Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Ujicoba


__ADS_3

"Kenapa marah-marah sayang?" tanya Geffrey pada putrinya itu, sedangkan Albert dia tidak menghiraukan nya sama sekali, dia tahu betul Diana pasti tidak akan pergi saat David mengikuti nya.


"Om nyebelin, aku kan mau kencan malah nyuruh kak Dav ikut!"


"Kamu bisa menganggapnya tidak ada, kenapa repot sekali?"


"Suruh kak Dav tidak ikut pergi Ariel sudah menunggu ku di bawah!"


"Pilihan hanya dua, pergi di temani David atau tidak sama sekali!"


"Aku mau pergi berdua dengan Ariel Om!"


Tak


Suara bullpoint yang di letakkan secara kasar terdengar di sana, Diana terjingkat di sana, Albert yang kini menatap tajam ke arah nya, belum pernah sekalipun Albert marah pada nya selama ini, ini pertama kali nya dan mungkin yang terakhir kali.


"Baik pergi lah, kalau kamu mau pergi silakan, aku tidak akan lagi melarang mu melakukan ini itu"


"Terserah mu mau apa dan bagaimana, aku memang bukan suami yang tidak baik untuk mu, tapi aku tidak suka wanita yang masih berstatus istri ku pergi dengan laki-laki yang tidak jelas itu!"


"Tapi dia teman ku Om!"


"Teman? teman seperti apa, aku bahkan lebih tahu kau begitu dekat dengan Kelvin tapi nyatanya apa?"


"Apa?"


Diana tertunduk di sana dia tidak berani menatap wajah suaminya itu.


"Selama ini aku menjaga mu seperti putri ku sendiri, bahkan saat kejadian itu kau meminta aku yang menikahi mu pun aku lakukan meski aku tahu, kalau keputusan ku salah dengan menyakiti kalian berdua!"


"sampai saat ini pun aku bukan tidak ingin memiliki mu sepenuhnya jika itu yang membuat mu ingin pergi dengan bajingan itu, tapi aku masih waras dan aku ingin kamu menemukan laki-laki yang bisa menjagamu lebih dari yang aku lakukan!"


"Tapi kalau kau merasa tertekan dengan semua ini, baik aku akan melepaskan semua tanggung jawab mu pada ayah mu lagi!"


"Apa yang kau katakan Al?"


"Jika itu bisa membuat nya bahagia kenapa aku tidak memberikan nya?"


"Al ini tidak main-main?"

__ADS_1


"Aku tahu Grey, tapi kalau putri mu tidak bisa lagi aku atur lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Kau tahu Grey seberapa banyak pria bajingan yang aku singkirkan hanya untuk tetap membuat putri mu ini tidak di lecehkan, tapi apa yang aku dapatkan?"


"Aku hanya meminta nya untuk menunggu sampai benar-benar ada yang mencintai nya dengan tulus bukan hanya karena wajah cantik atau dia yang keturunan Frazer, itu saja!"


"Laki-laki sebejat apa pun itu pasti ingin menikahi wanita yang masih dalam keadaan suci dan aku menjaga nya Grey agar tidak jatuh pada pria bajingan seperti aku ini!"


Deg.


"Apa yang kalian perdebatan kan?" tanya Agatha yang tadi sedang berada di kamar Maria.


"Apa yang terjadi pa?"


"Tanya kan pada putri mu?" Jawab Geffrey sambil terus mengecek laporan yang di sodorkan oleh menantu nya itu.


"Kenapa sayang?" tanya Agatha pada putrinya yang tengah menangis hebat tanpa suara di samping suami nya.


"Al?"


Albert tidak menjawab dia berdiri lalu keluar dari kamar tersebut, dia harus menenangkan hati nya yang di penuhi oleh amarah.


Mereka berdua tetap diam tidak ada yang menjawab, ruang tamu kamar VVIP itu terdengar hening hanya suara segukan dari mulut Diana yang terdengar di sana.


