
Agatha mendesah kesal saat dia menyadari kebodohannya, dan lihat senyum penuh kemenangan yang terlihat jelas di wajah sahabatnya itu.
"Sudah ingat siapa mertuaku?"
Agatha melengos saat mendapatkan pertanyaan yang begitu menyebalkan dari Albert.
"Lupakan itu, sekarang lebih baik kamu cari sana siapa pendonor nya, kita harus berterima kasih pada nya!"
"Aku dan Geffrey sedang mencarinya, tapi seperti nya dia tidak ingin di ketahui identitas nya!"
"Apa mungkin dia orang yang begitu hebat hingga kalian tidak bisa menemukan nya?"
"Aku rasa tidak, karena mereka orang yang punya pikiran bisnis jadi mereka tidak akan dengan suka rela memberikan nya tanpa meminta imbalan!"
"Apa lagi mereka tahu siapa aku dan juga Geffrey, kalau pun aku katakan lah tidak mampu pasti Grey juga tidaka kan tinggal diam kan?"
"Kamu benar Al, aku akan sangat berterima kasih kalau bisa bertemu dengan nya!"
"Tapi Al kalau suatu saat nanti dia datang dan meminta semua yang kamu punya, bagaimana ?"
"Aku punya mertua kaya jadi aku akan menumpang hidup pada nya!" jawab Albert sekan tidak ada yang salah sama sekali dengan ucapan nya.
"Siapa juga yang mau menampung mu, bisa bangkrut aku nanti!"
"Tadi kata nya aku tidak punya mertua sekarang bilang tidak mau menampung ku, jadi sebenarnya aku punya mertua apa tidak? dan lagi siapa dia?"
" Tutup mulutmu Al, kalau tidak aku akan merobek mulut mu itu!" Albert mengangkat tangan nya tanda menyerah dia tidak ingin membuat sahabat itu marah dan bisa-bisa dia mati berdiri di sana.
"Aku mau tidur di dulu Tha nanti bangun kan aku kalau terjadi apa-apa!"
"Tidur lah, kamu sudah makan?"
"Sudah, nanti saja lagi, aku masih kenyang!"
Albert berjalan menuju sofa lalu merebahkan tubuhnya di sana, mata nya memang terpejam tapi isi kepalanya tidak lepas dari banyaknya pertanyaan yang muncul di sana.
Entah kenapa, bayangan Diana kini seakan menari di pelupuk matanya, terakhir dia melihat istri kedua itu menetes air mata saat melihat nya bersenda gurau dengan Maria yang akan menjalani operasi nya.
Tapi saat dia memalingkan wajahnya ke arah Diana dengan buru-buru dia langsung menghapus air mata dan berjalan mendekat ke arah mereka, Diana berlakon seperti tidak terjadi apa-apa.
Namun mata dan hati Albert tidak bisa tertipu dengan alasan Diana, yang saat Albert menanyakan tentang kenapa dia menangis, Diana menyangkal nya dan mengatakan kalau itu tangan bahagianya karena Maria sudah mendapatkan pendonor nya.
Dan mengatakan bahwa dia tidak bisa menemani Maria saat operasi karena harus pergi keluar negeri untuk peragaan busana yang dia ikut berpartisipasi di sana.
__ADS_1
Albert langsung merogoh saku nya mencari ponselnya lalu menghubungi istri keduanya itu yang sejak tadi tidak mengabari nya.
Tut
Tut
Tut
Empat kali panggilan dari nya tidak di jawab oleh Diana, itu membuat nya bertanya-tanya sebegitu sibuknya kah sampai di melupakan nya, atau mungkin dia tengah berkencan dengan seseorang yang baru di kenal nya.
Albert jadi uring-uringan sendiri saat Diana tidak memberikan kabar dan pengawal yang dia tugaskan untuk menjaga diana juga tidak mengangkat panggilan dari nya.
"Kemana saja para bajingan itu, kenapa tidak ada satupun menerima panggilan ku!"
"Angkat sialan!"
"Apa yang kau lakukan Albert!" bentak Agatha yang kesal dengan suara Albert yang menganggu ketenangan Maria.
