
"Pergi lah dia milik mu, tapi aku juga akan melakukan hal yang sama" jawab Maria.
"Setuju"
"Jadi kemana kalian akan pergi?"
"Aku ingin ke Maldives" jawab Diana dengan antusias.
"Dan Papa yang harus menyiapkan akomodasi nya semua nya, suami tidak boleh mengeluarkan uang sepeser pun untuk honeymoon ku" lanjut Diana pada papa nya, sedangkan Albert dia hanya menyunggingkan senyum nya saat mendengar permintaan istrinya.
"Apa pun untuk mu asal kamu bahagia"
"Aku juga mau seperti itu Grey, kamu harus adil juga pada ku!"
"Apa-apaan ini Kenapa kalian berdua sekongkol ingin memeras ku, ini semua pasti karena hasutan dari kadal buntung ini"
"Papa jangan memanggil suamiku seperti itu"
"Bela saja terus, suami mu itu"
"Ayo lah, Grey tidak setiap kali aku liburan juga meminta kamu bayarkan, kenapa pelit sekali"
"Suami mu kaya, kalian yang mau bersenang kenapa harus aku yang keluar biaya" ucap nya lagi.
"Aku tidak mau tau, ya ya ya" rayu Maria pada sahabat nya.
Geffrey yang melihat itu pun menghelakan nafas kesalnya, apa lagi saat melihat menantu itu yang menatap penuh kemenangan pada nya.
"Baiklah, kamu mau kemana?"
"Switzerland"
"Kenapa mahal sekali pilihan kalian hah ingin membuat ku bangkrut atau apa?"
"Dua Minggu cukup waktu kalian untuk bersenang senang"
"Terimakasih papa" ucap ketiga nya kompak.
"Kalian, aaaahhh"
"Jangan marah-marah sayang biar kan saja menantu mu itu pergi berlibur dengan kedua istrinya secara bergiliran,"
"Ibu mertua ku memang pengertian" ucap Albert dengan bangga nya.
"Tentu saja, aku selalu baik pada kalian semua"
"Tapi aku merasa ada yang tidak beres di sini" kata Albert yang menarik kembali omongan nya.
__ADS_1
"Jangan berburuk sangka pada mertua mu ini menantuku, kalau papa mertua kalian tidak mau melakukan nya itu nanti akan menjadi urusan ku, benar begitu suami ku" kata Agatha pada Geffrey yang hanya di sahut decak kesal nya.
"Jadi kamu akan berlibur satu bulan kan menantu ku?" tanya Agatha yang di angguki oleh Diana
"Aku mencium konspirasi di sini" ucap Maria yang merasakan hal yang sama dengan suami nya.
"Tenang saja kalian tidak perlu khawatir mengenai semua biaya akan di tanggung oleh papa kalian beserta uang jajan kalian di sana"
"Hey kenapa malah semakin menjadi saja" protes Geffrey yang tidak di tanggapi sama sekali oleh istrinya itu.
"Perusahaan juga papa mertua mu yang akan mengurus nya bersama ku nanti"
"Apa yang kau rencanakan?" tanya Albert yang semakin yakin bahwa semua itu hanya akal-akalan mertua nya.
"Aku tidak merencanakan apa pun, baru setelah kalian pulang aku juga ingin berlibur aku juga akan pergi berlibur dengan papa kalian"
"Tidak akan lama mungkin hanya dua bulan saja dan semua biaya akan di tanggung oleh menantu ku yang paling dermawan ini"
Dam it.
"Itu sama saja aku biaya sendiri"
"Semua sesuai dengan apa yang terjadi mereka ingin berlibur dengan biaya dari suami dan aku pun sama ingin berlibur tapi tidak menggunakan uang suami ku, bagaimana sayang? apa kamu setuju"
"Sangat setuju"
"Bukan masalah pelit sayang tapi suami mu itu kaya, jadi kenapa harus papa yang keluar uang"
"Aku tidak mau, pokok nya harus papa yang membayar nya"
"Sudah lah honey kita pergi dengan biaya sendiri saja, aku tidak akan jatuh miskin hanya karena menurut keinginan kalian berdua" lerai Albert yang tidak ingin memperpanjang masalah.
