
"yang kemarin itu adalah rencana yang sedang di susun oleh seseorang untuk membuat kita bertengkar lalu kemudian berpisah!"
"siapa?"
"Aku juga Geffrey belum bisa memastikan secara tepat siapa mereka tapi yang mereka inginkan adalah kamu dan Agatha pergi dari kami!"
"Mereka tahu kalau kalian adalah poin terkuat di sini, menurut perkiraan sahabat mu itu, ada orang yang sedang mengincar ku apa lagi saat dia tahu kamu memberikan aku ijin untuk menikah lagi!"
"Dan dia berkeinginan untuk menjadi istri ku juga tapi dengan cara menyingkirkan kamu!"
"Ada banyak orang yang bekerjasama di sini jadi aku mohon jangan mengambil keputusan yang belum tentu benar"
"Kamu boleh tidak percaya pada ku, tapi aku yakin kamu pasti percaya pada sahabat mu itu, jika ada apa-apa nanti tanyakan pada dia!"
"Iya aku mengerti dan satu lagi mantan tunangan Agatha juga terlibat di dalam nya"
"Apa"
"Jangan beritahu ini pada siapa pun, aku juga baru tahu tadi saat Johan melaporkan apa yang dia temukan!"
" Hari ini jangan kemana-mana di rumah saja dan tunggu aku pulang!"
"Iya"
"Aku minta maaf karena membuat mu kembali bersedih"
"Aku tidak mau memaafkan mu sebelum aku menghukum mu!"
"Hukum saja tapi tidak untuk menelusuri kedalaman!"
"ciiihhh, yang ada di kepala mu memang tidak jauh dari itu!"
"karena itu memabukkan sayang"
"Mandi lah dan sarapan aku tidak bisa menemani mu, tapi sebelum itu pasangkan dulu dasi dan jas ku!"
"Kenapa tidak minta tolong Diana"
"Aku mau nya kamu!"
Cup
"Dasar pembual ulung!"
"Kadal buntung"
"Aku terima semua nya dan yang pasti kadal buntung ini adalah kadal kesayangan mu!"
"Diiihhh"
__ADS_1
"Hey kenapa seperti itu!"
"Pergi lah sana aku mau tidur lagi, cari uang yang banyak!"
"Tidak, bangun dan mandi atau mau aku tiduri dan mandi kan dengan....."
"Iya aku bangun dan mandi, sudah sana pergi!" ucap Maria yang langsung turun dari tempat tidur nya menuju kamar mandi.
"Istri ku yang cantik pasangkan dulu dasi ku!" pinta Albert yang mengikuti istri dari belakang, dia sudah seperti seekor ayam yang membuntuti induk nya saja.
"Istri mu bukan hanya aku saja, jadi sana minta dia untuk memasang kan nya untuk mu!"
"Tidak mau!" ucap Albert dia tidak ingin istri pertama nya itu merasa tersingkir oleh kehadiran Diana, di depan Maria dia akan tetep menjadi pria kecil untuk istri cantik nya itu
"Kamu tidak mau dengan sikap mu yang seperti ini, kalau saja Diana tahu kelakuan yang seperti anak kecil ini, pasti dia tidak akan mau menjadi istri kedua mu!"
"Aku tidak peduli, yang pasti aku akan tetap seperti ini pada mu!"
"Sudah sama pergi, jangan lupa makan!"
"Iya, nanti malam aku tidak lembur jadi masak kan aku makanan kesukaan ku!"
"Iya nanti akan akan meminta pelayan untuk memasak nya untuk mu!"
"Aku minta kamu bukan pelayan!"
"Mau apa sebagai imbalan nya, kamu mau aku menyenangkan mu, heeemm!"
"Sudah pergi dari sini, aku mau mandi jangan sampai menggoda ku lagi kalau masih mau melihat ku ada di sini!"
"Baik lah aku pergi, hati-hati di rumah!"
