Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Terlalu lamban


__ADS_3

Geffrey secepat mungkin mengendarai mobil nya menuju bandara, kabar yang di terima dari Johan asisten pribadi nya istri dan sahabat nya itu sedang berada di bandara yang akan membawa mereka pergi dari negara ini.


Namun bukan Geffrey nama nya kalau dia tidak bisa menunda penerbangan itu, dengan mudah nya Johan langsung menghubungi presiden direktur maskapai penerbangan yang akan membawa dua wanita itu pergi untuk delay beberapa menit saja.


Sedangkan Maria dan juga Agatha mereka berdua cukup curiga dengan keterlambatan penerbangan yang akan mereka tumpangi, bahkan alasan nya di sampai kan oleh pihak maskapai membuat kecurigaan mereka kalau ada seseorang yang sengaja menunda keberangkatan pesawat.


Agatha yang tersadar lebih dulu pun segera menarik tangan Maria yang duduk di samping nya, melihat tingkah Agatha yang tidak seperti biasa nya itu membuat Maria menurut tanpa bertanya apa pun.


Tapi lagi-lagi saat mereka ingin keluar dari Bandara itu, mereka di cegat oleh petugas keamanan yang ada di sana.


Agatha yang geram pun langsung membentak mereka yang berani-beraninya menghalangi jalan nya.


"Menyingkirlah jika kau masih ingin bekerja esok hari!"


"Maaf Nyonya tidak ada satu pun calon penumpang atau siapapun yang ada di dalam bandara ini untuk keluar dari sini!"


"Memang nya kau siapa berani nya kau menghadang ku!"


"Maaf Nyonya mohon patuhi peraturan yang ada"


"Peraturan dari mana itu, aku sedang buru-buru jadi cepat lah menyingkir!"


"Maaf Nyonya tidak bisa, setidaknya tunggu sampai ada pengumuman selanjutnya!"


"Aku tidak peduli,!"


"Tolong kami nyonya, kami tidak bisa mengizinkan anda keluar, ini atas perintah Tuan Frazer!"


Agatha tidak lagi terkejut dengan apa yang di katakan oleh petugas keamanan tersebut dia sudah memperkirakan bahwa keterlambatan penerbangan pasti atas perintah dari suaminya itu.


Dia menghembuskan nafas nya pelan lalu berbicara sambil menunjuk kartu identitasnya.


"Aku Nyonya frazer, dan ini adalah Nyonya Hamilton jadi kamu tahu siapa kami berdua!"


"Jadi sekarang biarkan aku keluar dari sini!"


Mereka berdua saling bersitatap mencari jawaban dari apa yang akan menentukan nasib mereka, sampai pada akhirnya suara seseorang yang mereka kenal ada di belakang mereka.


"Pergi kalian!"


Tanpa menjawab petugas keamanan itu langsung pergi setelah membungkukkan kepala nya saat tahu siapa yang mengusir mereka berdua.


"Ayo kita pergi dari sini!" kata Maria yang enggan melihat kearah belakang.

__ADS_1


"Ayo!"


Mereka berdua Maria dan Agatha pergi dari sana tanpa memperdulikan mereka semua, bahkan ancaman Geffrey tidak lagi mempan untuk membuat mereka berhenti.


"Berani melangkah satu kali lagi, bersiaplah dengan hukuman kalian!"


Tanpa menghiraukan ucapan itu mereka tetap berjalan mendekati sebuah taksi yang ada di sana, namun saat Agatha ingin membuka pintu tangan kanannya di raih oleh suaminya itu dari belakang.


"Lepaskan, aku tidak mau di sentuh oleh tangan kotor mu!" ucap Agatha sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Geffrey.


"Kita bicarakan di rumah, jangan seperti anak kecil!"


"Aku memang anak kecil lalu mau apa kamu!"


"Lepas" ucap Agatha yang masih berusaha melepaskan tangannya.


Sementara Albert tanpa banyak kata langsung memanggul istri pertama nya yang juga mencoba kabur dari nya, satu tangan nya dia pakai untuk menahan Maria yang kini ada di pundak nya sementara tanga yang satu nya merangkul pinggang istri kedua nya.


