
Sudah satu Minggu lama nya, Diana selalu menempel pada suami nya dia tidak membiarkan sedikit Albert beranjak dari sisi nya, bahkan saat malam dia akan merajuk pada suaminya itu jika di tinggalkan.
Itu membuat Albert tidak bisa menolak keinginan nya, bahkan sejak dia kembali dari bulan madu nya dia sama sekali belum menyentuh pekerjaan nya sama sekali.
Bahkan makan pun mereka melakukan di dalam kamar seperti kemauan Diana, ponsel milik nya juga entah kemana, dia sama sekali tidak menemukan nya sejak dia masuk ke dalam kamar tersebut.
Albert pun merasa janggal dengan semua ini, dia merasa kalau diana tidak pernah lagi mau membagi waktu antara dia dan juga kakak madu nya.
Diana menyita waktunya hanya untuk nya padahal dia juga harus tetap bekerja di perusahaan meski itu milik nya pribadi, setiap kali Albert membahas nya, dia akan selalu marah dan mengatakan kalau Albert tidak lagi peduli dengannya.
Lagi-lagi Albert menahan kekesalannya pada Putri sahabat nya itu, yang entah kini menjadi keras kepala seperti itu.
Malam hari nya di saat mereka selesai melakukan pergulatan nya, Albert pelan-pelan bangun dari tidurnya, memakai pakaian nya, dia berjalan pelan agar tidak membangun kan Diana yang tengah kelelahan itu.
Albert masuk kedalam kamar milik nya yang biasa dia gunakan bersama istri pertama nya, saat masuk kedalam Albert mengerutkan dahinya saat kamar itu gelap tanpa cahaya sedikitpun.
Dia menghidupkan lampu nya di sana, kamar nya kosong seakan tidak ada kehidupan di dalam kamar tersebut, dia pun masuk ke dalam meski dia yakin istri nya itu tidak ada di sana.
Albert masuk kedalam kamar mandi, dia ingin tahu apa istrinya itu ada di sana atau tidak, tebakannya benar istrinya itu tidak ada di sana, tidak ada jejak air di lantai atau wastafel yang menandakan bahwa kamar mandi itu sudah lama tidak di gunakan.
Albert saat dia berada di ruang ganti, dia melihat sebuah kejanggalan lagi yang dia tidak tahu apa itu, dia keluar dari sana menuju kamar Kelvin yang berada tidak jauh dari kamar milik mama nya.
Dia mengetuk pintu nya di sana, biar bagaimanapun anak nya itu punya privasi yang harus di harga, jadi dia mengetuk pintu kamar anaknya itu.
Lama Albert berdiri di sana tapi pintu tak kunjung di buka, jangan kan di buka sahutan dari pemilik kamar pun tidak terdengar di telinga nya, dia pun langsung membuka nya, dan lagi dia mendapatkan sesuatu yang sama dengan apa yang di temukan di kamar nya sendiri.
Dia langsung bergegas menuju kamar putra pertamanya, dia tidak lagi mengetuk pintu nya, tapi dia langsung masuk begitu saja saat pintu di buka oleh nya.
__ADS_1
Deg
Albert mematung di sana, kamar ketiga orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu kosong tanpa penghuni, dia menutup pintu kamar, dia turun ke bawah.
Di sana dia melihat rumah nya itu sudah gelap seakan tidak ada orang di dalam nya, Albert langsung membuka semua lampu yang ada di sana, seketika rumah yang tadi nya gulita itu menjadi terang benderang.
Dia berlari turun dari lantai dua menuju dapur dia mencari seseorang yang bisa dia tanyai.
"Kemana Nyonya besar mu?" tanya Albert pada pelayan yang di temui nya sedang mencuci piring.
"Nyonya muda bilang, Nyonya besar sedang jalan-jalan bersama Tuan David dan juga Tuan Kelvin"
"Kemana?"
"Saya tidak tahu Tuan, mereka pergi setelah Tuan kembali dari bulan madu nya bersama Nyonya muda"
"Kurang lebih satu Minggu ini Tuan, apa sekarang Tuan sudah sembuh"
"Sembuh, aku tidak sakit"
Albert hanya bisa menahan kekesalannya pada Diana yang mengatakan bahwa dia sedang sakit dan harus istirahat total, lagi yang membuat nya tidak habis pikir adalah dia mengatakan kalau Maria tidak mau merawat nya.
Dia tahu istrinya itu seperti apa, dia akan menangis sepanjang waktu jika dia jatuh sakit, dan tidak akan beranjak dari sisi nya sedetik pun.
Dia turun ke lantai bawah, menuju ruang kerja nya, dia masuk dalam lalu mengunci pintu rumah nya, dia membuka laptop milik nya yang terhubung langsung dengan ponsel pribadi nya.
Kembali dia mendesah kesal saat tidak ada satu pun pesan dari istri pertama nya, bahkan kedua anak nya juga tidak menghubungi nya sama sekali.
__ADS_1
Dia yang sedang mengecek laporan pun di kejutkan dengan telepon rumah nya yang tiba-tiba berdering, dia segara menjawab nya, dan langsung mendapatkan semburan kemarahan dari asisten pribadi nya.
"Ku kira kau sudah tidak lagi peduli dengan apa pun, hingga melupakan semua tugas-tugas mu"
"Aku mengundurkan diri jika kelakuan mu seperti itu" Albert melotot mendengar apa yang di katakan oleh asisten nya, apa yang sebenarnya terjadi hingga semua orang terlihat marah pada nya.
"Apa yang terjadi?"
"Perusahaan hampir kolebs dan kau sebagai shareholder malah enak-enakan di dalam kamar membajak istri muda mu, bajingan" umpat Revan yang tidak lagi memperdulikan status nya.
"Bagaimana bisa?"
"Tentu saja bisa, apa yang tidak bisa di dunia bisnis, bahkan bisa dan sangat bisa jika hanya membuat perusahaan ini hancur dalam hitungan menit saja, sialan"
"Seperti kita harus bertemu, ada banyak hal yang tidak bisa aku pahami, sekarang kau ada di mana, aku akan menemui mu"
"Tidak perlu, urus saja sendiri urusan mu dan juga istri muda mu, aku muak dengan semua ini"
Revan pun menutup panggilan nya dia sudah tidak lagi bisa bersabar menghadapi Albert yang semakin kesini, semakin di atur pergerakan nya oleh Diana.
Albert tertegun dengan apa yang di katakan oleh asisten nya itu yang kembali bekerja pada nya, menggantikan posisi anak nya yang sedang sakit, situasi di luar pasti tidak lagi terkendali dengan baik, sedangkan dia acuh dengan semua nya membuat asisten pribadi nya itu marah pada nya.
Albert mengacak-acak rambut, dia bingung dengan semua yang terjadi, istri pertama dan kedua anak nya entah di mana sekarang, di tambah perusahaan yang seperti sedang dalam masalah besar, lalu istri muda nya yang membuat ulah itu membuat kepalanya berdenyut sakit.
Dia mencoba menghubungi kedua putranya tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat panggilan, Albert keluar dari ruang kerja nya, dia melangkah pergi dari rumah nya
Tapi langkah nya terhenti saat mendengar seseorang yang tengah mencari dengan histeris di lantai atas.
__ADS_1
Pyaaar.