Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pembukaan


__ADS_3

Diana memang memang memasangkan cincin pernikahan milik Albert di jari tengah nya, karena di jari manis nya melingkar cincin pernikahan dengan istri pertama nya Maria.


Dan dia tidak keberadaan dengan ada nya cincin yang masih melingkar di sana, ya dia sadar akan status nya di sana, yang hanya menjadi istri sementara untuk Albert, setidak dengan pernikahan semu ini di tetap bisa memiliki laki-laki itu.


Dan kini tiba lah yang sangat sulit untuk Albert di mana saat pembuka agama meminta nya untuk mencium pengantin wanita nya.


Dengan hati yang bimbang Albert membuka veil yang menutupi wajah cantik wanita yang dulu dia gantikan popok nya itu dan kini malah menjadi istri nya.


sungguh itu tidak pernah ada dalam bayangan atau pun halusinasi nya, tapi agak nya semesta lah yang menjadi penentu dari setiap kehidupan.


kini veil sudah terbuka dan wajah di balik nya menatap nya dengan rona malu di sana, di ambil nya tangan kanan milik wanita yang beberapa saat lalu telah resmi menjadi istri nya.


di letakkan tangan itu menutupi bibir Diana, lali ia mencium punggung tangan itu, sementara Diana hanya tersenyum-senyum samar untuk menutupi rasa kecewanya saat laki-laki yang menjadi suami nya itu tidak memberikan nya ciuman seperti pasangan yang lain nya.


Tapi lagi-lagi dia harus menelan semuanya, dan selalu menyadarkan dirinya bahwa dia hanyalah istri status saja, bahkan mungkin saja setelah ini Albert akan langsung menceraikan nya.


Tepuk tangan dari tamu undangan membuat nya menoleh pada sosok laki-laki yang ada di sana, Geffrey dia menjadi pria paling rapuh saat ini saat melihat Diana yang kecewa pada Albert di hari pernikahan nya.


Tapi dia juga menghargai keputusan teman yang kini merangkap menjadi menantunya itu dengan tidak menyentuh Diana.


Setidak nya Geffrey bisa bernafas lega, saat Albert benar-benar menjadi putri nya itu.


Kini semua orang kembali ke hotel tempat resepsi akan di langsung kan nanti malam, Diana masuk ke dalam salah satu kamar bersama kakak perempuan nya dan Darren keponakan nya.


"Kamu baik-baik saja Diana?"


"Aku baik-baik saja kak, tidak perlu khawatir" ucap nya sambil melepas gaun pernikahan nya.


"Dimana Om Al, kenapa kamu malah di sini?"


"Aku lihat tadi dia masuk ke kamar Tante Maria!" ucap nya seakan tidak peduli dengan semua itu.

__ADS_1


"Kembalilah ke kamar mu nanti takut suami mu mencari mu!" kata Stevani sambil mengelus rambut adik nya itu, seakan dia memberikan kekuatan pada adik perempuan yang selama ini selalu mengalah pada nya.


"Tidak akan, dia pasti akan tetap di sana sampai resepsi nanti malam!"


"Terserah kamu saja, apa kamu mau makan dulu, aku akan turun setelah ini, Darren harus makan siang!"


"Pergilah, jangan hiraukan aku, Aku kan tidur setelah ini!"


"Apa kamu mau kakak bawakan makan siang ke sini?"


"Tidak perlu aku akan turun jika aku lapar, jangan pusingkan aku!"


"Ya sudah istirahatlah!"


"Heem,"


Diana duduk sofa bed yang ada di sana, dia memejamkan mata nya yang sejak tadi ingin menumpahkan air matanya, dia bahagia sekaligus kecewa dengan suaminya yang memilih bersama istri Pertama nya saat ini.


Jadi dia harus siapkan hati pikiran dan mental nya agar tetap lurus pada jalan nya, jika nanti Albert melepaskan nya sekali pun dia tidak ingin posisi pria itu di gantikan oleh siapa pun, dia hanya ingin menikah satu kali dan itu hanya dengan Albert.


...****************...


Sementara di kamar yang lain sosok pria yang menjadi pengantin pengganti itu tengah memeluk wanita yang menjadi poros hidup nya, tujuan hidupnya bahkan seluruh hati dan hidup nya di pusat kan hanya pada satu wanita yang kini sedang menangis di pelukannya.


Kecupan penuh maaf itu terus di rasakan oleh Maria yang kini menangis dalam pelukan suami nya, dia tidak menyangka jika di usia pernikahan yang memasuki tahun ke tiga puluhan itu dia akan di madu oleh suaminya.


Bayangan akan terabaikan setelah ini memenuhi pikiran nya, dia takut akan benar-benar kehilangan suami nya itu, takut dia akan di buang karena tidak lagi bisa memberikan kenikmatan malam pada suaminya itu.


Dia semakin erat memeluk pria nya itu, pria hebat yang tidak pernah mempermasalahkan tentang siapa dirinya dulu, yang hidup penuh dengan kekurangan, tapi ketulusan nya berteman dengan Albert dan juga Agatha membuat nya dia tidak lagi kekurangan apapun setelah berteman dengan mereka.


Albert yang menyadari ketakutan istrinya pun membalas pelukan nya dengan erat pula, seakan dia berjanji akan terus ada di samping wanita yang menerima seluruh masa lalu nya itu.

__ADS_1


Masa lalu kelam yang tidak pernah di ungkit oleh Maria sepanjang pernikahan mereka, kini mereka sama-sama menumpahkan rasa yang menyesakkan dada nya.


Wanita mana yang rela membagi cintanya dengan wanita lain, begitu juga dengan maria.


Albert merenggangkan pelukan kedua nya, mata nya mengarah pada bibir wanita yang juga menatap nya sendu itu.


Di raih nya bibir itu dengan gairah yang sudah memuncak di sana dia ingin menghapus semua pemikiran buruk yang kini bersarang di pikiran istri nya itu, dia berpikir harus menyenangkan istri nya itu saat ini.


Cara yang Albert gunakan untuk menenangkan wanita nya sungguh di luar dugaan semua orang, di angkat nya tubuh yang masih sangat menggairahkan itu ke atas ranjang, di kukung nya tubuh wanita yang kini tergolek pasrah di bawah nya.


Di ***** nya lagi bibir itu, sementara tangan nya sudah menjalar turun ke bukit barisan milik wanita yang masih cantik di usia dewasa nya.


Satu suara keluar dari bibir Maria saat Albert melepaskan ciumannya, tapi tangan besar nya itu masih memeras bukit barisan yang ada di sana.


"Aku menginginkan mu sayang" ucapnya dengan suara parau nya.


"lakukan apapun yang ingin kamu lakukan pada ku, aku tidak tahu setelah ini apa kamu masih menginginkan aku saat hasrat mu naik!" jawab nya di belainya rahang suami yang kini ada di atas nya.


"Jangan katakan apapun, kamu istri ku dan aku akan selalu mencari saat aku merindukan kehangatan mu!"


"Tapiii-------"


Albert yang tidak ingin mendengar apapun yang di katakan istri nya pun langsung merampas bibir nya dengan kasar di sertai remasan tangan di bukit barisan milik Maria itu.


Maria menjerit tertahan, bibir nya tidak tidak bisa memprotes tindakan suaminya yang tersulut gairah bercampur dengan emosi itu.


"Aaaaaahhhhh"


Tok


Tok

__ADS_1


__ADS_2