Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Mencari


__ADS_3

Albert naik ke lantai atas setelah mendengar suara pecahan di sana dia naik keatas dia melihat guci yang ada di samping istri yang menangis sambil memeluk ku dua kali nya, dia pun mendekati nya lalu mengusap pundak Diana meski di merasa kesal pada istrinya itu.


"Kenapa?"


"Hubby" ucap Diana setelah tahu siapa yang ada di depan nya, dia langsung memeluk suaminya itu seakan dia takut di tinggal oleh Albert.


"Jangan tinggalkan aku, aku takut"


"Kamu dari mana kenapa aku di tinggal sendirian"


"Aku mencari istri ku yang lain, tapi aku tidak menemukan, kamu tahu kakak mu pergi kemana, seminggu ini kamu tidak mengizinkan aku keluar dari kamar bukan" ucap Albert yang masih bisa bersikap lembut pada Diana.


"Aku tidak tahu dia pergi kemana, cuman yang aku lihat kemarin dia keluar rumah membawa koper, dia juga di jemput oleh laki-laki yang tidak aku kenal"


"Kenapa kamu tidak menghentikan nya"


"Aku sudah berusaha menghentikan nya, tapi dia malah marah pada ku, dia juga mengatakan tidak akan kembali ke rumah ini lagi, dia juga meminta ku untuk membuat mu tidak mengingat mu, dia memilih laki-laki yang jauh lebih muda dari mu"


Albert tertegun mendengar nya, dia ingin percaya tapi di sebagian besar hatinya di tidak mempercayai apa yang di katakan oleh istrinya itu, apa mungkin Maria tega melakukan itu semua, tapi kenapa harus sekarang, kenapa tidak saat mereka masih muda dulu.


"Ayo masuk lah ke kamar, aku akan minta pelayan untuk membersihkan nya"


"Tidak perlu, kamu yang masuk lah ke kamar aku yang akan turun ke bawah meminta mereka membersihkan nya"


"Baik lah, aku masuk, kamu jangan terlalu lama di bawah!"


"Kenapa kamu sudah rindu"


Albert masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan ucapan Diana, dia harus melakukan sesuatu sebelum semuanya benar-benar berada di luar kendali apa lagi Revan yang sudah angkat tangan membuat nya ketar-ketir di sana.


Yang ada di pikiran hanya satu, ada apa dengan Diana? kenapa dia berubah seperti itu, dia sudah seperti seseorang yang tidak pernah dia kenal.


Dia bukan lagi seperti princess Hamilton, dia bukan putri kecil nya dulu yang selalu manja pada nya saat merengek meminta sesuatu, juga bukan seorang anak yang pandai berbohong seperti yang baru saja dia dengar.


......................


Pagi hari dia keluar dari kamar nya menuju rumah mertuanya, bahkan kedua mertuanya itu belum bangun atau mungkin juga sedang mencicil proses pembuatan adik untuk istri.

__ADS_1


Dia yang sudah tidak lagi bisa berpikir jernih tidak lagi memperdulikan sopan santun atau apa pun di sana, dia menggedor pintu kamar mertuanya yang masih terkunci itu


Albert terus melakukan sampai di mendengar suara dari dalam kamar tersebut, tak lama pintu di buka oleh Geffrey yang menatap nya penuh kebingungan.


Tanpa berkata apa pun dia langsung masuk kedalam kamar mertuanya itu, dia tahu persis jika ada penyekat antara tempat tidur dan sofa juga tv yang ada di sana.


"Ada apa Al?" tanya Agatha yang baru saja membuka mata nya.


Mereka tidak marah ataupun tersinggung dengan apa yang di lakukan Albert mereka tahu pasti ada sesuatu yang darurat hingga sahabat nya itu menerobos masuk kedalam area pribadi mereka.


"Duduk lah, kau sudah seperti sedang di kejar binatang buas saja"


"Sayang, ambilkan dia minum" pinta Geffrey pada istrinya.