"Putri mu itu memaksa pergi dengan putra nya Gilbert, dan suaminya itu mengizinkan nya pergi asal di temani oleh David, namun dia menolak dan ingin pergi berdua saja!"


"Bukan hanya Albert saya yang keberatan dengan semua ini tapi aku juga, dia sama-sama pemain seperti kami dulu, jadi aku tidak ingin dia menjadi salah satu korbannya!"


"jadi simpulkan sendiri apa yang terjadi selanjutnya, Albert sekarang sedang banyak pikiran pekerjaan terbengkalai istri pertama nya belum juga sadar kan diri lalu istri keduanya juga mau pergi dengan laki-laki yang sudah bisa di tebak jelas apa isi kepalanya!"


"Kita hanya memikirkan kemungkinan terburuk saja, tapi jika putri mu itu masih juga ingin pergi silakan, lagi pula Albert sudah menyerahkan nya lagi pada ku!"


"APA!"


"benar itu Diana?"


Diana hanya mengangguk, dia sadar diri bahwa dia yang salah di sini, niat nya ingin membuat Albert cemburu malah berakhir seperti ini.


Nasib pernikahan nya di ujung tanduk karena uji coba yang dia lakukan.

__ADS_1


Dia menyesal di sana dia tidak pernah tahu perjuangan suami yang melindungi nya agar tidak jatuh ke tangan yang salah, dia melindungi secara rapi tanpa dia curiga kalau dia sedang di awasi oleh para bodyguard tersembunyi yang di sebar oleh suaminya itu.


Diana tidak tahu kalau Ariel adalah salah satu spesies yang sama dengan papa dan juga om nya, tapi bukan kah semua orang bisa berubah termasuk Ariel, tapi kenapa Om nya itu menolak keras keinginan untuk berkencan dengan Ariel.


"Pergi kejar suami mu jika kamu masih ingin bersamanya, urusan Maria kita bicarakan nanti jika kondisi nya memungkinkan!"


Diana bangkit dari duduknya, di berlari keluar dari ruangan tersebut, dia mencari kemana suami nya itu pergi, tapi netra nah menangkap seseorang yang tengah duduk di salah satu bangku di depan ruang rawat itu.


Iya benar itu suaminya, suaminya itu tidak pergi seperti yang dia pikirkan, dia hanya ingin meredam emosi nya yang tadi keluar tanpa bisa di kendalikan lagi.


"Om?" panggil nya saat dia sudah berdiri di samping Albert yang tengah menengadahkan kepalanya keatas dengan mata yang terpejam.


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Albert, bahkan dia seolah menulikan pendengaran nya itu.


"Om, Maafkan Diana!"


Nihil hasil nya tetap sama suami nya itu masih diam tanpa bergerak sedikitpun.


Diana yang merasa di abaikan akhirnya duduk di samping Albert lalu mengambil satu tangannya, dia bawa nya tangan itu dan Diana menggenggam erat tangan Albert di sana.


"Aku minta maaf Om, aku janji tidak akan membuat mu marah lagi, aku akan menuruti apapun yang kamu katakan!"


"Om jawab jangan diam saja!"


Diana yang merasa usaha sia-sia pun tanpa aba-aba dia langsung menggigit telapak tangan suaminya itu


"Aaahh, sakit!"


"Siapa suruh tidak menjawab ku!"


"Jadi begini cara mu meminta maaf?"


Diana mengangguk dia tidak peduli lagi yang pasti sekarang suami nya itu sudah membuka matanya kembali, rencana Diana berhasil membuat Albert merespon nya kembali.


"Tapi aku masih marah sama kamu ya!"


"Perhitungan sekali tidak baik seperti itu pada istri nya!"


"Om aku minta maaf ya" ucapnya sekali lagi sambil mengerjap-erjapkan mata nya.

__ADS_1


Dia merayu suaminya itu dengan memasang wajah imut andalan nya.


__ADS_2