
"Aaaahhh, sakiiiit Thaaa!" kata Albert saat telinga nya di tarik oleh Agatha.
"Rasakan, siapa suruh mesum saat sahabat ku baru saja keluar dari rumah sakit, kau bisa menjepitkan nya dulu pada pintu atau cari istri kedua mu!"
"Mana mungkin semua itu ku lakukan, sama-sama sakit nanti!"
"Maka dari itu bersabar lah, jangan main enak sendiri saja!"
"Lagi pula sahabat mu itu juga tidak keberatan!"
"Mana ada seperti itu, pergi sana, aku mau meluluri tubuh istri mu, kulit nya sedikit kering karena lama tidak di pakaikan lulur!,"
"Sini aku bantu" ucap Albert dengan semangat empat Lima.
"Tidak pergi dari sini atau ku tali milik mu yang panjang itu!"
Refleks Albert menutupi barang berharga nya itu, dia langsung berlari terbirit-birit saat mendengar ancaman mematikan yang keluar dari mulut sahabat nya.
"Dasar psikopat" ucap nya sambil menuruni tangga rumahnya.
Dia masuk ke dalam ruang kerjanya, membiarkan saja apa yang ingin di lakukan oleh kedua wanita itu.
Sementara di kamar Maria tertawa saat melihat wajah pucat suami yang benar-benar ketakutan dengan ancaman dari Agatha.
"kamu membuat nya ketakutan!"
"biarkan saja siapa suruh mesum, istri nya saja baru keluar dari rumah saku udah main sosor aja!"
...----------------...
"Bagaimana keadaan mu Ria, tanya Geffrey saat baru saja masuk kedalam rumah sahabat nya itu.
"Sudah sehat Grey, hanya saja masih tidak bisa melakukan pekerjaan berat!"
"Apa selama ini Albert memaksamu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sendiri?"
"Tentu saja tidak Grey!"
"Lalu pekerjaan berat seperti apa itu, atau jangan-jangan dia selalu memaksa mu untuk bergerak di atas!"
Blug.
"Mulut mu Geffrey, aku tidak pernah memintanya untuk di atas kalau bukan kemauan nya sendiri!" jawab Albert sambil melempar bantal sofa yang tetap mengenai wajah Geffrey
"Kau tidak pernah memaksa, omong kosong apa itu, kamu bisa percaya atau tidak sayang"
"Apa?"
Agatha melirik dua orang yang sedang duduk berdampingan.
"Jangan buka aib kau Tha!" peringat Albert.
"Aib?, bukan kah Selama ini aib mu juga aib ku, dan sebaliknya?"bjawab Geffrey dengan senyum mengejek nya
Ha-ha-haaaaaa.
"Kenapa kau jujur sekali dan sial nya kenapa itu benar!" jawab Albert
"Kamu tahu sayang, tadi ada kadal buntung yang tertangkap basah sedang menerkam mangsanya, padahal mangsanya itu masih belum sehat!"
Geffrey menatap tajam pada Albert yang kini mengalihkan pandangan dia tidak ingin bertatap muka dengan mertua nya itu.
__ADS_1
"Mama"
"Kamu sudah pulang Dav, Bagaimana semuanya lancar?" tanya Maria saat putra nya itu baru saja pulang dari kantor.
"Itu pasti Ma, semua berkat doa dari Mama!"
"AKu mandi dulu ma!"
"pergilah!"
"yang terlihat di matanya hanya mama mama dan mama nya saja tidak ada yang lain!" sebal Albert yang tidak pernah terlihat oleh putra pertamanya itu
"Jangan banyak protes, biarkan saja dia asal dia masih mau membantu mu!
"Al ada yang ingin aku bicarakan dengan mu nanti"
"Kita ke ruang kerja ku saja Grey!"
Geffrey mengangguk, mereka semua larut dalam obrolan ringan seputar dunia pekerjaan , sedangkan dua wanita itu tengah mengawasi para art yang sedang menyiapkan makanan.
Atensi mereka berdua teralihkan saat mendengar suara sepatu yang menggema di sana, tak butuh waktu lama orang tersebut sudah sampai di depan mereka.
"Diana" ucap mereka saat melihat Diana yang sedang tidak sadarkan diri di gendongan Lucas.
