
Matahari sudah meninggi tapi Diana masih menggulung tubuh nya dalam selimut yang menutupi tubuh tanpa busana itu.
Entah jam berapa suaminya itu melepaskan nya, dia sudah tidak bisa merasakan apa pun lagi, rasa yang di berikan suami nya itu tidak lagi bisa di ungkap kan dengan kata-kata.
Terlalu indah untuk di gambarkan dan terlalu sayang untuk dilewatkan, yang dia ingat semalam selepas puncak nya entah yang ke berapa kali itu, membuat nya langsung tertidur meski suaminya itu masih terus saja berada di atas nya.
Stamina pria tua itu tidak pernah turun sedikit pun, meski sudah mengeluarkan banyak keringat bercampur sesuatu putih yang terasa hangat di rahim nya.
Albert bangun terlebih dahulu, dia langsung membersihkan dirinya setelah mencium kening istri nya yang kelelahan akibat ulah nya semalam.
Kini dia duduk di sofa sambil memperhatikan istrinya yang masih terlelap, di raih nya ponsel yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk, dia menggulir nya masuk ke aplikasi hijau yang ada di sana.
Tidak ada yang menarik di sana, hanya terdapat beberapa pesan dari Revan yang mengabarinya sesuatu yang menurutnya tetap harus Albert tahu.
Semua pesan tentang pekerjaan dia alihkan pada nomer pribadi milik mertua nya itu, sungguh dia tidak setengah-setengah untuk melimpahkan semua pekerjaan nya pada papa mertua nya.
Dia ingin tidak terganggu oleh apa pun itu, tapi satu yang membuat nya sedikit kesal, istri pertama nya itu tidak menghubungi nya pagi ini, apa dia masih belum tidur atau mungkin kecewa pada nya.
Dia yang ingin menghubungi nya pun membelalakkan matanya saat melihat story' yang di pasang oleh istri pertama nya.
Tanpa menunda lagi Albert langsung menghubungi istrinya, tapi hingga tidak kali panggilan itu tidak kunjung di angkat oleh si penerima panggilan.
"Kemana dia ini"
Dia yang kesal pun, tanpa berpikir dua kali dia langsung menghubungi ibu mertuanya yang mungkin saat ini bersama dengan istri nya.
Tapi lagi-lagi Albert harus menahan kekesalannya saat Agatha mengatakan bahwa di sedang tidak bersama istri nya saat ini.
Lalu dengan siapa istri nya itu di sana, jika Agatha saja ada di rumah, bisa dia pastikan kalau Geffrey sedang meeting dengan kolega bisnis nya.
Kedua putranya itu juga sedang sibuk dengan jadwal nya sendiri di mana Kelvin yang sekarang menjabat sebagai wakil presiden direktur di perusahaan milik mertuanya itu.
Jika saja bukan sahabat sekaligus mertuanya dia pasti tidak akan mengizinkan nya tapi apa boleh buat, dari pada dia yang harus berada di sana lebih baik putra nya saja, hitung-hitung sebagai hukuman untuk putra yang yang kabur, dan membuat keadaan kacau seperti ini.
Di tengah kebingungan nya, hanya satu pilihan yang dia punya, yaitu menghubungi Papa mertuanya yang menyebalkan itu.
Tut.
"Apa, jika tidak penting jangan menghubungi ku, aku sibuk" sergap Geffrey langsung.
"Maria kemana?"