Agatha pun melakukan apa yang di perintahkan oleh suaminya itu, dia mengambil satu botol air mineral, tak lupa juga dia membuka nya lalu memberikan nya pada Albert.


Albert pun langsung meneguk nya hingga habis tak tersisa, dia menatap penuh tanya pada kedua orang yang ada di depan nya itu, yang mana Agatha masih memejamkan mata nya di pelukan Geffrey.


"Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian, di sini aku bukan sebagai menantu kalian tapi sebagai sahabat yang telah mengenal satu sama lain"


"Kalian tahu di mana Maria?" tanya nya penuh harap.


"Bukan kan kalian berdua pergi bulan madu, malah aku yang ingin bertanya kenapa sudah kembali padahal masih satu Minggu" ucap Geffrey.


"Aku, bulan madu dengan Maria?" tanya Albert sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, bahkan istriku sampai marah besar karena harus menunggu kau yang pergi dsn aku yang harus mengurus perusahaan mu lagi"


"Aku selama satu Minggu di kurung putri mu di kamar, bahkan dia mengatakan kalau aku sakit dan harus bed rest pada pelayan di rumah"


"Ini yang benar yang mana, aku benar-benar bingung" kata Agatha.


"Jadi sekarang Maria di mana?"


"Aku pun tidak tahu" jawab Albert yang frustasi dengan keadaan keluarga nya saat ini.


Albert pun menceritakan semua yang terjadi di sana, dia sebenarnya ragu menceritakan semua itu, tapi dia juga tidak punya pilihan lain selain berkata jujur pada mereka berdua.

__ADS_1


Mereka memang mertua tapi juga sahabat nya yang menjadi tempat nya mencari solusi dari setiap masalah yang ada.


Kini giliran Geffrey juga yang mengatakan kecurigaan nya, apa lagi perusahaan milik Albert tiba-tiba mengalami penurunan omset yang tidak main-main, akan butuh waktu yang tidak sebentar memulihkan semua nya seperti semula.


Di tambah lagi, Revan orang kepercayaan nya itu juga mengundurkan diri dari jabatan penting nya di perusahaan, bisa di bilang Revan adalah tangan kedua setelah Albert yang berkuasa di sana, meski ada dua keturunan nya di sana.


Agatha juga bingung kenapa sahabat nya itu tidak bisa di hubungi sama sekali panggilan nya tidak masuk sama sekali, begitu juga dengan David, hanya sesekali Kelvin yang masih bisa di hubungi, itu pun hanya sekedar menanyakan di mana dia berada.


Setelah itu dia akan memutuskan panggilan dengan alasan sibuk meski tengah malam sekalipun, dia juga mencurigai putri nya sendiri yang akhir-akhir ini tidak pernah lagi datang ke butik.


Diana menyerahkan sepenuhnya tugas butik pada Jennifer, yang membuat kecurigaannya semakin kuat.


"Grey, kamu bisa kan menolong ku?"


"Apa, katakan saja"


"Cari tahu semua yang terjadi, aku juga kehilangan ponsel ku"


"Tanpa kamu minta aku akan melakukan nya"


"Tha pinjam kan ponsel mu pada ku, aku ingin mencari di mana posisi Maria saat ini"


"Tunggu sebentar"


Agatha pun beranjak dari duduk nya, dia mengambil ponselnya lalu memberikan nya pada Albert.


"Apa kata sandi nya?" tanya Albert sambil menimang-nimang ponsel tersebut.


"Aku yakin kamu tahu, tanpa ku sebut kan"


Albert tidak menjawab, tapi dia langsung bisa menebak kata sandi ponsel milik agatha yang ada di tangan nya.


Kunci pun terbuka, dia langsung menghubungkan ponsel milik Agatha dengan ponsel milik istrinya, menggunakan cara yang hanya dia saja yang mengetahui nya.


Albert membulatkan matanya saat melihat di mana titik, ponsel milik istrinya itu.


"Diana"

__ADS_1


__ADS_2