"Ya sudah, kita pergi saja satu bulan ya"
"Bagaimana bisa kalau satu bulan aku meninggalkan perusahaan, Kelvin tidak akan bisa mengurus nya sendiri apa lagi Lucas masih belum sadarkan diri"
"Papa ada suruh dia saja" ucap Diana sambil terus menatap penuh harap pada suaminya itu.
"Tidak bisa satu bulan honey, kalau bersama mu satu bulan dan bersama madu mu satu bulan juga, itu jadi dia bulan dan aku tidak bisa selama itu meninggal perusahaan"
Diana terdiam saat mendengar penjelasan suami nya itu, dia sadar bahwa suaminya itu bukan hanya milik nya tapi juga milik wanita lain yang lebih dulu memiliki suaminya.
"Baik lah"
"Kalian saja yang pergi aku di sini saja, lagi pula aku sudah sering dulu pergi bersama nya" kata media yang mencoba memahami keinginan madu nya itu.
"Itu hubby kakak mengizinkan nya ya ya, kita pergi satu bulan"
__ADS_1
"Tidak" jawab Albert tegas di sana, dia tidak ingin lagi dan lagi menyakiti hati istri pertama nya.
"Jika kakak mu tidak mau pergi, kita juga tidak pergi" lanjut Albert yang membuat semua orang langsung terdiam.
Suasana yang tadi nya penuh semangat itu kini langsung sunyi, hanya ada hembusan nafas yang ada di sana, Albert dia mencoba untuk adil di sana, dia tidak ingin salah satu dari mereka sakit hati karen nya lagi dan lagi.
"Maafkan aku kak" ucap Diana yang menyadari kesalahannya.
"Tidak perlu minta maaf, karena sejak awal kita sudah sepakat untuk berbagi jadi kita harus tetap berbagi waktu dan kasih sayang nya"
"Sudahi drama ini, sudah malam kalian harus istirahat" kata Geffrey.
"Kamu tidur lah, aku harus keluar dulu Johan menunggu ku di luar"
"Temani aku dulu" pinta Agatha.
"Sudah punya cucu tapi kelakuan masih seperti anak kecil"
"Dari pada kamu, sudah tua masih saja minum susu setiap malam"
Skak.
Albert langsung tidak berkutik saat menjawab apa yang di katakan oleh Agatha di sana, dia hanya diam menatap pada sahabat nya.
"Grey nanti antara kan aku ke tempat David dulu, aku tidur di sana saja"
"No"
"Kenapa? di sini sudah ada Diana dan anak ku tidak ada yang menjaga nya"
"Aku yang akan kesana, kamu naiklah ke sisi Diana dan tidur lah"
"Tapi aku-----"
"Tidur atau ku tiduri?" Tawar Albert yang langsung mendapatkan pukulan dari kedua istrinya.
"Dasar mantu tidak tahu malu" cibir Geffrey.
"Mau apa, suka-suka ku lah istri-istri ku ini"
Tidak ada yang menjawab apa yang di katakan Albert semua kini memejamkan mata nya, apa lagi waktu yang sudah sangat larut membuat mereka cepat masuk ke dalam alam mimpi.
Alam mimpi yang beberapa hari terakhir tidak mereka rasakan karena jarak yang tercipta, sesuatu yang sangat tidak mereka inginkan lagi, kini mereka sudah bisa berkumpul kembali setelah kebersamaan mereka tercerai berai oleh orang yang ingin menghancurkan mereka.
Baik Albert maupun Geffrey mereka sama-sama lega saat melihat mereka tertidur dalam ranjang rumah sakit.
Persahabatan mereka lah yang menjadi titik terkuat hingga setiap apa pun yang menghantam mereka akan cepat berlalu.
__ADS_1
Mereka akan saling membantu satu sama lain hingga mereka bisa berada di puncak kesuksesan yang membuat semua orang silau hingga melakukan segala cara untuk bisa merebut apa yang mereka miliki.