
Pekikan suara diana tertahan saat suaminya itu berhasil menenggelamkan diri ke dalam gua gelap milik nya.
Rasa panas dan sesak dia rasakan di bagian bawah nya, dia sampai meneteskan air mata bagian bawah nya tersobek oleh benda panjang tanpa tulang itu, bahkan tubuh nya terasa bergetar hebat.
Kedua tangan nya mencengkeram kuat pada seprei untuk melampiaskan semua rasa yang baru saja dia rasakan, bagaimana tidak Albert mendorong nya cukup keras dan tanpa aba-aba.
Diana tidak berfikir kalau dia mendapatkan serangan secara bersamaan, bagian paling atas nya di ***** habis, kedua tangan nakal suaminya itu bermain bola kenyal kembar milik nya.
Sedangkan kaki nya di tekuk dengan posis suami nya itu tetap berada di tengah nya, dan Diana juga tidak menyadari kalau Lancau milik suaminya itu berada tepat di depan pintu masuk.
Seorang Albert yang merupakan pemain lama tentu faham dalam hal pengalihan perhatian hingga diana terlalu sibuk menikmati rasa yang di suguhkan di bagian atas yang sebenarnya bukan itu tujuan utamanya.
Dan saat perhatian nya teralihkan dengan cepat suaminya itu langsung menyantap hidangan utama nya, dalam acara pelancaran buka segel.
Albert sama sekali tidak menghentikan kegiatan seluruh anggota nya, semua di aktifkan untuk mengalihkan Diana dari rasa sakit nya.
Dia tidak tahan, rasa ngilu yang di tawarkan oleh gua gelap istri nya itu membuat nya mendesis pelan di antara ciuman panas nya, bahkan tangan nya meremas kuat pada benda kenyal itu.
Sedikit demi sedikit dia mulai menggerakkan pinggulnya, dia rasa Diana sudah mulai bisa beradaptasi dengan Lancau besar milik nya itu.
Albert tidak tahan, tapi dia tidak mau kalah sebelum membuat Diana mencapai puncaknya untuk dua kali lagi mungkin.
pagutan mereka terlepas dan kini Diana bisa bersuara indah dengan bebas, Albert memfokuskan pada satu titik di sana, dia memposisikan di seperti orang yang tengah berolah rasa push up, dengan kepalanya menengadah ke atas.
Rasanya dia tidak bisa jika tidak turut menyahuti kicau Diana yang terus mengeluarkan suara pembangkit nya, sungguh indah mengalun di telinga.
"Aaahh,,,, ssstttt,,,,,,,huuuubbbbyyyyyy!"
"Eeemmmmpphh!"
Mata mereka bertemu, kedua nya sama sama sama larut dalam kenikmatan yang luar yang mereka ciptakan sendiri.
Albert meraup bibir yang sejak tadi meracau seperti burung yang terbang bebas.
"Aaaahhh,,,, Honey,,,,, kamu sempit sekali,,,,,,Aaaaahhh!"
"Aaaahhh,,,,,,, ssstttt,,,,,,,, huuuubbbbyyyyyy"
__ADS_1
"Uuuhhhhh jangan di sedot hubbyy!"
Diana berusaha menjauh kan, tangan Albert yang kini meremas benda kenyal nya, dia tidak akan tahan jika di serang secara bersamaan.
Rasa yang di hasilkan membuat nya tidak tahan untuk tidak menjerit dan terus membuka mulutnya,dia sudah seperti seekor ikan yang terdampar di sebuah gurun, sedang suaminya malah kini tengah melepaskan dahaga nya.
Kini bukan hanya satu tangan nya yang berada di benda kenyal nya, tapi benda kecil tak bertulang itu juga kini menari-nari di puncak pink milik nya.
Lengkap sudah penderitaan, saat dia di serang di semua titik nya, lalu apa yang dia bisa lakukan selain berkicau pasrah dan melakukan apa yang di perintahkan oleh suaminya itu.
Ya apa lagi yang Albert perintahkan pada nya selain berkicau hebat di bawah kuasa seorang Casanova kelas kakap, kata mama nya.
Diana tidak lagi mampu bertahan gelombang besar itu akan datang menghampiri, dia ingin melepaskan dirinya dari suaminya itu, tapi suaminya itu sama sekali tidak memberikan nya ruang hanya sekedar untuk menikmati gelombang yang datang.
