
"Apa"
Mereka berdua menoleh pada sumber suara yang ternyata itu adalah suara Agatha yang baru saja siuman, mereka berdua langsung menghampiri nya dan meninggalkan Diana yang masih belum sadarkan diri.
"Apa yang kamu katakan tadi Al?"
Albert tidak menjawab dia tidak punya keberanian untuk itu, kemarahan Agatha sangat di hindari oleh Albert karena bisa membuat nya pusing tujuh keliling di banding kan kemarahan dua istri nya, seperti yang di katakan oleh papa mertua nya itu.
"Katakan sekali lagi kalau kamu mau membuang anak dan juga sahabat ku"
"Aku tidak bermaksud seperti itu hanya saja Aku...."
"Kau ingin mencari yang baru karena bosan dengan mereka?"
"Baik pergi dari sini sekarang juga dan jagan pernah kembali, berikan pada ku semua harta yang kamu miliki, dan silahkan keluar dari sini hanya dengan baju yang melekat di tubuh mu"
"Kau ingatkan perjanjian kita waktu itu"
Sekali lagi Albert tidak bisa berkutik saat Agatha mengatakan apa yang secara sadar dia katakan saat dia meminta Maria juga Diana pada sahabat nya itu, dan jika dia melanggar nya maka dia akan pergi tanpa membawa sepersen pun harta yang dia punya.
"Kenapa diam saja, ayo berikan pada ku, aku ingin lihat siapa wanita yang mau menerima laki-laki tua dan miskin seperti mu"
"Pa"
"Sayang, kamu sudah sadar?" kata Geffrey yang meninggalkan istrinya di sana lalu menghampiri putri nya.
"Minum"
Albert mengambil kan segelas air putih yang ada di nakas, tapi Diana sama sekali tidak mau menerima nya bahkan tidak mau menatap ke arah nya.
"Papa kenapa diam, aku haus" ucap Diana lagi, sedangkan Albert dia hanya menatap sendu pada istri nya yang tidak mau menerima air yang dia ambilkan.
"Apa karena papa punya lagi selain aku dan kak Fani, jadi papa tidak mau memanjakan ku lagi"
"Putri papa hanya dua kamu dan kakak mu Stefani frazer"
"Ini minum lah"
"Bisa papa ambil kan yang baru, aku rasa air itu tidak segar lagi" tolak Diana saat papa nya itu memberikan segelas air putih yang ada di tangan Albert.
"Ini masih baru sayang"
Diana menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin apa pun yang berhubungan dengan mantan suaminya itu.
"Mama mana Pa?"
"Mama mu juga sedang sakit itu dia di sana" jawab Geffrey menunjuk ke arah istrinya menggunakan dagu nya.
"Mama kenapa?" tanya nya.
"Mama mu hanya kelelahan saja, ini minum dulu" kata Agatha sambil memberikan segelas air putih pada madu nya itu.
"Pa bisa tidur di sini, aku lelah dan masih sangat mengantuk, tapi aku ingin tidur ada yang memeluk ku"
__ADS_1
"Kenapa tidak meminta suami kita saja heem, apa kamu masih marah sama dia?" tanya Maria.
"Apa dia ada waktu untuk kita kak, bukan nya sekarang kita harus berbagi lagi ya"
"Iya kita berbagi berdua saja ya, aku tidak mau berbagi dengan yang lain"
"Iya, nanti akan papa ceritakan semua nya, apa yang sebenarnya terjadi, sekarang istirahat lah"
"Tapi aku ingin di temani Papa"
"Kalau suamimu marah bagaimana"
"Mau marah juga apa peduli ku" jawab Diana yang tetap acuh pada suami nya itu.
"Mama akan marah sama kamu kali kamu merebut suami mama" ucap Agatha masih dengan suara lirih.
