
Sang bulan kini telah menyerahkan urusan dunia pada sang mentari yang sudah bangun dari peraduan nya.
Diana sudah bangun pagi ini, mengambil alih peran yang biasa di lakukan oleh Kakak madunya yang mungkin madu nya itu kini masih berada di gulungan selimut atau mungkin juga malas untuk turun mengingat betapa kecewa nya pada suami mereka.
Di dapur dia memasak bihun goreng untuk sarapan, lengkap dengan telur mata sapi yang di goreng setengah matang.
Setelah semuanya selesai dia mengetuk pintu kamar Kakak madu nya itu tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi dan suaminya itu belum bangun, dia ingin membangunkan suaminya itu untuk bekerja.
Lama dia menunggu tapi tidak kunjung ada jawaban, dia pun terpaksa membuka pintu kamar itu.
Pintu telah terbuka namun suaminya itu tidak ada di sana bahkan di kamar mandi pun tidak ada, Diana keluar dari sana langsung naik ke atas menuju kamar utama pertama di rumah ini.
Tapi lagi-lagi dia harus di kecewakan karena suaminya itu tidak ada di sana, suaminya itu juga tidak tidur dengan nya semalam, lalu kemana pergi nya suami nya itu.
Diana berjalan ke arah sofa yang ada di ruang santai di lantai dua, saat di susah hampir dekat dengan sofa itu, dia mendengar hembusan nafas dari seseorang yang mungkin saja itu suami nya, tapi kenapa dia tidur di sana.
Tidak mungkin David juga kan anak tiri nya itu lebih memilih pulang ke apartemen nya dari pada ke rumah besar ini.
Diana menghampiri suaminya yang sedang tertidur pulas dia tidak sampai hati untuk membangunkan nya tapi dia harus ke Kantor bukan, jadi mau tidak mau Diana harus membangun kan suami nya itu.
"Hubbyy bangun, hubbyy"
"Ini sudah waktunya bersiap ke kantor!"
"Aku masih ngantuk sayang!"
"Iiiihhh, selalu saja kak Maria yang di ingat!" gerutu Diana saat Albert menggunakan panggilan yang biasa di gunakan untuk memanggil Maria, di duduk di karpet yang ada di sana, sambil melipat kedua tangannya dengan bibir yang sudah mencurut.
Albert yang menyadari bahwa istri kedua nya lah yang membangun kannya dan dia salah panggil pun langsung membuka mata nya yang masih terasa lengket itu.
"Honey maafkan aku, aku tadi masih tidur jadi tidak tahu siapa yang menghampiri ku,!"
Diana tetap diam tanpa berkata apa pun sampai kecupan ringan mendarat di pipi nya.
Cup.
"Maafkan aku ya!" rayu Albert dengan tangan yang melingkari leher Diana dengan satu tangan nya menahan beban tubuh nya, bibir seksi itu tidak berhenti terus mencium i pipi pemilik nya yang sedang merajuk itu.
Sampai Albert mengendus tulang selangka nya yang langsung membuat Diana gugup dan sekaligus bingung setengah mati.
"Ayo bangun dan cepat mandi kita harus ke kantor!"
__ADS_1
"Iya, tapi bisa berikan aku menikmati bibir mu dulu honey aku merindukan nya!"
Pipi Diana bersemu merah dia malu menanggapi permintaan suaminya itu, meski dia sangat ingin mengulang apa yang mereka lakukan waktu itu.
Albert yang paham dengan Diana yang masih malu pun semakin jail menggoda wanita cantik di depan nya itu.
"Honey tatap aku!"
Diana melakukan apa yang di katakan oleh suaminya itu, kini pandangan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
Albert langsung mencicipi sarapan pagi yang telah di siapkan oleh istrinya itu, manis lembut dan membuat candu itu lah yang di rasakan Albert saat mereka sama-sama saling membelit satu sama lain.
"Terimakasih vitamin nya honey, ayo kita mandi!"
Mata Diana mengerjap lucu saat mendengar ucapan suaminya yang ingin mandi tapi bersama, eeehh tidak mungkin hanya mandi saja kan pasti akan ada yang terjadi jika mereka berada dalam bilik mandi tanpa baju dan hanya berdua saja.
Diana ada janji bertemu client pagi ini kalau sampai suami nya itu mengunjungi gua gelap nya pasti akan sangat lama dan pasti dia sudah sangat lelah.
Albert yang menyadari apa yang di pikirkan oleh istrinya itu langsung membuyarkan lamunan nya.
"Apa yang kamu pikirkan honey kita mandi bersama di kamar mandi yang berbeda!"
"Maaf mengecewakan tapi suami mu ini ada meeting lagi ini dan kakak mau mu masih mengamuk yang ada nanti saat kita sedang enak di menggedor pintunya!"
"Ayo aku antar ke kamar mu" ucap Albert yang langsung membawa Diana dalam gendongan nya seperti bridal style.
Cup.
"Terimakasih honey!"
"Untuk apa?" tanya diana yang kini melikuk likuk kan jemarinya di dada bidang suaminya.
"Hentikan tangan nakal mu itu honey, kalau kamu tidak ingin berakhir seperti kemarin" geram Albert sambil menahan diri nya agar tidak terpancing oleh tangan nakal istrinya itu.
Diana langsung menghentikan tangan nya karena mereka kini sudah sampai di kamar mandi yang ada di kamar nya.
Albert menurun kan nya lalu mengecup pundak terbuka milik istrinya itu.
Cup.
"Cepat mandi tapi ingat jangan berdandan cantik aku tidak mau para buaya di luar sana menatap mu penuh minat!"
"Bukan kah yang harus nya melakukan itu adalah kamu hubbyy!"
__ADS_1
Albert diam dia tidak menanggapi ucapan dari istrinya itu karena memang kata-kata yang dia ucapkan tadi itu sangat pas untuk nya.
"Aku tidak pernah tebar pesona honey mereka saja yang tidak tahan dengan pesona suami mu ini!"
"Benar kata mama kalau kamu adalah pembual ulung!"
"Sana cepat mandi, jangan memikirkan apa pun yang tidak penting!"
"Tapi hubbyy aku mau menyiapkan baju mu dulu!"
"Tidak perlu, mandi lah honey aku bisa melakukan nya sendiri!"
"Aku langsung turun ke bawah, kamu tahu kakak madu mua masih belum memaafkan ku!"
"Baik lah aku mengerti, tapi bisa tunggu aku saat sarapan nanti!"
Cup.
"Aku tunggu kita berangkat ke kantor sama-sama"
Albert keluar dari sana dan bergegas membersihkan dirinya lalu memakai pakaian jas dan juga dasi yang tidak dia pakai secara sempurna.
Dengan langkah panjang nya di turun dari sana menuju kamar di mana istri pertama nya itu berada.
Maria sudah bangun tapi belum juga turun dari ranjang nya dia duduk di sana sambil memainkan ponselnya.
ceklek.
"Sayang kamu sudah bangun!"
Cup
"morning sayang!"
"Maafkan aku, tolong jangan diam saja katakan aku harus apa?"
"Kamu lihat bahkan aku tidak bisa memakai baju ku dengan benar, aku tidak ingin siapapun aku hanya mau kamu dan Diana!"
"Lalu bagaimana cara ku bertahan jika tanpa kamu!"
"Kamu tahu sayang ini semua sudah di rencanakan, aku dan Geffrey sedang mencari tahu siapa dalang nya!"
"Apa maksudmu!"
__ADS_1
"yang kemarin itu-----!"