
Albert masuk ke dalam rumah nya dengan alis yang bertaut, dia cukup heran saat melihat semua orang berkumpul rumah nya, biasa nya mereka akan berkumpul di ruang Geffrey jika akan membahas sesuatu.
"Kenapa sudah pulang baru jam sembilan masih sore untuk menghabiskan waktu di luar sana?" tanya Maria dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
"Apa maksudnya?" Albert pun duduk di tengah-tengah kedua istrinya yang tengah duduk bersebelahan.
Tapi saat dia ingin mencium mereka langsung di tepis begitu saja, dan insting nya mengatakan bahwa ada yang tidak benar di sini.
"Ada apa Grey?" tanya nya pada mertuanya itu, jika dia bertanya pada kedua istrinya itu Pasti tidak akan mendapatkan jawaban nya.
"Mana aku tahu, Diana tadi yang meminta ku untuk datang ke sini, jadi lah aku di sini!"
"Ada apa sayang, kenapa mengumpulkan semua orang di sini!"
"Tanyakan saja pada Tante Maria!" jawab nya sambil menolak usapan di kepalanya, sedangkan Albert langsung menoleh pada istri pertamanya itu meminta penjelasan.
"Ada apa sayang, kalian baik-baik saja kan?"
"Tidak, kami semua tidak baik-baik saja!" seru nya.
"Kenapa coba katakan padaku?" tanya Albert yang juga mendapat penolakan saat ingin menggenggam tangan istri pertama nya itu.
Albert menghelakan nafas lalu menghirup nya lagi, dia harus ekstra sabar menghadapi dua istri plus mertua nya itu.
"Katakan apa salah ku, kenapa kalian mendiamkan aku dan tidak mau aku sentuh?"
"Karena ada kuman dan ular gatal yang menempel pada mu, Om!"
Albert menyengit, sesaat kemudian dia kembali teringat dengan kejadian yang ada di kafe tadi, dia langsung menggelengkan kepalanya saat menyadari semuanya.
"Sudah ingat atau perlu aku ingatkan?" tanya Maria sambil melipat kedua tangannya.
"Atau mungkin pura-pura lupa karena terlanjur menikmati nya?" kini Diana yang berkata, sedangkan Geffrey dan Agatha enggan berkomentar karena ini sebenarnya bukan ranah nya tapi apa pun itu mereka selalu mendukung satu sama lain kecuali penghianatan. mereka tidak akan memaafkan kesalahan yang satu ini.
"Aku tadi sudah menolak nya tapi dia terus memaksaku, apa lagi di salah satu kolega bisnis di sana!"
"Apa harus ada acara berpelukan juga bergandengan tangan?" tanya Diana yang tadi berada di kafe yang sama, saat Diana ingin menghampiri nya, dia malah melihat mereka tengah berpegang tangan.
jadi Diana memilih untuk tidak mendekat dan hanya melihat nya dari jauh, hati nya tidak akan sanggup jika harus melihat lebih dekat apa yang di lakukan oleh suaminya dengan wanita itu.
Albert terdiam dia tidak punya alasan lagi untuk menyangkal semua yang di katakan oleh Diana, Dia bingung harus menjelaskan dengan cara apa.
__ADS_1
"Bahkan dengan ku saja yang istri sah mu saja Om tidak pernah lakukan hal seperti itu, ini malah dengan orang lain!" ucap Diana menahan air mata yang telah siap mengalir di pipi nya.
"Kalau saja itu Tante Maria aku tidak akan cemburu dan aku akan biasa saja, tapi ini dengan siapa aku tidak tahu!" lanjut Diana sambil menunduk kepalanya.
"Setidak nya jika tidak dengan Tante maria, jangan dengan orang lain, cukup aku saja yang merasakan sakit nya tidak di anggap" ucap Diana yang langsung berdiri dan keluar dari rumah suaminya itu.
"Aku memberi mu izin untuk menikah lagi dengan alasan yang jelas, tapi aku tidak mau kalau kamu mau menikah lagi, aku akan mengajukan permohonan cerai jadi kamu bisa berbuat sesuka hati mu!"
Maria pun melakukan hal yang sama dengan Diana dia meninggalkan semua orang, lalu masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya dari dalam.
Sedangkan Geffrey dan Agatha mereka masih diam tanpa kata apa pun.
"Tenangkan diri mu dulu Al, baru pikir kan lagi cara untuk menjelaskan semuanya pada mereka berdua!" ucap Agatha setelah lama terdiam, dia sebenarnya juga kasihan pada sahabat sekaligus menantunya itu
, tapi apa yang di lakukan Albert tidak akan bisa di terima oleh wanita yang menjadi istri.
Termasuk dia kalau sampai di melihat Geffrey seperti itu dia juga pasti akan mendiamkan nya selama satu bulan biar tahu rasa bagaimana enak nya tidak di lihat oleh pasangan nya.
