
Tok
Tok
Tok
"Di, bangun lah suami sudah datang!"
"Aku masih ngantuk Tante!"
"Buka pintu nya, kalau tidak dia bisa merobohkan bangunan ini!"
"Aku masih ngantuk sekali"
Ucap nya lagi tanpa bergeser sedikit pun.
Maria menggelengkan kepala di tidak habis pikir dengan madu nya itu, sudah menjadi istri tapi sikap nya masih seperti manusia lajang pada umum nya.
Maria apa dia tidak sadar kalau selama ini diana belum pernah benar-benar menjadi seorang istri, dia masih bangun sesuka nya lalu bekerja dan pulang semua nya juga, setelah nya dia mandi dan tidur.
Tidak ada yang membebani nya selama ini bukan jadi jangan salah kan dia yang seperti itu, dia sendiri bukan yang mengambil alih seluruh tugas nya sebagai seorang istri selama ini.
Maria pelan-pelan mengangkat kepala Diana lalu menaruhnya kembali pada banyak sofa yang ada di sana, lalu dia berjalan membuka pintu dan lihatlah tatapan suami nya itu yang entah apa yang dipikirkan.
Tanpa menyapa Maria yang membuka pintu dia langsung menerobos masuk kedalam dan melihat Diana yang tergeletak di sofa, dia langsung mengecek nafas nya di sana.
Sedangkan Maria mencurut kan bibir nya, bisa-bisanya suami nya itu memiliki pemikiran kalau dia akan mencelakakan Diana, yang benar saja suami ini.
"Dia baik-baik saja aku tidak akan membunuh istri kedua mu!". cibir Maria yang melihat tingkah suaminya itu.
"Bukan seperti itu maksud ku---?"
"Lalu apa maksudmu,? kamu datang tanpa menghiraukan aku yang membukakan pintu malah masuk begitu saja dan parah nya lagi kamu berpikir aku ingin melenyapkan Diana!"
"Tidak seperti itu sayang, aku hanya ingin tahu dia kenapa?"
"Ah sudahlah, aku marah sama kamu!"
"Eehh,--!"
Albert langsung berdiri dan menghampiri Maria yang berdiri di tempat nya tadi, di depan pintu yang sudah di tutup kembali.
"Bukan seperti itu sayang, tidak biasa nya dia tidur sore hari, aku hanya khawatir saja!"
"Terserah apa kata mu, sekarang bangun kan dia, aku lapar dan aku ingin makan masakan mertua mu itu!"
"Kamu hamil sayang? pada hal sudah lama sekali aku tidak mengunjungi-----!".
"Tutup mulut mu Albert, cepat lah!"
"Iya iya, tapi berikan aku satu ciuman dulu!"
"Ini di mana, kenapa kamu mesum sekali!"
__ADS_1
"Apa salah nya, kita sudah menikah kalau pun aku ingin melakukan nya di sini tidak akan ada yang melarang nya!"
"Asal pelan kan suara mu, agar tidak membangun kan madu mu, bisa gawat jika dia juga menginginkan nya!"
Plak.
"Kenapa suka sekali memukul ku,!"
"Aku benar-benar ingin menenggelamkan mu di lautan!"
"Nanti kalau aku tenggelam dan mati siapa yang akan menyenangkan mu!"
"Tidak akan ada habisnya jika berbicara dengan mu"
"Dasar kadal buntung!"
"Dan jangan lupa kalau kamu pawang nya!"
"Terserah aku akan menunggu mu di mobil mana kunci nya!" Albert pun memberikan kunci mobil nya pada istri itu tanpa mendebat lagi.
"Cepat susul aku kalau lebih dari lima belas menit aku tidak akan pernah mengizinkan mu mereguk madu bersama ku atau pun istri kedua mu"
Maria langsung meninggalkan Albert setelah mengatakan ancaman yang paling di takut oleh kaum pria apa lagi kalau bukan tentang pemblokiran jalan menuju rawa-rawa yang sempit dan tentu nya menggigit.