"Apa yang terjadi?" tanya Geffrey saat Diana di baring di atas sofa.
"Nona muda terkena bius, saat tadi keluar dari toko kue, untung saja Johan melihat nya dan segera mengejar pelaku, saya yang berada di sekitar lokasi langsung menuju kesana saat mendapatkan sinyal bahaya dari Johan"
Albert mengeratkan rahang nya, siapa yang sudah berani nya mengusik milik nya, Albert tidak akan membiarkan nya lolos begitu saja, dia akan membuat perhitungan dengan orang itu lihat saja nanti.
"Apa pelaku nya sudah di temukan!"
"Aku tidak menyangka pengamanan berlapis yang kita lakukan masih bisa tertembus oleh para bajingan itu!"
"Kau tahu siapa pelakunya Grey!"
"Ariel eizer Gilbert"
"Sudah ku duga!"
"kau pergilah juga, bawa bajingan itu ke hadapan ku"
"Baik Tuan saya permisi!"
"Aku akan membawanya ke kamar, panggilkan dua mama nya!"
Albert langsung menggendong Diana menuju kamar tamu yang berada di lantai satu, tak lama kemudian ketiga orang itu masuk dengan wajah paniknya.
"Apa yang terjadi?"
"Dia hanya kelelahan saja, biar kan dia istirahat!"
"Tha, Balurkan minyak kayu putih pada telapak kakinya!"
Sepuluh menit berlalu akhirnya Diana terbangun dari pingsan nya, dia memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing.
"Mama?"
"Kenapa aku ada di sini?"
"Dia tadi pingsan!" ucap Geffrey setelah mendapatkan tatapan penuh tanya dari istri nya.
__ADS_1
"Tadi aku pulang dari butik mampir ke toko kue, setelah itu aku tidak mengingat apa pun!"
"Jangan terlalu di pikirkan, yang penting kamu sekarang sudah baik-baik saja!"
"Tuan"
Mereka semua menoleh pada pria yang kini berdiri di belakang mereka.
"Ada masalah pekerjaan yang ingin saya sampaikan!" ucap Johan yang langsung merinding saat melihat tatapan tidak bersahabat dari atasannya tersebut.
"Kita bicarakan di ruang kerja ku saja!"
"Ada apa ini pa?" tanya David yang baru saja turun dari lantai dua.
"Kamu juga ikut dengan kami David!"
David mengangguk, ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya, melihat tatapan papa dan Om nya yang tidak bersahabat itu.
" tutup pintunya"
ceklek
ceklek
"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Geffrey.
"Seperti nya anda sudah bisa menebak siapa pelakunya?"
"Jadi benar bajingan itu yang melakukan nya!"
"Benar Tuan, itu sesuai dengan pengakuan dan bukti transfer atas nama Ariel eizer Gilbert sebesar 100jt"
Geffrey masih bersikap santai tidak seperti Albert yang mudah terbawa emosi.
"Dimana dia sekarang?"
"Ruang bawah tanah, gudang penyimpanan barang tak terpakai milik Tuan Albert!"
"Lalu bajingan itu?"
"Dia sedang ada di salah satu hotel di pusat kota!"
"Johan, lakukan seperti biasa nya, dan kau Lucas bereskan kekacauan yang terjadi!"
"Baik Tuan!" mereka berdua pun keluar untuk malaksanakan tugas yang di berikan oleh Geffrey.
Sedangkan David menatap tidak percaya dengan apa yang di perintahkan oleh Geffrey pada dua orang itu, ternyata di balik sisi penyayang seorang Geffrey tersimpan jiwa penuh dendam saat ada yang mencoba bermain api dengan nya.
"Mulai sekarang jangan pernah pergi seorang diri David, aku tengah memulai perang bisnis jadi jangan pernah bertindak ceroboh atau percaya pada orang lain!"
"Apa kamu mengerti?"
"Baik Om!"
"Kau boleh menggunakan senjata saat terdesak, tapi jangan ceroboh sampai membahayakan keselamatan perusahaan!"
"Aku tahu pa!"
"Sekarang ayo keluar, nanti mereka bisa curiga kalau kita terlalu lama di sini!"
Mereka pun keluar dari sana dan ternyata semua orang sudah menunggu di meja makan.
__ADS_1