
Semua orang menatap heran saat melihat Diana turun dari lantai dua, menuju ruang makan, seperti tidak ada terjadi sesuatu dan itu membuat mereka menyengitkan alis nya.
Biasa nya butuh waktu yang lama untuk membujuk nya saat sedang ngambek seperti tadi, tapi apa yang tidak mereka ketahui kenapa Diana begitu mudah nya memaafkan Albert tanpa ada drama kolosal.
"Kemana Om-mu itu Di?" tanya Geffrey
Diana hanya mengangkat bahu acuh tanpa mau menjawab pertanyaan Papa nya itu.
"Tadi dia ke atas untuk membujuk mu, mana mungkin kamu tidak tahu?"
"Aku tidak tahu dan tidak melihat nya!" ucap nya cuek.
"Kalau kamu tidak bertemu dengan Albert,! bagaimana kamu bisa tahu jika pesanan mu sudah datang!"
"Aku tidak tahu, sekarang aku lapar jadi biarkan aku makan!" ucap Diana dengan nada ketus.
Semua orang di buat bingung oleh sikap Diana yang tiba-tiba acuh pada Albert ini tidak seperti biasa nya dan itu membuat semua heran perubahan sikap Diana itu.
Diana hampir menyelesaikan makan malam nya itu, barulah Albert turun dari lantai dua rumah teman nya itu, dia menghampiri mereka yang tengah berkumpul menemani Diana yang sedang makan malam.
Atensi mereka teralihkan saat melihat Albert turun dari sana dan duduk di samping Diana.
"Bagaimana apa makanan nya enak?"
"Iya, ya sudah cepat makan dan tidur ini sudah larut!"
Diana hanya mengangguk saja, di depan nya masih ada Pudding cake, buah naga yang belum dia makan.
"Mau ku potong kan buah naga nya?"
Diana hanya diam tanpa bereaksi apapun, mereka paham sekarang rupanya Diana menyalakan mode diam nya pada Albert, pantas saja tidak ada drama yang terjadi.
"Besok pagi mau makan apa, nanti Om belikan?"
Diana lagi-lagi diam seakan apa yang di ucapkan Albert hanyalah angin lalu.
"Atau mau di temani sarapan di kafe yang biasanya kita datangi itu?"
Mereka semua hanya diam tanpa berani bersuara sedikitpun jika Diana tengah dalam mode diam nya, kalau sampai mereka bersuara bisa-bisa mereka yang akan kena amukannya.
"Sayang----" ucap Albert tertahan saat Diana menjauh kan kepalanya dari tangan Albert yang ingin mengelus rambutnya.
__ADS_1
"Maaf tadi Om melupakan pesanan mu, tadi ada sedikit masalah di kantor jadi Om harus menyelesaikan nya dulu!"
"Pa bisa tolong kupaskan buah naga itu, Diana ingin memakan nya!"
"Biar Om saja ya, papa mu biar di sini saja!"
Albert berdiri sambil membawa kantong plastik berisi buah naga tersebut ke dapur, tapi langkah nya terhenti saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Diana.
"Aku sudah selesai makan Ma, Pa, Tante, selamat malam" ucap Diana
Diana lalu berdiri dari duduknya, lalu menghampiri ketiga sambil memberikan kecupan sayang pada mereka semua, minus Albert yang tidak mendapatkan kecupan ataupun ucapan selamat.
Diana pun kembali ke dalam kamar nya tak lupa juga dia mengunci pintu kamarnya, dia tidak ingin kecolongan seperti tadi.
Dia sangat malu dengan apa yang terjadi saat Albert memanggil nya tadi, itu lah mengapa dia bersikap begitu dingin pada Albert.
Sementara di bawah sana semua orang menatap Albert dengan sorot mata tajam membuat Albert sedikit salah tingkah.
"Apa, kenapa kalian menatap ku seperti itu?"
