Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pisang mandiri


__ADS_3

"Selamat pagi honey, ini untuk mu"



Diana yang masih berada dalam selimut itu pun menutup wajah nya yang tersipu, saat mendapatkan lagi dan lagi kejutan romantis dari suaminya.


sedangkan Albert yang melihat dia menutup wajahnya pun, menarik nya perlahan selimut yang di tahan oleh Diana.


"Buka honey, aku ingin melihat wajah mu"


Tetap saja Diana tidak mau membukanya hingga Albert dengan sekali tarikan selimut tebal itu telah terjatuh di lantai, Diana yang terkejut pun langsung duduk dan berusaha menutupi aset pribadi nya.


"Hubbyy"


"Selamat pagi honey, bagaimana tidur mu?" tanya Albert sambil memberikan bunga mawar merah pada istrinya.


"Berikan aku selimut nya, aku malu" ucap Diana yang kini menerima bunga yang di berikan Albert.


"Apa malu, aku sudah melihat semua nya, apa yang tidak aku ketahui, heeem?"


Ucap Albert sambil mengusap-usapkan wajah nya pada leher putih mulus milik istrinya, dengan jilatan nakal di sana, dan itu sukses membuat Diana yang baru saja terbangun itu merasakan sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan.


Yang pasti dia tidak ingin mengakhiri dengan cepat apa yang baru saja di lakukan oleh suaminya, Diana memejamkan mata menikmati setiap aktivitas yang di lakukan suaminya, padahal baru saja mereka menyelesaikan nya tapi kini mereka berdua bersiap untuk memulai nya kembali.


Lidah yang sedari tadi berkelana itu kini berada tepat di belakang telinga Diana, naik turun di sana, meninggalkan jejak merah yang membuat tubuh putih itu kini di penuhi oleh ruam-ruam merah di setiap inchi nya.


"Aaaahhhh"


Kombinasi sesapan di leher dan remasan lembut di kedua benda kenyal nya itu, membuat kesadaran diana menguap begitu saja, kini yang memenuhi isi kepalanya hanya ingin memuaskan dan juga di puaskan.


Benda tanpa tulang milik suaminya itu kini turun dari dataran menuju pegunungan yang menjadi spot favorit nya itu, dia sangat suka berlama-lama di sana, menyesap dan memainkan sesuka hati nya, sampai bagian atas istrinya itu kebas baru dia kan beranjak dari sana menuruni gunung, yang berlanjut dengan menelusuri gua gelap yang sudah cukup basah di sana.


Albert dengan konsentrasi tingkat tinggi nya memainkan tangannya di mulut jibay yang terdapat daging berlebih di sana, sedangkan satu tangan nya dia gunakan untuk meremas sesuai yang sangat lembut di tangan nya.


Sedangkan lidah nya, menari-nari dia puncak gunung dengan sesekali meminum air dari sumber mata air yang begitu melimpah.


"Uuuhhhh, hubby"


"Kenapa?" tanya Albert yang terpaksa melepaskan lidah nya dari tempat kesenangan nya.

__ADS_1


Dan Diana hanya menggeleng, tangan nya menarik kepala Albert, mengarahkan nya pada tempat yang tadi dia tinggalkan.


Sementara Albert menyunggingkan senyum nya saat tahu apa yang di inginkan oleh istrinya itu, tanpa menunggu lagi dia segera melahap nya semampu yang dia bisa.


"Eeehhhmmmm"


Saat mereka sedang panas-panasnya, kegiatan panas mereka harus terganggu saat ponsel milik Albert berdering, Albert mengabaikan nya saja dia tidak ingin kesenangan terganggu oleh panggilan yang menurutnya tidak lebih penting dari kegiatan panas nya.


"Aaahhhh,,,, angkat saja duluuuuu,,,"


"Aaahhh, siapa tahuuuu pennntingg"


Mendengar apa yang di katakan oleh istrinya itu membuat konsentrasi nya buyar, dia menjauh wajah nya dari mulut gua gelap yang sedang dia mainkan tadi.


