
Ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu tiba-tiba mematung di tempatnya, apa yang tadi mereka takutkan benar-benar menjadi kenyataan saat ini.
Bahwa istrinya telah melayangkan gugatan cerai nya, Albert dengan berat hati, Albert menerima surat yang di berikan oleh Sekretaris nya itu, surat itu kini sudah ada di tangan nya yang saat dia perhatian baik-baik surat gugatan itu bukan hanya satu melainkan dua.
Dan di sana tertulis dengan jelas nama kedua istrinya itu, apa yang sebenarnya terjadi dan dia lakukan, kenapa semua nya berjalan di luar kendali mereka.
Geffrey yang tadi nya ingin menenangkan sahabat nya itu, kini dia sendiri di buat shock dengan sodoran surat yang sama yang di berikan oleh sekretaris menantu itu.
Dia kembali terheran, kenapa surat milik nya juga di kirimkan ke alamat hotel milik Albert bukan di kirim langsung ke rumah pribadi nya atau ke perusahaan nya secara langsung.
"Keluarlah" ucap Kelvin yang menyadari bahwa kedua orang tuanya yang terkejut saat menerima surat itu.
Dengan patuh sekretaris papa nya itu keluar dari sana, dia langsung menutup pintu bahkan mengunci nya dari dalam.
"Apa semua ini akan berakhir saat ini juga?" tanya Albert yang kini merasa bahwa dunia nya telah hilang dari genggaman tangan nya.
"Jangan bicara yang tidak-tidak pa, aku yakin Mama dan juga Diana mereka tidak akan melepaskan papa begitu saja"
"Begitu juga dengan Tante Agatha, mereka bertiga mencintai suami nya seluas samudera, jika ingin menyerah bukan sekarang saat usia kalian sudah tua, tapi dulu saat kalian masih muda"
"Aku akan mencoba menghubungi Tante Agatha, kalau mama aku tidak berani sama sekali"
Tut
Tut
Tut
"Hallo"
"Tante"
"Kelvin kamu kah ini?" tanya Agatha saat tahu siapa yang tengah menghubungi nya.
"Iya Tante, Tante apa kabar, Mama juga"
"hiks hiks hiks, semua tidak baik-baik saja Vin, papa sama om kamu sekarang semakin menjadi-jadi"
"Hiks hiks"
"Apa----!"
"Om diam lah" ucap Kelvin saat Geffrey ingin menimpali ucapan istrinya.
"Apa maksud Tante?"
"Papamu melayang gugatan cerai pada kedua istrinya, begitu juga dengan Om Grey"
"APA?"
"Tante bukan kan Tante yang melayang gugatan itu?"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Saat ini aku sedang bersama papa dan juga Om Grey mereka berdua menerima surat dari pengadilan yang berisi gugatan cerai dari kalian"
"Aku sama sekali tidak melakukan nya,"
Tut
Tut.
"Hallo Tante hallo Tan Tante!"
"Panggilan nya terputus"
"Coba sekali lagi, hubungi mama mu atau Diana" kata Albert terlihat begitu panik saat ini.
Kelvin pun melakukan apa yang di minta oleh Papa nya itu, dia menghubungi satu persatu milik ketiga nya, namun semua nya tidak lagi aktif dan hanya suara operator yang terdengar.
Tit
tit tit
Ceklek.
"David"
"Apa yang papa lakukan pada mama ku" bentak David pada papa nya.
"Kalian semua sama saja, tidak pernah cukup dengan satu wanita" marah nya lagi.
"Jaga bicaramu David kamu datang marah-marah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi"
"Aku tidak percaya lagi pada kalian para pembual, aku akan segera mengurus perceraian Mama, aku akan membawanya pergi dari sini"
"Jangan kurang ajar, kamu hanya anak kemarin sore yang tidak tahu apa pun"
"Tapi setidaknya aku masih punya adab untuk tidak menyakiti perasaan wanita"
"Tuan"
"Kau" tunjuk David pada Lucas dan juga Johan yang kini berdiri di hadapannya.
Bug.
Bug.
"David, hentikan David"
Kata Albert yang kini menahan tubuh putra nya itu yang memukuli kedua asisten itu dengan membabi buta.
"Kak"
__ADS_1
"Kelvin"
"Jangan bilang kalau juga bersekongkol dengan mereka berdua"
"Mereka berdua ini telah menyakiti wanita yang aku sayangi Kelvin, termasuk kau juga"
"Kak"
"Tuan ada yang ingin saya sampaikan jadi tolong tenang lah" ucap Lucas ambil menyeka darah yang menetes di sudut bibirnya akibat pukulan dari David tadi.
"Aku tidak Sudi menurut pada mu, manusia yang tidak punya hati"
Bug.
"Diam lah kau terlalu banyak bicara sejak tadi" ucap Geffrey yang geram pada David hingga dia menghadiahkan bogem mentah pada nya.
Sedangkan Albert yang melihat itu malah menyunggingkan senyum nya, dia tidak merasa keberatan sama sekali pada Geffrey yang memukul putra nya itu.
Dia tidak akan berani melakukan nya, yang ada Geffrey akan melaporkan pada istrinya itu jika dia main tangan pada kedua putranya.
Johan menutup pintu yang belum tertutup rapat itu lalu mengunci nya dari dalam, Lucas meminta mereka untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Lucas mengambil nafas nya pelan sebelum menceritakan apa yang dia temukan, kemarin malam dia di bantu Johan mencoba mencari tahu di mana letak ponsel milik Nyonya mereka itu, dan mereka menemukan nya di tengah laut lepas yang sama sekali tidak ada kapal atau pun sampan di sana, hanya air yang membentang ke segala arah.
Dari apa yang di temukan itu dia yakin kalau ponsel milik Nyonya nya itu tengah di retas dan di setting sesuai keinginan si pengendali.
Dia juga melakukan hal yang sama pada ponsel milik Tuan nya, sudah pasti di tahu di mana posisi nya.
Saat semua koneksi nya terhubung dengan berbagai angka dan deretan huruf yang kini berjajar rapi di komputer milik nya pun dia di buat kaget dia saat posisi tuan nya berada di salah satu hotel yang tidak mungkin Albert mau menginjakkan kaki nya di sana.
Bukan apa , sebab hubungan masa lalu yang tidak begitu harmonis terbawa sampai di usia senja mereka.
" Tuan di mana ponsel anda?" tanya Lucas pada tuan nya.
klutak
" Coba lihat ini tuan, saat nyonya membuka aplikasi pelacak yang ada di ponsel nya maka akan muncul di sini" kata Lucas menjelaskan penemuan nya itu.
"Ini bukan kah hotel milik musuh papa itu?" tanya Kelvin pada papa nya.
"Kau benar tapi bukan kah ponsel ku ada di sini"
" Itu karena ponsel ini di sadap tuan"
"Apa"
"Bukan hanya satu tapi kita semua"
"Coba lihat ini"
Lucas pun kembali menunjukkan rekaman Cctv yang berhasil dia pulihkan, mulai dari pusat perbelanjaan, yang mana di sana mereka melihat seseorang yang sangat mirip dengan nya bergandengan tangan dengan dua orang yang mereka yakini itu adalah dalang di balik semuanya.
__ADS_1
"Kalian salah memilih musuh, aku menghancurkan kalian semua"