"Jangan lupa bawakan tas ku juga, kalau dia tidak bangun juga, angkat dan bawa masuk ke mobil!"
Albert tidak menggubris perkataan istrinya itu, dia harus segera melakukannya dari pada kegiatan menyenangkan itu tidak lagi bisa dia akses, apa lagi tadi kalau tidak salah dengar Maria juga akan mengizinkan nya untuk bermalam dengan Diana bukan.
Albert tidak sabar menunggu waktu itu, biar bagaimanapun dia laki-laki normal yang pasti ingin menikmati hidangan baru yang tentunya sudah berlebelkan halal tersebut.
Dia sudah seperti orang yang kebanyakan muatan di sana, jangan lupakan juga tas milik Diana yang di kalung kan kebelakang leher nya.
Jennifer yang secara kebetulan ingin keluar dari ruangan nya pun melongo saat melihat atasan nya itu berada dalam gendongan suami nya dengan tangan yang penuh dengan perlengkapan milik kedua istrinya.
Dia ingin tertawa tapi dia masih sayang dengan pekerjaan nya jadi sebisa mungkin dia menahan tawa nya.
"Berani kau menertawakan aku, maka besok jangan pernah datang lagi" ancam nya saat dia melihat asisten pribadi istri nya menahan tawa saat berpapasan dengan nya.
Sontak Jennifer menunduk kepalanya, dia berusaha untuk tidak tertawa dengan apa yang di lihat nya saat ini.
"Tutup pintu ruang nya, jangan biarkan ada orang lain yang masuk apa kamu mengerti!"
"Baik Tuan!"
Albert tidak menjawab dia berjalan keluar dari butik tersebut, tentu apa yang dilakukan nya itu menarik perhatian setiap orang yang melihat nya.
Namun lagi-lagi ancaman yang keluar dari mulut nya membungkam mereka semua dan mereka pun melanjutkan pekerjaan nya.
Kini Albert telah sampai di samping pintu mobil nya, entah bagaimana caranya dari membuka pintu belakang lalu memasukkan Diana di sana.
Sedangkan Maria dia sedikit pun tidak peduli dengan suami nya itu, dia malah memejamkan mata nya juga di sana.
Albert menutup pintu nya setelah menidurkan Diana, dia menaruh semua barang-barang itu di bagian belakang mobil.
__ADS_1
Semua sudah ada pada tempat, kini saat nya mereka kembali ke rumahnya.
Tut
Tut
Tut
"Apa!"
"Kamu di mana?" tanya Albert singkat.
"Mau apa tidak bisanya menanyakan aku ada di mana?"
"Tidak ada hanya bertanya, aku sedang dalam perjalanan pulang, itu saja!"
"Aku tidak peduli kau di mana, dan buat apa kau beri tahu aku,!"
"Astaga Grey kau ini kenapa,aku hanya bertanya di mana!"
"Aku ada di kantor jangan sesekali menelpon ku jika tidak penting, kau pikir aku pacaran mu yang selalu ingin tahu apa yang kau lakukan!"
"Aku masih sangat normal untuk menyukai mu, bahkan aku punya dua istri!"
"Aku hanya ingin mengatakan cepat pulang, karena istri ku mungkin sedang hamil dan dia ingin makan masakan mu!"
"Bajingan kau Albert,!"
."Sialan kau!"
"Tunggu aku bangsat aku pasti akan membunuh mu!"
Tut
Tut
Tut
Plak
"Kamu ini kenapa suka sekali membuat nya marah"
"Lagi pula aku tidak sedang hamil, apa jangan-jangan kamu telah tidur dengan Diana!
Plak
"Aduuuhhh"
*Albert kenapa suka nya bikin huru hara deh
🤭🤭🤭🤭
jangan lupa kopi nya akak
__ADS_1
Terimakasih*