"Aaahh,,,,,, ssstttt,,,,,,akuuuu mauu pipis!"
Seeeerrr
Gelombang itu datang pada nya untuk yang ke sekian kalinya, betapa luas biasanya Albert bisa membuat Diana mencapai puncak nya sampai berkali kali sedang dia masih bisa tertahan lebih lama lagi.
Dan ini lah gilanya seorang Albert Hamilton dia tidak akan memberikan jeda untuk sekedar menikmati puncak, dia tetap dan terus menghujam nya dengan kekuatan penuh.
Ini adalah pengalaman pertama nya yang tidak akan pernah dia lupakan, entah sudah berapa lama dia di buat seperti itu oleh suaminya, teehitung sudah sebanyak tujuh kali dia mencapai puncak nya.
"Aaaahhhh,,,,,,, ssstttt,,,,,,suuuuuddddaaaahhhh!"
"Heeennntiiiikaaannnn,,,,,,,,,aaaaaahhhhh,,,,,, ssssttttt!"
."Aaaaahhhh,,,,,,,tidak,,,,Aaaahhh!"
"Rasakan ini, heeemmmmm, ini akibat nya berani menantang ku!"
"Aaaahhhh,,,,,,kamu nikmat honey!"
"Huubbbyyy suudaahhh!"
"Bagaimana, apa aku bisa memuaskan mu!"
__ADS_1
"Aaahhhh,,,,, Diana kamu membuat ku gilaaaaa"
Racau Albert saat Lancau milik nya di cengkram erat oleh gua milik istrinya itu, dan sekali lagi Diana mendapatkan puncak nya.
Albert tidak akan berhenti jika sudah menggila seperti itu, bahkan tadi setelah pelepasan pertama nya dia tidak mencabut nya sama sekali dia terus menekan nya sampai Lancau nya itu berdiri tegak kembali.
Jam di dinding sudah menepati angka empat dan mereka belum tidur hingga dini hari, terhitung sudah hampir tiga jam Albert memainkan istrinya itu.
Tapi dia masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera mencapai puncak nya, gerakan nya pun masih sama tidak melambat sedikit pun.
Padahal tadi dia juga sudah membuat istri pertama nya itu tidak berdaya di tempat tidurnya dan kini seperti nya dia juga melakukan hal yang sama, bahkan dia terlihat lebih bersemangat saat mendaki bersama istri mudanya.
Entah apa jadi nya nanti pada tubuh diana itu, yang terpenting saat ini, tugas nya hanya berkicau menumpahkan segala rasa yang menjalar di setiap aliran darah nya.
"Hubbyy suuuudaahhh,,,,,,Aaaaahhhh!"
"Apa setelah ini masih berani menantang ku honey ha ha ha!"
Diana menggeleng, dia mengisyaratkan bahwa dia tidak akan pernah berani menantang suaminya itu, suami gagah nya yang sudah memberikan nya kenikmatan yang tidak bisa di gambarkan.
plug
"Bergeraklah di atasku honey jika ingin segera menyelesaikan semua nya!"
"Aku tidak bisa hubbyy!" jawab Diana sambil terbata.
Albert yang tidak mau menunda lagi langsung mengangkat Diana dan mendudukkan tepat di atas Lancau nya yang berdiri tegak menantang.
JLEEP
"Aaahhh huubbbyyy". Diana sampai menahan nafas nya saat suaminya itu kembali memasuki gua gelap nya ini lebih terasa aaahhh Diana frustasi di sana.
Dia tidak lagi bisa menggambarkan bagaimana rasa semua ini, rasa sakit di awal dan kini berubah menjadi rasa nikmat tak tertahan.
"Bergeraklah honey!" ucap Albert setelah cukup lama dia mendiami gua istrinya itu.
Diana menggeleng dia tidak tahu harus bagaimana, Albert langsung mengambil peran nya dia mulai menusuk lebih dalam lagi daripada saat Diana berada di atasnya.
__ADS_1
Diana tidak tahan dengan semua ini, baru saja dia bisa bernafas menyesuaikan diri tapi Albert langsung menyerang benda kenyal yang bergelantungan di depan mata nya.
"Aaahhhh,,,,,,, Huuuubbbbyyyyyy!"