"Kamu tahu RI, tadi aku sempat berfikir kalau Diana dengan sebegitu mudah nya memaafkan kadal buntung ini, tapi nyatanya mode ngambek level tinggi tengah berlangsung!"
"Dan kamu tahu Tha, aku lah yang paling bahagia di sini,"
Ha-ha-ha
"Lucknut kalian semua, bukan nya membantuku malah semakin ingin membuat ku sudah!"
"Uuuhhh sayang, tenang nanti aku senang kan adik kecil mu itu"
"Aku sedang tidak bernafsu" sahut nya ketus sambil memasukkan pudding yang tadi di beli nya.
"Kamu belum makan Al?" tanya Geffrey.
"Aku sudah kenyang hanya melihat amarah putri mu itu dan sayang aku sangat menyayangi nya!"
"Mau ku buat kan makanan?"
"Kalau tidak keberatan boleh!"
"Gaya mu bilang saja iya, dasar calon besan gak ada akhlak!"
__ADS_1
"Cepat lah aku sudah lapar!"
"Mau makan apa, mie atau nasi goreng?"
"Nasi goreng seafood sana telur mata sapi setengah matang dua, yang pedas Grey!"
"Kau mau minta apa merampok Al,!"
Albert diam saja dia tidak menjawab sindiran dari teman nya itu, dia tahu yang keluar dari mulut Geffrey itu tidak sama dengan hati nya.
Merek sudah tahu dan faham sikap dan karakter masing-masing.
"Kamu masih seperti dulu jika sudah bekerja, ingat usia kita sudah tidak muda lagi, jadi usaha untuk tidak telat makan!"
"Bawel sekali kamu Tha!
"Kamu ini kalau di bilangin selalu saja begitu, nanti kalau sakit siapa yang ngrasain sakit nya, kamu sendiri bukan aku atau pun Agatha!" ucap istri itu yang jengkel dengan sikap Albert yang suka melupakan makan jika sudah hadapkan dengan laptop dan pekerjaan.
"Iya sudah aku tidak akan lagi mengingat kamu lagi setelah ini, kalau sakit atau apa pun jangan kabari atau menghubungi keluarga ku!"
"Sekalian saja kamu blokir nomor ponsel nya yang ada di ponsel Diana, biar kapok sekalian, lalu kita pergi ke luar negeri shopping sekaligus liburan, ha-ha-ha!"
"Kamu benar biarkan saja dia terkapar tapi kita party!" sahut Agatha.
"bahagia sekali kalau membully ku sekali-kali kalian membully Geffrey kenapa sih, dari dulu aku saja yang menjadi bulan-bulanan kalian!"
"Karena anak good ******boy****** " jawab terdengar dari arah dapur dan itu adalah suara Geffrey.
"Kamu pun sama Grey, gila kerja!"
"Lalu aku harus apa? dulu saat aku dan Albert gila perempuan kalian ngomel-ngomel tiap hari, sekarang saat sudah menikah dan kami giat bekerja, masih salah lagi!" kata Geffrey menyodorkan satu piring besar berisi nasi goreng dengan tiga telur di sana.
"Kau seperti tidak faham saja, sudah berapa banyak dan berapa puluh wanita yang dekat denganmu Grey, bukan kah sifat mereka sama?" kata Albert menimpali.
"Waoow, ini enak sekali!" ucap lagi sambil menyuapkan makanan tersebut.
"Sama-sama tidak mau di salahkan dan benar sendiri!" Albert tidak menjawab dia hanya diam sambil terus mengunyah makanan, namun matanya melirik dua wanita yang ada di sana, dia pura-pura tidak tahu dan tidak mendengar ucapan sahabat nya sudah menyerempet bahaya itu.
Tidak sadarkan Geffrey jika dia tengah memancing emosi dua singa betina yang kini tengah menatap lapar ke arah nya.
"Bisakah kalian diam ini sudah malam, mengganggu orang tidur saja!"
__ADS_1
BLaaaam