Bukan Maria tidak berontak hanya saja gerakan nya sia-sia saja jika melawan Albert.


kini Albert bagai kan seorang raja yang tengah di kelilingi oleh permaisuri nya, meski posisi Maria tidak bisa di katakan romantis.


Dia berjalan melewati kedua mertuanya yang sedang berdebat itu.


"Jangan berani menyentuh ku, aku tidak Sudi di sentuh oleh mu!"


"Sayang ayo lah yang kamu lihat itu hanya salah paham saja, aku tidak sengaja melakukan nya!"


Agatha tetap diam tanpa menghiraukan ucapan suami itu, dia akan berjalan mundur jika suami nya itu nekat mendekati nya.


Grep.


"Aaahh turunkan aku, dasar kau menantu brengsek sama seperti mertuamu itu!"


"Diam lah Tha, kau tahu kau itu berat sekarang!"


"Apa kau bilang!"


"Aaaaahhh sakit!"


"Bagaimana kalau aku juga membalasnya tetap di mana kamu menggigit ku!"


Pletak.

__ADS_1


"Bajingan kau Grey!"


"Jangan kurang ajar, biar bagaimanapun dia ibu mertua mu!"


Albert melenggang begitu saja tanpa menghiraukan ucapan Geffrey yang menurutnya kurang aksi itu.


Memang bisa di katakan pengalaman Albert jenuh lebih dalam mengenai cara menaklukkan makhluk yang nama nya wanita.


Menghadapi wanita yang sedang merajuk itu tidak akan ada habis nya jika di ladeni dengan omongan, cara membungkam mereka ada hanya dua, satu menyuruh nya berbelanja atau membuat mereka mendesah di bawah nya.


Albert bisa saja mengambil pilihan pertama tapi ini sudah malam tidak ada satu pun mall ataupun butik yang buka di jam yang sudah hampir tengah malam.


Kalau dia mengambil pilihan kedua pasti nya dia akan mati konyol di tangan sahabat nya itu, lagi pula dari sekian banyak nya wanita entah kenapa Albert sama sekali tidak memiliki keinginan untuk one stand night dengan sahabat nya itu.


Pada hal dulu nya dia tidak pernah melewatkan satu pun perempuan cantik yang ada di dekat nya.


Kini Agatha di duduk kan di jok belakang mobil yang di sana sudah ada Maria dan juga Diana, Albert memutari mobil nya dan duduk di samping kursi kemudi, sedangkan Geffrey dia masuk ke dalam mobil yang sama dengan istri anak dan juga sahabat nya itu.


Saat Albert ingin menjalankan mobilnya Geffrey memanggil Johan yang ada di sana, dia sedang menghubungi seseorang agar berita tentang kejadian ini tidak sampai naik ke media.


Johan mendekat saat tahu bos nya itu memanggil dirinya.


"Buka semua akses yang tadi sempat tertunda berikan juga uang yang mereka untuk mengganti rugi keterlambatan penerbangan dan urus semua kekacauan ini"


"Siap bos!"


"Ayo jalan!" perintah Geffrey pada menantu nya.


"Ciih, aku sudah seperti supir mu saja!"


"Diam atau ku sumpal mulut mu dengan sepatu, kau lupa kalau hari ini aku yang membiayai hidup mu!"


Albert tidak menjawab nya, dia mengalihkan perhatian nya pada jalanan yang ada di depan nya.


Kruuuukkkk


Semua orang yang ada di sana menoleh pada Diana saat mendengar suara perut nya, sedangkan Diana hanya menyengir saat suara perut nya menjadi perhatian semua orang.


"Apa ayah mu tidak memberikan mu makan Di, ah iya mungkin dia terlalu sibuk dengan cinta masa lalu nya!" ucap Agatha sambil memejamkan matanya.


"Dan suaminya juga sedang sibuk dengan para wanita nya di luar sana Tha, sampai dia kelaparan seperti ini!"


Criiiitttt

__ADS_1


"


__ADS_2