Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Topeng wajah


__ADS_3

"Tuan jangan turun, kita ikuti mereka di depan sudah ada anak buah kita yang mengikuti mereka" larang Johan saat Geffrey ingin turun dari mobil.


Dia pun kembali duduk di tempat nya, mobil langsung melaju meninggalkan rumah yang baru saja dia lihat meski dia pernah mendengar cerita nya.


"Lebih cepat lagi"


Johan tidak mendengarkan apa yang di perintahkan oleh Tuan nya itu, jalanan di depan nya menanjak dan cukup licin, itu akan sangat berbahaya jika mereka lewati jalanan itu dengan kecepatan tinggi.


Kabut asap juga mengurangi jarak pandang mobil yang mereka gunakan mengingat saat ini mereka berada di ketinggian yang dikelilingi oleh pegunungan meski jalanan sudah di aspal, di sisi kanan nya tebing dengan banyaknya pepohonan di sana dan di sebelah kiri nya adalah jurang dengan kedalaman yang tidak bisa di perkirakan.


Saat ini kabut sudah mulai menipis dan jarak pandang sudah kembali normal tapi lagi-lagi masalah datang menghampiri mereka saat jalanan di depan nya itu buntu dan mereka tidak bisa berbuat apapun di sana.


Albert turun dari mobil di ikuti oleh David di sana, Lucas juga ikut turun dari sana setelah memastikan mobil nya terparkir dengan sempurna.


Begitu juga dengan Geffrey, David dan juga Johan mereka turun dari mobil di ikuti beberapa anak buah mereka yang turun mobil nya.


"Bagaimana ini Grey?" tanya Albert yang tidak lagi bisa menyembunyikan rasa kekhawatiran pada kedua istrinya, terlebih Diana kini sedang berbadan dua.


"Jangan bertanya apapun pada ku sialan aku tidak bisa berpikir lagi" bentak Geffrey.


"Kau pikir hanya kau saja dan aku tidak, istri ku sedang hamil bangsat dan ini semua gara-gara kau"


"Kenapa harus aku, kau juga terlibat di sini"


"Cukup Pa , Om saat ini bukan waktu yang tepat untuk mendebat ini semua yang harus kita lakukan sekarang bagaimana kita bisa keluar dari sini"


"Johan hubungi anak buah mu yang mengikuti mereka di belakangnya tadi" perintah Grey pada Johan yang berdiri tidak jauh dari tempat nya.


"Salah satu dari mereka berhasil mengikuti mereka sampai di sebuah restoran yang ada di kota Tuan"


"Bahkan mereka memperlakukan Nyonya dengan baik"


"Mereka yang membawa nya pergi tadi tapi siapa?"


"Saya tidak tahu Tuan nanti saya akan meminta mereka untuk mengambil foto nya"


"Putar baik semua mobil nya satu persatu kita harus segera keluar dari sini"

__ADS_1


Butuh keahlian khusus untuk bisa memutar balikan mobil di jalanan satu jalur itu, dan Johan lah yang berjuang untuk melakukan itu semua.


Karena tidak ada satu pun dari mereka yang berani melakukan nya, salah sedikit saja nyawa taruhannya, dan Johan mengambil itu sebagai bentuk tanggung jawab nya kepada bos dan juga bawahan nya.


Satu jam adalah waktu yang cukup lama untuk mereka yang sedang di kejar oleh waktu, beberapa kali terdengar umpatan yang keluar dari mulut Albert yang sudah tidak sabar untuk segera menemui istrinya itu.


"Kalau kau masih saja terus mengumpat aku akan melempar mu ke jurang itu"


"Silakan saja kalau mau Diana menjadi janda di usia muda nya"


"Tidak perlu khawatir aku akan menikahi Diana" jawab Kelvin dengan entengnya.


"Berani kau mengatakan itu pada ibu tiri mu aku akan melenyapkan mu saat itu juga"


"Papa ku seperti sudah bucin pada putri mu itu Om?"


"Kamu yang mengatakan bukan aku, aku bahkan muak melihat tingkah nya setiap hari"


"Asal jangan melupakan mama saja" sahut David dingin.


"Jangan bicara omong kosong tentang mama kalian, seberapa banyak pun wanita di sekeliling ku, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi nya, termasuk Diana"


"Apa mau protes, Diana ada di saat aku sudah memiliki segala nya sedangkan Maria dia tahu seberapa sulit kehidupan kita"


"Kalau kau di posisi ku pasti merasakan juga apa yang aku rasakan Grey"


"Tuan mobil nya sudah siap, kita harus segera kesana sebelum semua nya terlambat"


"Ayo"


Johan yang mendengar itu hanya diam, sambil menatap Tuan nya itu, tidak tahu kan Tuan nya itu jika di baru saja menantang malaikat maut yang hampir saja menjadi teman nya dan kini di di suruh mengendarai mobilnya lagi.


Sungguh bos nya itu sama sekali tidak perhatian pada nya, Geffrey yang telah duduk di kursinya pun menyadari kalau asisten pribadi nya itu belum masuk ke dalam mobil dia malah duduk di salah satu pembatas jalan yang ada di sana.


Geffrey pun kembali turun menghampiri Johan yang tampak kelelahan.


"Kau baik-baik saja"

__ADS_1


"Tidak"


"katakan ada apa jangan sampai aku melempar mu ke sana" ancam Geffrey yang menunjukkan ke arah belakang.


"Saya sedikit gemetar kalau harus kembali mengendari mobil"


"Ya sudah sana masuk aku yang akan mengemudi mobil nya"


Tanpa menunggu lagi Geffrey lang berbalik arah dan masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Johan yang kini duduk cantik di samping kursi kemudi.


Mobil melaju cukup kencang mengejar ketertinggalannya mereka tadi, kini di depan sudah terlihat mobil yang di kendarai oleh Albert dan juga anak buah nya yang berada di barisan paling depan.


Sementara Lucas dia kehilangan kontak dengan anak buah nya yang kini sedang mengikuti Nyonya nya itu.


"Tuan bisa saja bergabung di mobil Tuan Grey, ponsel saya ini tersadap kembali dan saya tidak bisa membuka nya, ada beberapa yang harus di lakukan oleh Johan agar ponsel saya kembali normal"


"Pakai punya ku" kata Kelvin yang kini mengulurkan tangannya.


Dia kembali bisa terhubung dengan anak buah nya yang ada di sana, tapi anak buah nya itu malah pergi dari sana.


Sial.


"Kenapa lagi Lucas"


"Anak buah saya dia dalam kembali ke kantor atas perintah Tuan Grey"


"Grey untuk apa dia memerintahkan nya untuk pergi"


"Tunggu pa, apa Om Grey tahu nomor ponsel orang-orang Papa?" tanya David yang merasa kan kejanggalan ini.


"Bajingan dia kembali muncul memakai wajah yang sama"


"Apa maksudnya pa" tanya kelvin


"Seperti apa yang di perkirakan oleh Geffrey mereka memakai wajah papa dan Om Grey untuk mengelabuhi Mama dan Tante Agatha"


"Jangan bilang kalau mereka memakai topeng wajah untuk memecah-belah keadaan"

__ADS_1


"Kau benar sekali aku tahu mama mu, dia wanita yang tidak akan berani memakai bikini di tempat terbuka, apa lagi sampai menari-nari dan menggoyangkan tubuh nya"


Brak


__ADS_2