"Aku akan melihat Diana, Maria sudah cukup tangguh kalau hanya untuk menghadapi ulat bulu tapi mungkin tidak dengan Diana!"
"Pergilah lihat putri mu, aku seperti nya perlu memberikan shock terapi pada menantu mu ini, seperti sudah lama sekali aku tidak memberikan nya terapi!"
Di dalam kamar, Diana tidak lagi dapat membendung air matanya, sakit nya tidak di anggap tidak terasa begitu menyakitkan dari pada melihat suaminya itu bermesraan dengan wanita yang dia tidak tahu siapa itu.
Diana duduk di lantai membelakangi pintu yang telah dia kunci, meski dia yakin bahwa Albert tidak akan mungkin mengejarnya tapi dia tidak ingin orang tuanya melihat dia bersedih seperti itu.
Sampai dia mendengar suara ketukan pintu dan suara Mama nya tengah memanggil nama nya, Diana tersenyum miris di sana, dugaan nya benar suaminya itu akan lebih mementingkan istri pertama dia bandingkan dia.
Ternyata sesakit ini menjalani cinta yang bertepuk sebelah tangan, apa mungkin dia harus menyerahkan saja, dan memilih mundur dari tempat nya berdiri saat ini.
Entahlah Diana tidak tahu harus berbuat apa yang pasti dia tidak akan lagi mengharapkan untuk di cintai oleh suami tercinta nya itu, biar lah dia menunggu sampai Albert menjatuhkan talak nya.
Dia akan memilih diam tanpa mau berharap cinta nya akan terbalas kan oleh Albert.
Ya mungkin sudah saat nya dia sadar diri bahwa hanya dia yang menginginkan pernikahan ini.
...----------------...
Sementara Diana yang sudah pasrah dengan pun langsung mandi tanpa menghiraukan panggilan mama nya yang terus menggedor pintu kamar nya.
Dia ingin menata hati nya agar tidak lagi mengharapkan Albert.
__ADS_1
Kini Albert tengah berhadapan dengan sahabat yang dengan wajah tidak bersahabat, nyali nya kembali menciut saat mendengar ucapan dari Geffrey.
"Mau sampai kapan kau begini terus Albert, tidak cukup kah dia wanita itu ha, aku tidak akan menerima semuanya jika sampai kau kembali menyakiti Mereka, walau pun kamu suaminya!"
"Aku tidak bermaksud seperti itu Grey, kau juga tahu bahwa aku tidak pernah main-main lagi sejak menikah dengan Maria!"
"Lalu bagaimana dengan putri ku apa kau akan terus memberikan nya pernikahan palsu, sampai kapan?"
"Aku tahu dan sangat tahu kalau Diana tidak pernah memberikan mu kehangatan,tapi apa harus menjadi bajingan lagi, hanya karena Maria sudah tidak sanggup lagi memuaskan mu?"
"Dengar kan aku dulu aku bisa menceritakan semua nya?"
"Ya cerita kan sekarang sebelum aku benar-benar murka pada mu!"
Albert menceritakan semua nya pada papa mertua itu dia sama sekali tidak menutup-nutupi apa yang terjadi, biarlah dia menceritakan semua nya, mau bagaimana pun mereka tetap sahabat sejati yang tidak akan membiarkan salah satu di antara mereka terjatuh begitu saja.
Geffrey menarik nafas nya saat mendengar penjelasan dari menantu nya itu, dia mau kesal tapi dia juga bahkan masih banyak wanita muda yang dengan suka rela naik ke ranjang nya jika dia mau.
Sebenarnya tapi Albert menceritakan pun dia tahu kebenaran nya tapi dia ingin mendengarkan langsung dari mulut sahabat nya itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang Grey?" tanya Albert dengan nada putus asa nya.
"Mana aku tahu, jadi orang serakah punya istri sampai dua, pusing kan? aku yang satu saja sudah pusing kalau dia marah ini malah memelihara dua, jadi rasakan itu!"
"Hey bangsat, aku minta solusi bukan omong kosong!" teriaknya.
"Pergi datangi istri pertama mu, dia menjadi panutan putri ku, jadi bujuk dia terlebih dahulu, baru besok kau luangkan waktumu untuk membujuk istri kedua mu!"
Albert mengucap wajah nya, dia sangat frustasi akan kemarahan dua istri sekaligus.
"Kenapa pusing? masih mau menikah lagi?"
"Pergi sana kau bajingan, aku tambah pusing melihat wajah mu!"
"Dasar menantu tidak tahu diri, kau mengusir mertuamu ini?"
"Iya aku mengusir mu dari rumah ku, ada yang lebih penting dari kau sekarang!"
"Selamat berjuang kakak!" ucap Geffrey sambil mengepalkan tangannya.
"Geffrey frazer"
__ADS_1