"Mana aku tahu, kau suami kenapa bertanya pada ku, makanya jangan terlalu asyik dengan istri muda mu saja"
"Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu, jadi katakan di mana istri ku"
__ADS_1
"Aku tidak tahu"
"Ayo lah Grey, kamu tidak mungkin tidak tahu, semua orang berada dalam pantauan mu"
"Aku bilang tidak tahu ya tidak tahu, tadi dia pergi dari rumah pagi-pagi dan anak buah ku hilang jejak nya"
"Kenapa tidak kamu suruh cari anak buah mu"
"Kamu juga punya anak buah sendiri kenapa malah menyalahkan orang-orang ku"
"Ya sudah aku pulang saja sekarang, kalau putri mu marah kamu yang harus bertanggung jawab"
"hey bajingan kau kenapa aku, kau sudah melimpahkan seluruh pekerjaan mu pada ku dan sekarang aku masih juga harus menjaga istri mu, yang benar saja"
"Pokok nya aku tidak mau tahu, kalau sampai tiga jam lagi aku tidak mendapatkan informasi tentang istri pertama ku, aku akan pulang saat itu juga, dan kau yang haru membujuk putri mu itu"
"persetan dengan rumah tangga mu"
Tut
Tut
Tut
"Sial dia menutup panggilan nya"
"Dan lagi siapa laki-laki yang memeluk mu itu" berondong Albert saat panggilan dari istri nya itu sudah di angkat nya.
"Kamu cemburu?"
"Siapa dia, lihat saja aku akan menghajar nya jika aku pulang nanti" ucap Albert sambil mengeratkan gigi nya.
"Ini dia ada di sini, satu nya tidur di pangkuan ku dan satu nya menyandarkan kepada di pundak ku"
"Oohh jadi seperti itu kamu sekarang ya, sejak kapan kamu suka bermain dengan berondong "
"Sejak kamu menikah"
"Sayang ayo lah, jangan seperti ini, aku tidak akan bisa tenang jika kamu seperti itu" ucap nya lemas saat mendengar ucapan istrinya.
"Kenapa?, kamu saja bisa menikah lagi kenapa aku tidak"
"Jangan bercanda sesuatu yang tidak bisa di buat bahan candaan" bentak nya yang merasa panas di dada nya.
"Jangan membentak Mama ku, aku membiarkan papa menikah lagi, tapi tidak untuk menyia-nyiakan Mama"
__ADS_1
"Jika papa memang tidak lagi menginginkan mama, aku yang akan membawa nya dan sampai kapan pun papa, tidak akan aku ijinkan nya"
"David"
"Iya, kenapa kalau ini aku"
"Aku yang mengajak mama pergi tanpa ijin dari suaminya yang sedang asyik dengan istri muda nya"
"Apa kamu tahu Mama ku, wanita yang melahirkan ku menangis saat merindukan suaminya yang entah masih memiliki cinta untuk nya atau tidak"
"Sungguh aku tidak rela mama ku di madu, apa lagi dengan yang aku cintai"
Deg.
Semua orang terdiam saat mendengar kejujuran yang keluar dari mulut David, tidak ada yang menyangka jika David mencintai ibu tiri nya itu.
Apalagi Albert yang semakin merasa bersalah pada anak dan juga istri nya, dia menyakiti istrinya dengan menikah lagi dan wanita yang di nikahi nya itu adalah wanita yang di inginkan oleh putra sulung nya.
"Kenapa tidak mengatakan nya sejak dulu?" tanya Albert dengan suara rendah nya.
"Untuk apa juga, Diana tidak akan membuka hati nya untuk pria lain selain Papa" Sahut Kelvin yang memejamkan matanya menikmati tangan lembut mama nya yang sudah lama tidak dia rasakan.
"Lagi pula semua sudah terlambat untuk di sesali, sampai kapan mu Kakpl David juga tidak akan bisa menikahi Diana"
"Sudah-sudah kalian tadi ingin mengajak Mama jalan-jalan kan, jadi mama tidak mau acara ini berisi ketegangan"
"Tapi ma?"
"Mama tidak ingin membahas masalah ini, ada sesuatu yang tidak perlu kalian tahu kenapa mama menerima Diana sebagai madu Mama"
"Apa itu sayang"
"Sudah lah, sana jangan khawatir aku, aku baik-baik saja bersama dua putra mu"
"Kabari aku jika ada apa-apa, aku tidak ingin di cap sebagai suami yang lupa kulit nya"
"Iya, love you"
"Love you too"
"Kalian berdua jangan coba-coba membawa kabur istri ku"
"Kita lihat saja nanti," ucap David yang sengaja memancing papa nya.
"David Jeffry Hamilton"
__ADS_1
Hahahaha
"Hubbyy"