
Mereka bertiga tertidur bahkan sampai waktu nya makan siang, belum ada tanda-tanda kalau mereka akan bangun dan keluar dari dalam kamar.
Sampai suara ketukan pintu membangunkan tidur lelah Albert, lelah karena sepanjang malam dia terjaga mengejar kesenangan nya dan memuaskan dahaganya pada dua wanita nya.
Tok
Tok
Tok
Albert mengumpat kesal pada orang yang telah berani-beraninya mengganggu tidurnya tidak kah dia tahu kalau dia masih mengantuk.
Dia ingin langsung membuka pintu kamarnya tapi dia ingat bahwa dia dalam keadaan tanpa busana, dan lagi dia tadi hanya menggunakan handuknya saja dan langsung menyerang Maria lagi.
Di ambil nya boxer yang ada di lemari pakaian memakai nya lalu berjalan ke arah pintu, sumpah demi apa pun dia akan menghajar orang yang telah berani mengganggu tidurnya.
Ceklek.
"Ada apa kenapa mengganggu ku, tidak bisa kau lakukan saja apa yang ingin kau lakukan haaah!" bentak Albert yang kesal, dia masih mengantuk tapi kenapa gangguan itu datang di waktu yang tidak tepat.
Sedangkan orang yang mengetuk pintu itu mengerutkan dahi nya, dia heran pada nya ini sudah jam dua belas siang dan teman nya itu masih belum bangun juga.
Apa sebegitu hebat peperangan mereka hingga dia terkapar tak berdaya.
"Kau masih tidur!"
"Iya dan kau kenapa mengganggu Geffrey Frazer!" sengit nya.
"Ini sudah jam dua belas dan kau masih tidur, lalu di mana kedua istrimu?"
"Mereka masih tidur, jangan ganggu mereka,!"
"Masih ti----, jangan bilang kalau kau meniduri mereka berdua dan-----!"""
"Oohhh Tuhan aku tidak percaya iniii------!"
"Eeemppp!"
"Diam lah mulutmu Grey, kau bisa membangunkan mereka!"
"Apa yang kau lakukan pada putriku bajingan?"
Albert langsung menutup pintu kamar nya dan menarik Geffrey menjauh dari depan pintu kamar nya.
"Kau dengar Grey, putri mu itu adalah istri ku dan aku bisa melakukan apapun pada nya, termasuk menikmati nya!"
"Aku tahu, tapi ini pertama bagi nya dan kau membuatnya tidak bisa bangun di pagi hari!"
"Itu karena kami memulai jam satu malam tadi!"
"Dan dia tertidur saat fajar menyingsing!" Ada senyum miring di sudut bibirnya saat mengatakan hal itu.
"Kau memang bajingan dan pemain ulung Al, tidak kah kau kasih pada nya yang baru pertama kali"
__ADS_1
"Aku hanya takut dia trauma dan tidak lagi mau kau sentuh!"
"Aku tidak segila itu Grey, aku melakukan semua nya dengan lembut, dan memberikan nya kesan yang akan membuatnya candu!"
"Aku tidak bisa percaya dengan bualan mu, aku tahu cara mu bermain!"
Dug.
Suara tendangan sepatu menyakiti tulang kering nya, tapi dia hanya menggapai nya dengan senyuman.
"Mereka menikmatinya lalu di mana salah ku aku hanya menjalankan tugas ku!"
"Tugas yang paling aku sukai!" ucap nya sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa dan memejamkan mata nya.
"Hey bangun lah ini sudah siang, bangun kan juga kedua istri mu!"
"Kau mau apa, mereka lelah jadi jangan di ganggu "
"Kau memang bajingan Al, ini sudah tengah hari dan kau tidak berniat untuk memberikan mereka makan!"
"Mereka pasti kenyang hanya dengan makan pisang mandiri ku!"
Jawab Albert dengan mata yang masih tertutup, Geffrey yang mendengar itu di buat tambah kesal saja, dia tidak bisa membayangkan bagaimana tubuh putri nya di koyak oleh kadal buntung ini.
Geffrey terdiam tapi entah kenapa dia tidak tenang dan takut terjadi sesuatu pada putrinya itu.