"Aku menghubungi putri mu tapi dia tidak mengangkat nya!"
"Dia sedang sibuk Albert, jangan ganggu dia!"
"Setidaknya dia selalu mengirimkan pesan pada ku setiap dua sekali dan ini sudah enam jam tapi dia belum juga mengirimkan pesan pada ku!"
Ups, Agatha menutup mulut nya dia serasa membangun kan singa tidur yang sedang kelaparan.
"Aku akan menemani Maria!" ucap Agatha yang langsung pergi dari cengkraman bahaya kadal buntung itu.
"Menyeramkan sekali dia!"
ucap nya lalu duduk di kursi yang dekat dengan ranjang milik Maria.
"Suami mu itu menyeramkan sekali Ria!" meski pun Maria tidak mendengar apa yang di katakan oleh nya
...****************...
Hari terus berganti
Kegelisahan Albert tentang keberadaan Diana masih menyelimuti hati Albert, meski para pengawal nya itu mengatakan bahwa nyonya muda mereka tidak keluar dari kamar hotel nya membuat Albert bertanya-tanya.
'Apa yang di lakukan oleh istrinya itu di dalam kamar nya'
Bahkan dia juga sudah membicarakan kejanggalan ini pada Geffrey dan jawaban yang dia dapatkan dari mertua itu sama sekali tidak bisa membuat hati nya tenang.
__ADS_1
Dia ingin menyusul Diana ke sana tapi Albert melarangnya dengan dalih yang tidak sepenuhnya bisa dia terima.
Keduanya sama-sama istrinya tapi kenapa malah berat sebelah pikir nya, tapi lagi-lagi Geffrey berkata jika Diana baik-baik saja dan berada dalam pantauan nya.
Sedangkan Maria dia butuh Albert untuk selalu di samping nya untuk segera memulihkan keadaan nya pasca operasi.
dan Albert juga setiap jam menghubungi Diana meski dia sering kali menolak panggilan video dari Albert dan lebih memilih menggunakan panggilan suara.
Albert tidak lagi mendebat mertua itu dia pun menurut nya dan hari ini lagi-lagi dia di hadapan kan dengan satu pilihan sulit, Maria yang sudah di perbolehkan pulang dan Diana yang juga di jadwal kan akan mendarat hari ini juga.
Albert bimbang di sana dia bingung harus yang mana dulu yang di dahulukan, mengantar Maria pulang atau menyusul Diana terlebih dahulu.
"Sayang kenapa?" tanya Maria yang menyadari bahwa suaminya itu terlihat bingung.
"Apa masih sakit?"
"Tidak, katakan pada ku apa yang terjadi kenapa seperti bingung begitu, kamu tidak senang aku boleh pulang!"
CUP
"Bukan seperti itu, hanya saja saat ini Diana juga akan kembali dari peragaan busana itu aku bingung antara ingin menjemput nya terlebih dahulu atau mengantarkan mu pulang!"
"Jadi itu yang membuat mu gelisah?"
Albert mengangguk sambil menyembunyikan wajah nya di ceruk leher istrinya, mode manjanya Albert sedang ON sekarang apa lagi sudah satu bulan dia tidak bisa bermanja-manja dengan istri nya.
Hanya bermanja ya bukan beriya-iya, uuppsss.
"Pergilah jemput istri mu, selama aku di rawat kamu sudah menemaniku, jadi kini giliran dia yang bersama mu!"
"Jemput dan ajak dia pergi bersenang-senang, tapi tidak untuk menggarap nya!"
Albert menjauhkan wajah nya dari leher istrinya itu, dia menatap Maria dengan raut wajah yang tidak terbaca.
"Kenapa aku salah lagi?"
"Iya tidak biasanya kamu meminta ku untuk menemani Diana!"
"Hey apa yang kamu katakan sayang, jangan buat aku seperti madu yang kejam, aku selalu membiarkan mu pergi dengan Diana!"
"Iya kah aku lupa!"
"mungkin karena sudah lama aku tidak kamu manjakan jadi aku tidak bisa mengingat apapun lagi!"
__ADS_1
"Aaahhh sakit!"