Maria masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan suaminya yang masih berdiri di sana, sementara Albert yang diabaikan hanya tersenyum saja, saat istrinya itu sudah kembali ngomel pada nya.
Kalau sudah seperti itu Maria tidak akan lagi merajuk pada nya dan dia bisa bekerja dengan tenang, marah nya istri pertama nya itu akan mudah mereda jika dia sudah merengek seperti tadi menggelikan memang tapi itu lah cara paling ampun untuk meredakan kemarahan nya.
Kini dia sudah berada di meja makan dan tengah menikmati sarapan pagi nya bersama istri keduanya.
"Kak Maria kemana hubby?" tanya Diana saat suaminya itu duduk di kursinya tapi Kaka madu nya itu tidak kunjung keluar.
"Dia sedang mandi, sudah ayo kita sarapan dan berangkat!"
"Kita tunggu kak Maria dulu!"
"Aku ada meeting nanti jam sembilan dan sekarang sudah hampir jam delapan, aku bisa terlambat nanti!"
"Baik lah!"
"Jangan merasa sungkan aku sudah mengatakan nya pada Maria, lagi pula dia juga bangun tidur!"
__ADS_1
Diana hanya menganggukkan kepala nya lalu mengambil kan makanan untuk suami dan menaruh nya di piring.
Tak butuh waktu yang lama mereka kini sudah menyelesaikan makan dan langsung berangkat bersama, Albert akan mengantar istri kedua nya itu dulu, baru dia akan langsung menuju kantor milik mertuanya.
Ada yang harus mereka bahas bersama mengenai rencana yang akan mereka siap kan, mereka belum tahu dengan pasti siapa orang yang menginginkan kehancuran mereka berdua.
Kini mereka sudah berada di depan butik milik Diana, Diana turun dari sana setelah mendapat kecupan semangat dari suaminya itu.
Cup.
"Aku masih mengizinkan kamu bekerja sekarang tapi nanti kalau sudah punya anak tugas mu hanya di rumah, itu perintah dan tidak bisa di tawar!"
"Iya, aku bekerja dulu!"
"Hati-hati ingat pesan ku, jangan percaya siapa pun, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku atau papa mu,"
" iya, aku turun ya!"
Albert mengangguk sambil mengelus Surai rambut istrinya sebelum Diana keluar dari sana.
kini istrinya itu sudah turun dari mobil nya dan masuk kedalam butik milik nya, Albert melajukan kembali mobil nya saat Diana sudah tidak lagi bisa di lihat oleh netra nya.
Mobil yang di kendarai nya itu melaju dengan cepat menuju kantor mertua nya, sampai di sana dia menyerahkan kunci mobil pada satpam untuk di parkiran di tempat parkir para petinggi perusahaan meski dia bukan salah satu dari jajaran para petinggi di sana.
"Selamat pagi Tuan!" sapa Lucas asisten pribadi nya.
"Pagi apa yang kamu ketahui!"
"Kita bicarakan di ruang kerja tuan Grey saja!"
"Ayo"
Mereka berdua naik ke lantai di mana ruang kerja Geffrey berada, pintu lift terbuka menandakan bahwa mereka telah sampai di tempat yang mereka tuju.
Tanpa membuang waktu lagi Albert langsung membuka pintu ruang kerja itu tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Ceklek.
Geffrey melirik sinis pada menantu nya itu, bahkan ucapan nya yang keluar dari mulut Geffrey pun di hiraukan begitu saja oleh Albert.
"Tidak punya sopan santun!"
"Cepat katakan, apa yang sebenarnya terjadi!"
"Lihat saja sendiri"
Albert meraih map yang di berikan oleh mertuanya itu, dia membacanya nya dengan seksama namun ada yang mengejutkan di sana, dia lalu menatap pada Geffrey yang juga tengah menatap nya.
"Apa tujuan jal4n9 itu, sebenarnya....!"
__ADS_1