
Ruang berukuran 3x4m itu terdengar riuh oleh para penghuni nya yang entah sedang membahas apa yang pasti sudah sangat keluar dari tema yang mereka rancang jauh-jauh hari.
Terdapat dua keluarga di sana yang mana mereka adalah teman lama yang menikah dan hidup bahagia dengan sahabat yang kini menjadi pasangan hidupnya.
Dan ada laki-laki dan perempuan berusia dua puluh tahunan yang di gadang-gadang akan menjadi penerus dan pemersatu hubungan persahabatan orang tuanya menjadi besan saat perjodohan itu benar-benar terjadi.
"Hey, kenapa jadi Kelvin bukan anaknya Albert lalu apa dia anak mu Grey?"
"Kalian selingkuh dari kami?" bentak Agatha.
Sedangkan dia pria yang merupakan suami mereka hanya diam sambil memijit pangkal hidung nya, tanpa mau menjawab obrolan dua orang yang sudah pasti akan semakin salah saja jika mereka berani membuka suara.
"Lebih baik kita makan di luar saja Vin, disini situasi tidak memungkinkan?" bisik Diana yang sebenarnya masih penasaran dengan pembahasan besan perbesanan yang tadi sempat masuk dalam obrolan mereka.
"Itu sepertinya lebih baik Di, aku mencium bau-bau konspirasi disini!" jawab Kelvin membenarkan ucapan Diana
"Ayo kita pergi?" kata nya sambil berdiri berbarengan dengan Kelvin juga.
"Tetap duduk di tempat kalian,!" titah mutlak keluar dari mulut Albert membuat dua orang yang tengah berdiri pun langsung kembali dulu dengan tenang di kursinya masing-masing.
"Kalian selesaikan saja dulu, nanti kalian beritahu kami saja apa keputusan kalian!" jawab Kelvin mewakili Diana yang sepertinya setuju dengan apa yang di rasakannya.
"Keputusan apa?" tanya Geffrey yang tampak bingung dengan ucapan calon menantunya itu.
"Keputusan tentang aku anak siapa? dan Kelvin anak siapa?"
"Nanti kalian kasih kabar saja?" lanjut Diana sambil memutar mata nya, mereka Anak anak nya sudah paham dengan tingkah laku orang tuanya saat berkumpul seperti ini.
Empat irang dewasa itu saling bertatapan muka satu sama lain dengan ekspresi yang sama-sama bingung dengan apa yabg di ucapkan oleh Diana.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Maria dengan lembut
__ADS_1
"Tadi bukan nya Tante sendiri yang bilang Kelvin anak Papa ku, dan aku kan tidak tau aku anak siapa? Apa aku anak mu Om?"
"HAAH"
"Jelas kamu anak Grey lah Diana, hahahhah?"
"Mana mungkin aku mau tidur dengan Mama mu itu"
"Lalu aku anak siapa Om?" tanya Kelvin dengan wajah bingungnya.
"Sudah-sudah jangan bercanda lagi yang pasti di sini kamu anak Albert dan Maria begitu juga dengan kakak mu David!"
"Dan kamu Diana jangan dengarkan omongan orang lain, kamu putri Papa begitu juga dengan Stevani, tidak ada affair yang terjadi di dalam persahabatan kami,!"
"Kalian paham!"
Kedua nya pun mengangguk setelah mendengar ucapan tegas dari Geffrey, begitu juga dengan ketiga orang dewasa di sana, mereka tidak akan berani berkata-kata Geffrey sudah berbicara dengan nada tegas nya.
"Dan satu lagi, Melihat apa yang kalian lakukan tadi itu membuat kami tambah yakin bahwa kalian sama-sama saling menyukai!" kata Geffrey terjeda lalu menatap ke arah Albert dan dia pun mengangguk tanda dia mempersilakan Geffrey untuk mengatakan tentang perjodohan untuk ke dua nya.