"Al, bangun lah, lihat dulu kedua istri mu apa dia baik-baik saja!"
"Apa yang kau pikirkan Grey, aku masih sangat waras untuk menyiksa istri!"
"Dan pasti kau akan sangat kasar pada mereka!"
"Masuk dsn lihatlah sendiri mereka masih tidur tanpa busana dalam selimut mereka masing-masing!"
"Dan kau Geffrey diam lah jangan berisik aku ngantuk sekali, aku baru tidur jam sembilan pagi!"
"Bajingan kau mengerjai Diana selama delapan jam bajingan!"
"Mana ada aku bersama Maria juga, bahkan aku memulai nya dari jam sembilan malam!"
Geffrey yang mendengar itu tanpa basa-basi lagi langsung menarik kasar lengan dari sahabat nya yang kini menjadi suami putri nya.
"Apa kau sadar kau itu pedofil Albert!"
Geffrey yang kepalang kesal pada Albert dia bersiap meninju wajah menyebalkan sahabat nya itu kalau saja dia tidak terkejut oleh suar pintu yang di buka dengan kasar nya.
"Apa kalian tidak bisa diam, aku masih mengantuk!"
"Bawa pergi kadal buntung itu Geffrey,!"
"Apa kau baik-baik saja Dia, aku mengkhawatirkan keadaan kalian berdua!"
"Jangan tanyakan itu, yang pasti aku dan putri masih ngantuk, dia tidak membiarkan aku istirahat!"
__ADS_1
"Jangan bohong sayang, kau tidur sejak aku masuk ke dalam kamar madu mu!"
"Dan kau kembali menggarap ku setelah selesai dengan Diana kan!"
Albert tidak menjawab dia hanya tersenyum saat mendapati istrinya yang tengah kesal akibat ulah nya.
"Kau menikmatinya sayang!"
"Dan itu lah sial nya!"
"Bawa dia pergi dari sini, aku masih ingin tidur Diana juga!"
"Aku yang akan membalas perlakuan nya pada kalian berdua!" ucap nya sungguh-sungguh.
"Jangan macam-macam kau Grey, aku masih menginginkan nya di atas ku nanti malam,!"
Geffrey tercengang dengan apa yang di ucapkan oleh Maria, dia masih menginginkan nya lagi setelah selesai di gunakan sepanjang malam, sedangkan Albert menyunggingkan senyuman nya yang terlihat sangat menyebalkan di mata Geffrey.
"Aku bilang juga apa!"
Bruk.
"Kau memang bajingan Al!" ucap Geffrey yang mendorong tubuh sahabat yang kini tertawa saat melihat wajah kesal dari mertua nya itu.
Dreeet
Dreett
'Diana? kenapa dia menghubungiku!' Albert pun ikut heran apa terjadi sesuatu pada istri mudanya itu hingga dia menghubungi ayah nya.
"Kamu baik-baik saja kan sayang?"
"Aku baik-baik saja pa tapi bisa kah papa tidak berisik di depan kamar ku, aku masih ngantuk papa!" ucap Diana manja.
"Iya papa tidak kan berisik apa kau tidak lapar sayang ini sudah tengah hari!"
"Aku sudah makan roti dan minum susu jadi jangan khawatir aku!"
"Kamu sudah makan Honey, tapi kapan!"
"Baru saja, kak Maria yang memberikan nya!"
"Sudah lah jangan urusi kami, yang terpenting saat ini jangan berisik atau nanti malam aku tidak akan memberikan mu jalan masuk lagi!"
Glug.
isi kepala Albert yang sepenuhnya hanya berisi tentang gua dan kedalaman langsung diam tanpa berkata apapun.
Dia tidak mengeluarkan suara nya lagi, dia tidak ingin jalan masuk nya di blokade dan itu akan membuatnya kembali kelimpungan.
"kalian bertiga sama gila nya!" ucap Geffrey yang kesal karena khawatir tapi justru mereka menikmati apa yang dilakukan oleh kadal buntung itu pada mereka.
"Kau pelopor nya sayang!"
__ADS_1
"Agatha!"