
Albert mematung mendengar apa yang di katakan oleh Diana, dia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh mereka berdua di belakang nya.
"Sekarang kamu adalah suamiku, hanya aku tidak ada yang lain, hanya akan ada kita dan anak-anak kita nanti nya" ucap Diana sambil mengelus perutnya.
"Grey urus putri mu dulu, aku akan mencari Maria, apa pun itu kita bicarakan lagi nanti"
"Tidak kamu tidak boleh pergi, kalian berdua sudah bercerai dan akta cerai ada apa ku" teriak Diana lagi, menghentikan langkah Albert yang ingin pergi dari sana.
Mendengar apa yang di katakan oleh Diana, kemarahan yang tadi sempat mereda meski hanya sedikit itu pun kembali berkobar, apa lagi saat Diana mengatakan kalau dia juga merubah ahli waris nya yang semua menjadi atas mana nya, bahkan kedua putranya juga tidak mendapatkan apapun.
"Aku tidak menyangka kau tega, melakukan itu pada ku, aku menyayangimu sejak kecil, jadi ini balasan mu pada ku"
"Benar apa yang di katakan papa mu, jika kau terlalu di manjakan hingga membuat mu menjadi anak yang tidak tahu diri"
Marah nya sambil menunjuk ke arah Diana yang ketakutan melihat kemarahan nya.
"Pantas saja Revan sampai meninggal perusahaan ternyata kau lah biang nya, aku di jauh oleh kedua anak ku tapi aku tetap membela mu, tapi-----"
"Dengar aku baik-baik, mulai saat ini aku menceraikan mu, tidak ada lagi hubungan di antara kita, aku akan segera mengurus perceraian ini"
"Tidak, aku tidak mau bercerai dengan mu, aku aku menyayangimu, aku menyayangimu hubby, aku melakukan ini semua karena aku tidak mau kehilangan mu"
"Itu bukan cinta tapi obsesi, dan aku tidak peduli lagi dengan mu"
"Kamu akan kehilangan semuanya jika kamu menceraikan aku, seluruh harta dan aset mu sudah menjadi atas nama ku"
Albert tidak lagi menoleh meski Diana trus memanggil nya, dia tetep berjalan keluar dari rumah tersebut bersama dengan anak buah nya tadi.
Diana terus saja berontak di sana ingin mengejar suami namun di tahan oleh papa nya, grey bahkan menyeret nya masuk kedalam kamar sendiri lalu mengunci nya dari luar.
__ADS_1
Geffrey tidak peduli meski putri nya itu terus berteriak di sana, dia membawa istri nya masuk kedalam kamar nya meski dia tidak bisa menutupi rasa kecewanya pada putrinya, sedangkan Agatha yang shock mendengar kenyataan itu hanya diam mematung seakan nyawa nya terlepas dari raga kasar nya.
Dia masuk ke dalam rumah nya sendiri dan langsung meminta semua orang yang bekerja pada nya itu berkumpul di sana, setelah mereka berkumpul dia menanyakan satu persatu dari mereka tentang apa saja yang terjadi di rumah itu, sejak pernikahan kedua nya.
Mereka yang awal nya ketakutan itu akhirnya mereka pun memberanikan diri untuk mengungkap semua perlakuan Nyonya muda nya itu, bahkan tekanan yang diberikan pada Maria pun tak luput mereka cerita kan.
"Maafkan saya yang tidak menceritakan ini semua pada anda Tuan, selain Nyonya muda yang mengancam Nyonya besar juga melarang saya menyampaikan semua ini pada anda"
"Pernah sekali saya menyisipkan surat di tas kerja anda, tapi belum saya memasukkan nya saya sudah ketahuan oleh Nyonya muda dan dia tidak membayar gaji saya selama e bulan tuan"
"Bukan nya yang menggaji kalian adalah Nyonya besar, kenapa jadi Nyonya muda yang tidak membayar gaji kalian"
"Tuan semenjak kejadian di mana Anda dan nyonya muda eeemmm,"
"Tidak perlu di jelaskan katakan saja"
"Benar Tuan bahkan Nyonya pernah bilang kalau dia sudah tidak tahan dengan semua ini, tapi dia bertahan selama ini karena beliau sangat mencintai anda"
Albert bagai di tampar keras saat mengetahui apa saja yang di lakukan oleh istri kedua nya, pantas saja waktu itu istrinya itu meminta nya kiriman uang saat dia berada di luar negeri dengan nya waktu itu.
Tapi dia malah menganggap istri nya itu menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting, semakin sakita lah hati istri pertama nya itu, pada nya tanpa dia sadari.
Bahkan saat dia mengirimkan nya pun dia mengembalikan nya dan tidak mau menggunakan nya Sedikitpun.
"Maaf Tuan ini cincin pernikahan dan juga surat yang di tinggalkan Nyonya besar saat akan pergi waktu itu, sedikit Nyonya besar tidak membawa apapun dari rumah ini"
"Dia hanya membawa koper berisi kan pakai yang mungkin tidak bisa di kenakan lagi, itu baju saat sebelum dia menikah dengan anda Tuan"
"Bagaimana dengan kedua putra ku?"
__ADS_1
"Mereka akan pulang jika Nyonya muda tidak ada di rumah, atau lebih sering mereka menjemput Nyonya besar ke sini lalu mengajak nya pergi"
"Aku akan menyelesaikan semua ini, sekarang tugas, catat gaji semua orang dan berikan pada ku"
"Aku akan pergi ke kantor sebentar lagi"
Ucap Albert yang beranjak dari duduknya, meninggalkan mereka yang telah membubarkan diri saya dia berada di anak tangga pertama.
Albert masuk kedalam kamar yang membuatnya kembali mengingat akan istri pertama nya, di mana saat berada di dalam kamar, istri itu akan sangat manja pada nya, begitu juga dengan dia yang seakan tidak ingin berpisah dengan istri nya itu.
Tapi mereka kini malah terpisah karena serangga kecil yang secara halus memisahkan genggaman tangan mereka.
Albert duduk di sofa yang mana sofa itu menjadi tempat terakhir dia duduk bersama istri nya dan juga kedua anak nya yang dengan konyol nya menyaksikan mereka berperang lidah kedua orang tua nya.
"Aku merindukan mu"
Albert pun bangkit dari duduk nya saat dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, dia kembali tersenyum mengejek pada diri sendiri yang terbiasa dengan Maria yang memanjakan nya.
Mulai dari hal kecil hingga besar sekali pun Albert tidak pernah melakukan nya sendiri, dia merasa itu saat ini betapa selama ini dia bergantung pada Maria.
Istrinya yang menyayangi nya setulus yang dia punya, seluruh hidupnya dia berikan pada nya yang kini secara sadar dia lukai, dia menyadari bahwa tidak akan bisa menyatukan dua ratu dalam satu hubungan.
Mereka akan saling menunjukkan siapa yang kuat di antara mereka, dan siapa yang tertindas di sana.
Dia juga mengingat ucapan sahabat untuk tidak merusak istana yang dia bangun dengan ratu nya, demi kehadiran selir yang suatu saat akan menjadi boomerang untuk istana nya.
"Aku harap kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada sayang"
"Maafkan suami mu ini"
__ADS_1