Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Terselubung


__ADS_3

Geffrey mengeratkan rahang nya saat di melihat apa yang dia lihat, bagaimana mungkin ada orang yang begitu mirip dengan nya dan juga Albert, bukan hanya itu saja rekaman yang di tayangkan Lucas itu sama persis dengan apa yang di tuduhkan oleh David.


Juga apa yang di percayai oleh Agatha saat dia berhasil menghubungi kemarin.


"Bukti sudah ada di depan mata tapi kenapa kalian masih saja mengelak nya" tuduh David pada mereka semua.


"Kalau itu benar saya lalu untuk apa saya menunjukkan ini pada anda Tuan?"


"Bukan kah itu sama saja dengan bunuh diri?"


David terdiam dia mencoba mencerna apa yang permainan apa yang sedang terjadi disini.


"Dav apa kamu lupa kalau kemarin itu kita semua sedang ada pertemuan besar dengan para pembisnis besar?"


"Iya" jawab nya saat menyadari semua nya.


"Kemarin kita berempat berada di tempat pertemuan dan langsung pulang saat sudah selesai" kata Albert menjelaskan.


"Justru saat kami pulang kita tidak menemukan mereka di rumah malah kita mendapatkan kiriman foto san video dari mereka yang sedang berada di atas kapal pesiar" kata Geffrey


"Sudah jelas jika ini tujuan mereka mereka ingin kita saling hilang kepercayaan satu sama lain dan perceraian adalah puncak dari rencana mereka" sambung Geffrey.


"Apa tujuan mereka ingin papa dan mama bercerai?" tanya Kelvin yang sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan.


"Tentu saja kehancuran perusahaan dan juga perceraian itu dia tujuan yang mereka inginkan dan satu lagi"


"Apa itu?" kini David lah yang bertanya, saat menyadari bahwa suaminya sudah tersusun dsn terencana dengan sedemikian rupa.


"Mantan kekasih Tante mu menginginkan nya, begitu juga dengan cinta pertama Geffrey yang ingin di nikahi oleh nya"


"Lalu kenapa papa dan mama juga?"


"Ada yang juga menginginkan Papa, dia juga ingin menjadi istri papa, tapi tidak untuk istri ke tiga, tapi istri satu-satunya"


"Jangan lupakan juga kalau ada seseorang yang juga tengah mengincar Nyonya muda!"


Semua orang yang ada di sana menatap pada Johan yang kini membuka suara yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan semua nya.


"Bukan hanya itu saja, saya juga menemukan rekaman bahwa orang yang mengincar Nyonya muda adalah seorang dokter yang meng inginkan agar Nyonya muda melupakan masa lalu nya" terang Lucas pada mereka.


"Kita harus secepat mungkin, kalau tidak mereka dalam bahaya"


"Di mana mereka saat ini" tanya David


"Tadi saya sempat memulihkannya, jadi panggilan Tuan muda bisa di terima di sana"


"Tuan Grey apa anda tahu kalau mertua Anda punya pulau pribadi yang di tempati oleh paman Nyonya Agatha?"

__ADS_1


"Aku sempat mendengar itu dulu tapi untuk lebih jelasnya atau tidak tahu sama sekali"


"Jangan bilang kalau istri ku ada di sana?" tebak Albert.


"Anda benar, dan saat ini saya dan juga Johan sudah mengirim banyak anak buah ke sana"


"Kita ke sana sekarang, mereka tidak akan mau ikut pulang karena masih mempercayai apa yang mereka lihat"


"Ayo"


Mereka pun memutuskan untuk menyusul ketempat di mana para wanita itu berada.


Sementara itu, ponsel milik Agatha yang tadi sedang menerima telepon pun tiba-tiba di rebut secara paksa, dan langsung di banting ke tembok yang ada di sana.


Diana yang tadi nya memejamkan mata nya pun terbangun saat mendengar suara gaduh tersebut, tubuh nya lemah karena sejak kemarin dia tidak mau makan apa pun.


