mu saja Al!"


"No dia suamiku ma, jadi tidak ada yang boleh pergi dengan nya!"


"Kita pergi berlima sayang, besok siang dan kau yang traktir Al?"


"Setalah makan kau mau aku mencuci piring di sana selama satu Minggu?"


"Tenang saja Om, nanti aku bantu"


"Bantu doa kah Di?"


" Tepat sekali!"


"Dasar menyebalkan!"


Ha-ha-haaaaaa.


Canda tawa yang selama satu bulan itu hilang kini sudah kembali lagi, ketegangan dan kebekuan yang terjadi kini sudah mencair kembali, tidak ada yang perlu di permasalahkan.


Mereka saling menerima satu sama lain, meski pun Maria belum seutuh nya, rela berbagi suami dengan putri sahabat nya itu.

__ADS_1


...****************...


Keesokan harinya.


Mereka tengah berkumpul di salah satu restoran yang sedang booming saat itu, makan yang di sajikan masih dalam keadaan mentah dan mereka sendiri yang harus memasaknya membuat rasa bahagia tersendiri.


Mereka biasa menyebut nya hot pot, makanan paling cocok di makan saat memasuki musim dingin yang sebentar lagi akan datang.


Semua orang sudah berkumpul di sana, tadi yang rencananya hanya lima orang saja, kini bertambah menjadi tujuh orang.


Tadi secara kebetulan, mereka bertemu dengan Stevani yang tengah mengajak putra nya itu jalan-jalan di mall yang juga tempat restoran itu berada.


Jadi lah dia bergabung dengan mereka semua.


Di antara semua orang Agatha yang paling bersemangat di sini, dia memasak untuk semua orang di sana.


Mereka makan sambil membicarakan tentang semua hal yang mereka alami.


Tapi rupa nya ketenangan mereka harus terganggu oleh salah satu orang dari masa lalu salah satu di antara mereka.


"Kasihan sekali kau Maria, sejak dulu hanya menjadi boneka untuk laki-laki yang sama sekali tidak mencintai mu?"


"Sungguh miris, bahkan kini kau pun di madu oleh nya, sadarlah jika dia hanya kasihan pada wanita miskin seperti mu!"


Braaaak


"Astaga"


"Berani kau mengatai sahabat ku seperti itu, apa kau tidak sadar diri, bahwa kau lebih hina dari orang yang kau hinakan!"


"Apa perlu aku mengumbar aib mu, yang suka keluar masuk club malam dan menyewa para gigolo untuk memuaskan nafsu bejat mu itu haaah!"


"Jangan fitnah kau Grey, bahkan kau juga pernah menikmati tubuh ini!"


"Dan jangan lupa juga, bahwa aku membayar jasa mu, jadi tidak ada salah nya di sini, kau penjual dan aku pembeli!"


"Kenapa kau malah membela mereka yang jelas-jelas telah menghancurkan masa depan anak mu, sungguh kasihan putri mu itu di tinggal pergi calon suami dan malah harus menikah dengan calon mertua nya sendiri!"


"Sungguh menjijikkan, apa anak mu itu tidak laku sampai kau harus menikah nya dengan sahabat mu sendiri!"


"Sungguh miris!"


"Hey nenek, kau tidak sadar atau kau buta, jelas suami ku lebih memilih kak Maria di banding kan kamu yang sudah tua renta seperti itu!"


"Bilang saja kalau nenek masih mencintai suami ku kan, dan lagi jangan pernah menghina kakak madu ku, karena dia lebih bisa menyenangkan suami dari kamu"


"Dan satu lagi yang terpenting" ucap Diana sambil menunjuk tepat ke arah Milea.


"Kamu berdua masih tersegel saat menikah dan memberikan kegadisan kita hanya pada suaminya, bukan seperti kamu yang entah sudah berapa orang yang mereguk kenikmatan bersama mu!"


"Jadi pikiran siapa yang hina di sini, aku dan kak Maria atau kau dengan Teletubbies besar mu itu!"


"Dasar kurang ajar, siapa yang kau panggil nenek, anak tidak tahu sopan santun, pantas saja kau di tinggalkan oleh calon suami mu!"


"Tutup mulutmu Milea, aku diam bukan berarti aku menerima semua ucapanmu tapi kita tidak ada hubungan lagi lalu masih mau apa kau menganggu hidupku!" bentak Albert


"Tentu saja menyadari mereka berdua yang menjadi budak nafsu liar mu itu!"

__ADS_1


"Sebelum Albert mengenal mu dia lebih dulu mengenalku, jadi aku tahu bagaimana kelakuannya di luar sana, dan yang perlu kau tahu Milea, Albert tidak akan jadi seperti ini tanpa wanita miskin ini di samping nya!" ucap Maria yang tidak terpancing sedikit pun, sedangkan Agatha dia sedang menikmati makanan nya tanpa menghiraukan kegaduhan yang terjadi.


"Kaaauuu


__ADS_2