Dia menatap penuh maksud pada istri nya, entah Diana yang memang sudah terlanjur jatuh cinta pada Albert, dia merasa posisi Albert yang seperti terlihat begitu seksi dan sangat-sangat membuat nya tidak bisa keluar dari jerat pria tua itu.


Cup.


"Aaahhh"


"Aku akan kembali, jadi tunggu sebentar"


"Apa?"


"Istri pertama mu sedang berlibur dengan kedua putramu, bahkan istri ku juga di sana"


"Agatha di sana, tadi dia mengatakan kalau dia di rumah bukan?"


"Iya, rumah yang di maksud adalah rumah milik mu di pinggiran pantai, di ujung kota"


"Aku sudah tahu tadi Maria sudah mengabari ku, aku tutup telpon nya, aku sedang berusaha menyenangkan putri mu"


"Sialan, kalian semua, semua orang berlibur bahkan kau bulan madu, dan aku kalian jadikan sapi perah di sini" sembur Geffrey pada menantu nya.


"Selamat bekerja papa mertua, semangat hahahahah"


Setelah mengatakan itu, Albert menutup panggilan nya dan kembali menyerang istrinya yang berbaring pasrah di bawah nya, suara kicau kepuasan terdengar memenuhi setiap ruang yang ada di sana, mereka sekan tidak pernah bosan untuk terus mendaki dsn terus mendaki puncak tertinggi yang semalam sudah mereka capai.


Tapi pagi ini, mereka kembali mengulang nya, seakan tidak ada kata puas dan cukup untuk mereka berdua, jiwa muda Diana yang masih begitu besar membuat ingin terus di daki oleh suaminya itu.

__ADS_1


Bahkan sampai guanya terasa kebas pun, Diana masih tetap menikmati bahkan membalas gerakan yang di lakukan oleh suaminya.


Berbagai macam gaya mereka praktek kan, membuat mereka merasakan sensasi berbeda dari setiap gaya yang mereka lakukan.


"Ahhh, hubbyy aaahhh"


"Kamuuu luar biasa honey, gua mu memijat Lancau ku"


"Aaaahhh,,,,,ssstt,,,,,ahhhh,"


"Huubbbyyy suudaaahhhh, akuuu tidak kuuuat"


"Sebentar lagi honey, sebentar lagi,,,, aaahh"


"Ini enak sekaliiiiii" racau Albert yang terus memompa pinggulnya dengan kedua tangan yang meremas nakal dua buah benda kenyal milik istrinya.


"Akuuu, mauuu keeluuuuuuaaarrrr"


"Bersama honey"


"emmmmppphh,,,,,,, eeemmmmpphh"


Suara kedua tertahan saat pelepasan kesekian kalinya itu terjadi, diana merasa ini adalah puncak paling tinggi yang pernah dia rasa.


Bagaimana tidak semua titik nya di serang secara bersamaan dengan dia yang berada di ketinggian yang siang melepaskan sesuatu yang membanjiri Lancau milik suaminya di tambah dia juga mendapat tembakan yang memenuhi dinding rahim nya.


Di saat bersamaan lidah mereka terus membelit satu sama lain, dan remasan dari suaminya itu tidak berkurang sama sekali.


"Aku mencintai mu"


Cup.


Diana tersenyum mendengar apa yang di katakan suami nya itu, sebuah kata cinta selepas percintaan panas memberikan kesan tersendiri bagi wanita yang baru saja turun dari pendakian nya.


Albert menggulingkan tubuh nya di samping istrinya itu lalu menarik Diana masuk kedalam pelukannya, di kecupnya berkali-kali kening istrinya yang basah kuyup oleh keringat hasil percintaan mereka tadi.


Diana yang berada di pelukan suami nya itu entah dengan sengaja atau tidak dia memainkan benda hitam kecil di dada nya, yang membuat Albert memejamkan mata nya sambil berkata sesuatu yang membuat Diana memukul dada bidang suaminya.


"Hentikan tangan nakal mu itu honey, apa kamu perut mu tidak lapar? apa pisang mandiri ku membuat mu kenyang"

__ADS_1


__ADS_2