"Apa-apaan ini Tante, kenapa membanting ponsel milik ku"


Istri dari paman nya itu tidak menjawab dia malah mengeluarkan sebilah pisau yang di sembunyikan dari balik baju nya.


Mereka yang panik pun langsung berteriak, dengan harapan ada yang mendengar suara mereka dan mau menolong.


"Teriak lah sampai pita suara mu putus, tidak akan ada yang mendengar suara kalian"


"Sudah sejak lama aku menginginkan kematian mu wanita ******" teriak nya lagi.


"Aku tidak merebut Grey dari siapapun dia sendiri yang datang dan melamar ku"


"jangan munafik Agatha kalau saja kau tidak menggunakan cara licik untuk mendapatkan Grey pasti saat ini putri ku yang menjadi istri nya"


"Kamu ini lucu Tante, aku sudah lama mengenal Geffrey frazer dan aku mengenal nya lebih dari yang orang lain tahu"


"Dia sama sekali tidak pernah menunjukkan rasa ketertarikan nya pada Chindy, putri mu saja yang baper"


"Kurang ajar"


Brak


Semua orang menoleh ke arah pintu yang di dobrak dari luar, orang-orang itu bermaksud untuk menolong mereka yang tadi melintas di depan rumah itu dan mendengar suara teriakan minta tolong.


Mereka pun langsung masuk ke sana, tapi saat sampai di sana, mereka langsung di acungkan senjata tajam oleh pemilik rumah.


"Jangan mendekat atau aku akan membunuh kalian semua"


Salah satu dari mereka terus maju mendekati Rena yang kini berjalan mundur menghindari mereka semua sampai langkah kaki nya membentur tembok.


"Berhenti kata ku apa kalian tuli" ucap Rena masih dengan pisau yang di acungkan.

__ADS_1


Orang itu tidak menggubris apa yang di katakan oleh Rena terus maju dengan sorot mata yang mengintimidasi.


"Mundur atau aku akan membunuhmu"


Prang.


Grep.


"Bawa mereka keluar dari sini"


"Ayo kita keluar dari sini sebelum dia bisa meloloskan diri"


Agatha yang masih syok pun berusaha menyadarkan pikiran, begitu juga dengan Maria yang kini memeluk tubuh bergetar Diana.


Wanita yang tengah hamil muda itu mengalami sesuatu yang bisa sana menggoncang kejiwaan nya, terlihat jelas di wajah Diana bahwa dia sangat ketakutan di sana, trauma itu bisa muncul dan menyerang siapa pun tanpa pandang bulu.


"Ayo sayang kita pergi dari sini" ucap Agatha yang kini merangkul putri nya itu keluar dari kamar tersebut.


Setelah mereka semua keluar dari sana senyum tipis tersungging di wajah pria yang tadi memegangi kedua tangan yang perlahan dia lepaskan.


"Akting yang bagus"


Tak


"Ini bagian mu sesuai dengan kesepakatan, cepat tinggalkan rumah ini, mereka sedang menuju kemari"


"Baik Bos"


Ucap Rena yang tersenyum saat pria itu keluar dari kamar tersebut, dia pun mengambil segebok uang yang ada di meja, dia menghitung jumlah yang dan ternyata benar sesuai dengan kesepakatan yang ada.


"Senang bekerja sama dengan mu"


"Bagaimana" tanya paman dari Agatha yang sejak tadi memperhatikan mereka di balik pintu kamar.


"Aman"


"Ayo kita juga harus pergi dari sini, sebelum suaminya itu sampai di sini"


"Aku tidak menyangka kalau dia berani membayar mahal hanya untuk menjadi pahlawan kesiangan"


"Tutup mulutmu, kalau dia mendengar ucapan mu bisa-bisa kita berdua mati sebelum berhasil merebut harta milik Geffrey"


"Aku tidak sabar untuk itu"


Mereka langsung pergi dari sana beberapa menit sebelum Geffrey dan juga yang lain nya ada di sana.


"Sial kita terlambat"

__ADS_1


__ADS_2