"Tapi dia papa ku, aku cuman punya mama sama papa sekarang"
"Honey apa kamu tidak melihat ku sama sekali, aku di sini tapi kamu tidak menganggap ku ada"
"Aku akan jelaskan semuanya, jika itu bukan aku"
"Kak naik lah ke atas ranjang ku, aku ingin tidur di peluk oleh mu saja, mama ku itu sangat pelit, aku hanya meminjam papa ku sebentar saja tapi tidak boleh"
"Itu karena Mama mu mencintai suaminya, apa kamu tidak mencintainya suami mu lagi"
"Aku tidak tahu, dia saja tidak mencintai sampai aku harus kehilangan anak yang sejak dulu aku inginkan"
"Kamu bisa membuat nya lagi nanti kalau sudah sembuh"
Maria menatap suaminya yang menganggukkan kepalanya tanda dia mengizinkan Maria untuk tidur di ranjang tersebut bersama madu nya.
"Kalian tidurlah, aku akan melihat David terlebih dahulu"
"Honey maafkan aku" ucap Albert yang mengelus pipi wanita yang masih menyimpan kemarahan pada nya.
"Sayang jaga madu mu"
"Heem, cepat sana pergi dan lihat keadaan putra ku, jangan lupa juga saat kembali beli kan kami makanan"
"Iya, aku pergi ya, Geffrey titip mereka"
Geffrey tidak menjawab, dia hanya mengibaskan tangannya mengusir menantu nya.
Kini hanya ada mereka berempat yang ada di sana, Agatha kembali tertidur saat Geffrey memberikan nya obat yang menyebabkan rasa kantuknya langsung menghampiri nya.
Geffrey kini duduk di sofa yang ada di sana, satu masalah nya sudah selesai kini dia tinggal memikirkan bagaimana cara menormalkan kembali perusahaan yang hampir mendekati kepailitan.
Sementara Albert kini masuk kedalam ruang perawatan putra nya itu, selang oksigennya masih melekat sempurna di sana, akibat david yang menghirup banyak asap yang membuat nya tidak bisa bernafas dengan baik.
Kelvin yang duduk di dekat kakak nya langsung berdiri saat melihat papa nya itu datang.
"Pa"
__ADS_1
"heeemm"
"Bagaimana keadaan kakak mu?"
"Kakak menghirup terlalu banyak asap beracun jadi masih harus di rawat secara intensif sampai benar-benar pulih"
"Lalu bagaimana dengan Lucas"
"Lucas masih berada di ruang operasi luka bakar nya cukup parah hingga tujuh puluh lima persen"
Albert menghela nafas kasar, dia sangat lelah dengan apa yang terjadi belakangan ini, perusahaan juga belum bisa di pulih kan, setelah ini dia harus berjuang kembali membangun usaha nya itu.
"Apa uncle Revan sudah di kabari?" tanya Albert pada putranya itu.
"Belum, aku tidak sempat berpikir kesana"
Albert merogoh saku celana nya, diapun menghubungi Revan mantan asisten pribadi nya yang juga ayah dari Lucas.
"Papa keluar dulu kalau ada apa-apa segera kabari"
"Tapi papa mau kemana?"
Albert keluar begitu saja tanpa menghiraukan pertanyaan putra nya dia berjalan menuju ke operasi yang ternyata belum selesai sampai saat ini.
Cukup lama dia berdiri di sana sampai dia melihat mantan asisten nya itu datang lalu menghampiri nya.
"Apa yang terjadi?"
"Lucas terjebak dalam mobil yang terbakar akibat tabrakan yang di sengaja oleh musuhku"
"Siapa?" tanya Revan karena dia dulu juga sering menghadapi bahaya saat masih bekerja pada Albert.
"Kau tau siapa orang nya"
"Jangan bilang-----"
"Heeemmm"
"Manusia itu kenapa tidak di musnahkan saja"
"Tuan"
"Pasien harus menjalani serangkaian operasi untuk memulihkan keadaan nya, kami butuh orang yang akan bertanggung jawab untuk administrasi dan juga jaminan lain nya"
"Aku yang akan menjamin nya" ucap Albert yang merasa dia harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada asisten pribadi nya.
"Silakan ke bagian administrasi untuk lebih jelas nya"
"Saya permisi"
"Tunggu lah disini aku akan menyelesaikan nya"
Revan menganggu, sedangkan Albert langsung menuju ke bagian administrasi untuk menyelesaikan semua nya.
__ADS_1
Albert membumbukan tanda tangan nya di setiap kertas yang di sodorkan oleh suster yang bertugas di sana, dia yang ingin segera pergi dari sana di kejutkan oleh suar seseorang yang memanggil nya.
"Daddy"