APA
Kelvin dan Diana saling menatap satu sama lain, tidak ada kata yang terucap dari mulutnya kedua nya membuat semua orang yang ada di sana semakin salah paham dengan sikap mereka.
Dalam hati mereka berkecamuk ingin rasa nya mereka memprotes keputusan sepihak yang di ambil orang tuanya, bagaimana bisa mereka membuat keputusan tanpa melibatkan mereka padahal mereka yang akan mereka yang akan menjalani kehidupan itu kedepan nya.
Tapi semua protes itu hanya tertahan begitu saja, mereka sama-sama tidak sampai hati jika harus menyakiti mereka yang baik kelvin ataupun Diana sudah anggap orang tua kandung mereka sendiri.
"APA?"
Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Kelvin, sedangkan Diana dia tak mampu berkata-kata lagi hanya diam, bahkan tubuhnya seakan membeku saat ini.
__ADS_1
"Aku dan mamamu juga Om dan Tante sudah membicarakan tentang perjodohan ini, jadi aku minta kamu untuk menjaga Diana dengan baik!"
"Iya sayang Diana sangat cocok dengan mu dia cantik pintar dan baik, apa lagi yang kurang dari dirinya, tentu siapapun pasti ingin menjadi suaminya!"
" Kamu terlalu memuji calon menantu mu Ria, aku juga yakin banyak di antara kolega mu yang juga menginginkan putra mu ini untuk jadi menantu nya!"
"Siapa yang tidak ingin punya menantu hebat seperti calon menantu kita, dan kita harus bersyukur karena mereka sepertinya tidak keberatan dengan perjodohan ini!" kata Geffrey dengan wajah berbinar.
Diana tersenyum kikuk mendengar ucapan mereka yang sama-sama memuji calon menantu mereka masing-masing, sedangkan Kelvin dia tidak menunjukkan ekspresi apapun saat ini, hanya wajah datar tanpa senyum lah yang kini menghiasi wajahnya.
"Jadi kapan lamaran resmi nya, Aku dan Maria akan datang ke sana bersama keluarga besar kita nanti nya?"
"Terserah kalian saja aku siap kapanpun kamu datang untuk meminang putri ku untuk anak mu Kelvin"
"Bagaimana kalau bulan depan saja, acara lamaran ini harus paling mewah dan paling berkesan untuk semua orang yang hadir di sana dan tentunya untuk calon pengantin kita!" ucap Maria sambil menatap Diana yang menunduk malu karena ucapan sahabat Mama nya itu.
"Lihatlah Ria pipi calon menantu mu itu memerah dia malu kau menyebut nya seperti itu!"
Ha-ha-ha
Bertambah lah malu Diana yang menjadi bahan pembicaraan, dia lalu menatap Kelvin yang ternyata juga tengah menatapnya, dia bertanya apa yang harus mereka lakukan lewat tatapan mata itu.
Tapi Kelvin malah mengangkat bahunya, dia juga tidak tahu apa yang harus dia katakan, suara Agatha tiba-tiba membuyarkan tatapan mata kedua anak muda itu.
"Rupanya mereka sudah tidak sabar Ria, lihatlah, dari tatapan kedua anak kita seakan ingin di segerakan!" lalu semua orang menatap mereka secara bergantian.
"Kamu benar Tha,?"
"Tatapan mata Kelvin sama seperti mu dulu pada Maria Al,!" kata grey menambahkan.
"Penuh damba dan menggoda, ha-ha-ha" tawa Maria lepas
__ADS_1
"Kau benar dia memang Casanova ulung pada jaman nya dan sekarang telah di pegang oleh anak keduamu" kata Grey lagi
"Kau juga jangan lupa Grey, kalau dulu kau juga Casanova sama seperti walau pada akhirnya kita berlabuh pada orang yang dulu menjadi tempat curhat kita saat pusing dengan kelakuan pacar-pacar kita"