
Dug
"Sakit sialan"
umpat Albert pada Geffrey yang melempari nya dengan satu botol air mineral yang mendarat tepat di kening nya.
"Itu terapi yang cocok untuk supaya gumpalan darah yang menyumbat saluran darah bisa mengalir kembali dan pemiliknya bisa berfikir dengan normal"
"Kau pikir aku gila?" kata Albert yang tidak terima di katai tidak normal oleh mertuanya itu.
"Buka pintunya aku mau pergi dengan menantu ku"
"Yang menantu mu itu aku bukan anak sialan itu"
Geffrey mengangkat bahunya, seakan dia tidak peduli sama sekali dengan ocehan tak bermutu sahabat nya itu.
"Katakan dengan jelas apa yang kamu ketahui?" tanya Albert pada Kelvin.
"Aku heran kenapa putri ku bisa gila pada pria tidak berperikemanusiaan, aku ini mertuanya tapi saja sekali tidak di persilahkan untuk duduk" gumam Geffrey yang secara langsung menyindir Albert.
Tapi apa Albert peduli dengan itu semua, sama sekali tidak, bahkan dia pura-pura tidak mendengar apa-apa.
"Cepat cerita kan apa yang kamu ketahui sebelum aku benar-benar menghapus nama mu dari daftar ahli waris ku"
Kelvin terdiam dia kaget dengan apa yang di katakan oleh papa nya itu, dia merasa bersalah karena telah membangkang kedua orang tuanya.
"Maafkan Kelvin pa"
"Bicara maaf sekali lagi aku benar-benar tidak akan memberikan mu sepersen dari harta yang ku miliki"
"Sekarang katakan dan jangan banyak bicara yang tak penting"
Kelvin pun mengangguk lalu menceritakan apa yang dia lihat saat di rumah sakit waktu itu.
Flashback on
Kelvin baru saja keluar dari rawat inap di salah satu rumah sakit yang ada di sana, tadi saat dia baru pulang dari kantor yang sudah beberapa bulan ini menjadi tempat nya menggantungkan hidupnya.
__ADS_1
Meski dia seorang anak dari pemilik hotel terbesar di negara itu tidak lantas membuat nya bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan nya, apa lagi dia melamar tanpa membawa dokumen yang di milik selain kartu identitas diri nya.
Dia di sana bekerja sebagai seorang office boy tampan yang selalu mencuri perhatian karyawati yang bekerja di sana.
Albert dan Geffrey bukan tidak tahu hanya saja dia membiarkan itu semua, agar putranya itu sadar bahwa apa yang dia lakukan itu salah dan juga biar dia melihat seperti apa wanita yang di bela bahkan sampai menentang mama nya.
Di keluar dari ruang rawat dan berniat untuk segera pergi dari sana, tubuh lelah nya membuat dia ingin mandi lalu berkelana di alam mimpinya.
Saat di berjalan di lorong rumah sakit di melihat seorang wanita yang pernah di sakiti hati nya bahkan mungkin sampai saat ini wanita itu menaruh kebencian pada nya, dan itu wajar, karena dia lah yang membuat dirinya di benci oleh banyak orang.
Dia berjalan mendekat ke arah wanita yang sedang melamun di kursi nya, dengan mengusap lembut perut nya yang datar itu seakan mengajak nya berbicara, tentang keadaan mereka yang tidak bisa bertemu dengan Papa nya.
"Sabar ya sayang nanti kita akan berkumpul lagi bersama Daddy,"
Entah kenapa Kelvin merasa begitu sakit hati saat mendengar itu semua, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya, kenapa papa nya tidak ada di sana menemani nya memeriksa kandungan nya, kenapa tidak bisa bertemu.
Tapi belum sempat dia mendengar apa yang akan di katakan oleh Diana, mama nya menghampiri Diana lalu mengatakan bahwa akan pergi ke tempat tidak di ketahui oleh siapapun di sana.
Deg
'Apa yang terjadi?" tanya Kelvin dalam hati.
Setelah mengatakan itu Agatha mengajak putri nya itu untuk masuk ke ruang perawatan dan meminta suster untuk membantu nya keluar dari rumah sakit.
Kelvin pun pergi dari sana, dia harus melakukan sesuatu agar dia mendapatkan maaf dari anggota keluarga nya.
Sampai di apartemen milik nya Kelvin tetap tidak bisa memejamkan mata, dia terus menerus memikirkan tentang bagaimana cara untuk memberikan kabar pada kedua orang tua nya.
Sampai tadi pagi dengan segala keberanian dia nekad mendatangi kantor Om Grey tentu nya dengan pakaian nyeleneh nya yang tidak mungkin di izinkan masuk oleh satpam yang ada di sana.
Mungkin nasib baik atau sebuah kebetulan di bertemu langsung dengan Geffrey yang baru saja tiba di kantor nya, saat dia ingin mendekat tapi seorang satpam itu menahannya sampai dia mengatakan satu kalimat yang membuat Geffrey langsung menoleh ke arah nya.
Geffrey pun meminta satpam tersebut melepas nya, dia juga mengajak Kelvin masuk ke ruang kerja nya, di sana tanpa basa-basi Kelvin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa mereka ingin bercerita.
Geffrey yang mendengar itu pun di buat panik karena dia sama sekali tidak melakukan apapun yang di tuduh kan Kelvin pada nya, bagaimana mungkin dia mengkhianati cinta nya pada Agatha yang sudah memberikan kehidupan yang sangat luar biasa ini.
"Dan lagi Om, apa papa dan Diana bertengkar kenapa Diana memeriksakan kandungan seorang diri tanpa di temani Papa?"
__ADS_1
Duaaarrr.
"Bahkan aku mendengar kalau Diana merindukan papa, tapi tidak bisa bertemu, jadi bisa Om jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanpa menjawab Geffrey membawa kelvin keluar dari kantor nya menuju hotel milik papa nya.
"Om mau membawa ku kemana?"
"Kita temui Papa mu dia harus tahu apa yang terjadi pada putri ku"
"Tapi Om, aku takut nanti papa marah,"
Geffrey menatap tajam pada kelvin yang kini membuang pandangannya tidak berani menatap pria yang duduk di samping nya tatapan nya terlalu tajam dan itu bisa membelah nya menjadi dua jika dia sampai melakukan kesalahannya lagi.
Flashback off.
"Jadi benar aku akan punya anak, Diana mengandung anak ku?"
"Jelas kau bapak nya, karena kau yang selalu mengungkung nya dan selalu tembak dalam mana tidak hamil anak ku" ucap Geffrey seakan ingin menelan mentah-mentah sahabat nya itu, dia tidak habis pikir dengan apa yang ada di kepala menantu nya itu.
"Aku akan menjadi ayah lagi aku punya bayi lagi Grey" ucap nya dengan senyum penuh kebahagiaan.
"Jangan berlebihan dan tutup mulutmu, ini bukan saatnya untuk merayakannya, ingat kita sedang menghadapi musuh yang belum kita tahu siapa dia?"
"Kau benar Papa mertua, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang"
"Tutup mulutmu Al, sekali lagi aku dengar kau memanggilku seperti itu, akan ku potong lidah mu itu"
Tok
tok
tok
"Masuk"
"Maaf Tuan ada surat dari pengadilan"
__ADS_1