
Cup
"Eeemmmmpphh,,,,,aku lelah om biar aku tidur!"
"Aaaahhh sakit!"
"Apa perlu aku ingat kan lagi apa yang kita lakukan tadi supaya kamu tahu siapa aku sekarang!"
"Tidak, tidak aaahhh, jangan!"
"Aku ingat sangat ingat kamu adalah suami ku yang paling tampan di dunia!"
"Merayuku?" tanya Albert sambil menaikkan sebelah alisnya.
Tidak ada jawaban dari Diana dia kembali menyelami alam mimpi suami nya itu akan memakan nya lagi kalau tahu dia masih terjaga.
Albert mengelus pipi wanita yang tadi malam itu di buat kesakitan oleh nya saat di menerobos masuk kedalam gua gelap nan sempit milik nya.
"Aku mencintai mu sayang"
Cup.
Uuhhh.
"Pergi sana aku mau tidur, minta sama kak Maria sana!". ketusnya
Albert tersenyum saat melihat Diana yang Kemabli memejamkan mata nya bahkan tubuh nya di bungkus menggunakan selimut tebal.
Mungkin Diana takut di mangsa lagi, refleks tubuh nya memerintahkan mata nya untuk terpejam dan tidak bergerak sekalipun sat suaminya itu masih menjahili nya.
Albert masuk ke dalam kamar pertama yang di tempati oleh istrinya pertama nya, waktu itu dia menolak ide konyol kedua istrinya itu yang meminta untuk merubah tatanan kamar meraka berdua.
Tapi ternyata dia lah yang mereka bahagia dengan tampilan kamar itu, dua kamar dengan pintu penghubung di dalam nya yang di samarkan.
Di sana di atas tempat yang menjadi Medan perang nya, istri pertama nya itu masih tertidur dengan pulas nya dengan tubuh yang di balut selimut, rupanya istrinya itu tidak memakai kembali pakaian semalam.
Albert mendekati nya lalu mengecup bahu mulus tanpa tertutup apa pun itu, Maria yang masih terlelap pun perlahan mendapatkan kesadaran nya, apa lagi saat ciuman bertubi tubi yang di lakukan Albert pada bahu nya.
Mata nya mengerjap sedikit demi sedikit terbuka, dia merasa risih dengan ciuman intens dari Albert apa lagi dia sudah mencium akal bulus suaminya itu.
__ADS_1
Bahkan benda kecil tanpa tulang itu berjalan menuju tulang selangka nya, dia bertahan sebisa agar tidak mengeluarkan suara pembangkit nya, karena itu akan berdampak buruk pada nya pagi ini.
Tangan itu juga tidak lagi diam di tempat nya, dia menjalar naik ke atas puncak bukit barisan milik nya.
Maria tidak tahan dengan semua ini, godaan ini terlalu kuat dan dia tidak bisa mengabaikan nya begitu saja.
"Aaaahhhh,,,,kamu mau apa?" tanya Maria tanpa membuka matanya.
Albert tersenyum saat mendapati istrinya itu merespon apa yang dia lakukan, dia tahu sangat tahu kalau sejak tadi istrinya itu berusaha menahan kegelisahan akibat ulah nya.
"Aku mau kamu!"
"Tadi malam aku sudah memberikan nya pada mu, dan lagi kemana istri muda mu apa dia tidak bisa memuaskan mu!" ucap nya masih dengan mata yang tertutup.
"Kalian sama-sama memuaskan tapi aku mau lagi!"
"Aku sudah berpuasa selama enam bulan, dan aku baru berbuka puasa kemarin jadi aku masih lapar!" ucap nya bahkan salah satu tangannya sudah berada tepat di buah kecil milik istri.
"Minta saja sama Diana aku masih ngantuk jangan ganggu aku,!"
"Dia baru saja tidur, tapi Lancau milik mu ini masih belum mau tidur!"
"Gak aku mau tidur!"
Sreekk.
"Aku lelah sayang!" kata Maria saat selimut yang menutupi seluruh tubuhnya di buka paksa oleh suaminya itu, Albert yang mendengar itu pun lantas turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi
"Ya sudah, aku ke kantor saja!" ucap nya lesu dia sudah bisa menebak kalau seharian ini dia akan sakit kepala karena hasrat nya yang tidak tersalurkan.
Maria yang mendengar nya langsung duduk dari tidurnya saat mendengar kata kantor, bukan nya hari ini, hari Minggu kenapa suami nya itu mau ke kantor.
"Mau apa ke kantor ini hari Minggu apa ada meeting yang tidak bisa di tunda?"
"ini lebih penting dari sekedar meeting!" jawab Albert sekenanya.
Tidak.
Maria tidak akan membiarkan suaminya itu pergi di hari Minggu yang menjadi hari mereka menghabiskan waktu bersama.
"Kamu yakin ingin pergi ke kantor?"
__ADS_1
Tanya Maria yang kini berpose sangat seksi di atas ranjang, menggoda suami nya itu agar mengurungkan niatnya untuk pergi, setidak nya jangan ke kantor.
Karena dia yakin di sana pasti ada ulat bulu yang akan memanfaatkan keadaan, apa lagi jika dia mengunjungi salah satu hotel terbesar di sana, salah satu staf nya sangat suka sekali mencuri perhatian dari Albert.
Albert yang mendengar suara seksi Maria langsung membalikkan badannya dia tahu kalau istri itu tidak akan membiarkan nya pergi bekerja di hari Minggu, kalau pun bekerja dia akan bersama dengan Geffrey.
Tanpa ba-bi-bu lagi dia langsung menyerang mangsa nya yang sedang berpose siap untuk di santap nya.
Tak ada yang luput dari jelajahan seorang Albert semua mendapat giliran secara adil baik atas kanan kiri dan bawah nya.
Sedangkan Maria dia patuh di bawah menerima semua perlakuan suaminya yang tidak ada habis nya.
Sebenarnya Maria sangat kagum dengan keperkasaan suaminya itu, semalam dia menelusuri kedalaman sampai dia di buat tidak berdaya, dan kalau tidak salah dengar tadi suaminya itu juga mengatakan kalau madu nya juga baru saja tidur di pagi hari.
Tadi dia sempat melihat jam yang ada di nakas saat suaminya itu membuka pintu penghubung, di sana waktu menunjukkan pukul enam pagi dan sekarang belum jam tujuh.
Tapi suaminya itu ingin menggagahi dirinya lagi, yang artinya dia tidak tidur sepanjang malam, dan tenaganya tidak habis, bahkan terlihat lebih beringas pagi ini, apa mungkin ini efek dari madu nya yang memberikan keperawanannya.
Membuat libido suami nya itu naik berkali lipat, Maria tidak lagi bisa bergerak dia hanya membuka kedua kaki nya dan membiarkan suaminya itu berbuat sesuka hati nya pada tubuh nya, dia hanya berkicau pasrah di sana sebagai respon nya sangat menikmati setiap hentakan yang diayunkan oleh suaminya ini
Suami perkasa nya yang bisa memenuhi segala kebutuhan nya, dia sempat berpikir kalau suaminya itu pasti akan melupakan nya saat sudah merasa gua sempit milik madu nya.
Tapi ternyata tidak, suaminya itu bahkan masih mencari nya setelah memuaskan dahaganya pada istri mudanya.
kekhawatiran yang dulu menghampiri kini hilang begitu saja seiring dengan kicauan panjang yang keluar dari mulut suami nya, kicauan yang menandakan kepuasan yang dia dapatkan dari nya.
Cup.
"Kamu yang terbaik sayang!"
Cup
"Terimakasih"
Albert langsung ambruk di samping istri nya, mereka kembali tertidur saat matahari sudah menampakkan sinar nya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1