
"Tidak ada yang seperti itu, aku berani menjamin jika aku masih perawan Tante!" tegas nya tapi apa itu berpengaruh pada keputusan mereka yang sudah menganggap mereka melakukan hal di luar batas.
"Sekarang aku tanya pada mu, ini bukan sebagai ayah dari wanita yang telah kamu sentuh terlepas itu sampai melakukan hubungan badan atau tidak!"
"Ini lebih pada pertanyaan sesama pria yang pastinya akan memiliki anak saat sudah menikah nanti ku rasa Albert juga akan setuju dengan pernyataan ku ini!"
"katakan saja Om,"
"Apa kamu rela jika wanita yang begitu kamu cintai itu ternyata sudah pernah di sentuh bagian tubuh nya oleh orang lain dan itu bukan suami nya?"
Deg!
Kelvin diam lalu menatap ke arah Diana yang tengah menundukkan kepalanya, dia tidak tahu harus menjawab apa, dalam hatinya juga dia tidak rela jika wanita yang menjadi ratu di hati nya di sentuh oleh orang lain.
Tapi apa yang dia lakukan pada Diana itu hanya sebagai sentuhan kakak pada adik nya itu saja, tanpa ada maksud lain, dia memang menyayangi Diana tapi tidak untuk menjadikan nya sebagai rayu dihatinya.
"Tapi apa aku bisa membahagiakan nya sedangkan aku mencintai orang lain aku tidak ingin menyakitinya!"
"Jadi kau ingin lepas dari tanggung jawab begitu, sungguh aku tidak habis pikir kalau anak ku hanya seorang pengecut"
"Bukan seperti itu pa---"
"Lalu seperti apa haah?"
"Sudahlah Al, biarkan saja Kelvin dengan pilihan nya sendiri dari pada nanti dia tersiksa dan itu juga tidak akan membuat putri ku bahagia!"
"Benar apa yang di katakan oleh Grey Al, aku tidak ingin anak ku menjadi korban pelampiasan nya nanti,"
"Kau dengar itu Kelvin kau sungguh membuat ku tidak punya muka di hadapan sahabat ku sendiri?"
Albert pun keluar dari sana, saat tangan nya meraih gagang pintu, gerakan tangan nya terhenti saat mendengar suara putra nya itu.
"Baiklah aku akan menikahi Diana" ucapnya tanpa ragu.
""Aku malah tidak ingin itu terjadi saat ini, kau melakukan ini hanya untuk menyenangkan kami tapi aku tidak ingin putri ku ini sakit hati karena ulah mu nantinya" kata Maria
"Aku akan belajar untuk mencintai nya, aku rasa Diana pun begitu, iya kan Di,?"
__ADS_1
"Iyaaa, akuuuu akan berusaha untuk menerima mu sebagai suami ku nanti nya" jawab Diana.
"yang di pegang dari laki-laki adalah janjinya, jika dia mengingkarinya jangan kah harga diri dia bahkan nyawanya sendiri tidak ada arti nya" kata Albert masih dengan posisi memunggungi mereka
"Aku janji Pa"
"Ku pegang kata-kata jika sampai kau melanggar nya, ucapan selamat tinggal pada kemewahan yang aku berikan"
Semua terdiam mendengar ucapan mengerikan dari Albert, tidak ada lagi yang berani bersuara baik istri nya atau pun calon besan nya itu.
Namun itu tidak berlangsung lama saat perut Agatha tiba-tiba berbunyi, alarm tubuh nya itu mengingat mereka semua untuk segera mengisi perut nya.
"Apakah kita bisa makan sekarang aku sudah sangat lapar?" ucap Agatha sambil mengelus perutnya.
Suasana yang tadi nya tegang menjadi gelak tawa saat mendengar pertanyaan yang harus nya tidak keluar dari mulut Agatha.
Ha-ha-ha
"kau tidak sedang hamil kan sayang?"
PLAK
"Makanya kalo ngomong jangan sembarang, apa kamu tidak sadar kalau di sini juga ada calon menantu dan juga besan mu, heemm?" Agatha tidak habis pikir bisa-bisanya suami nya itu masih bersikap seperti itu di depan mereka.
"Kau ini lucu Tha, Ha-ha-ha, aku bahkan tidak punya pikiran harus menjaga image ku di depan kalian!" kata Maria
"Aku setuju dengan mu sayang, tidak akan ada yang berubah dengan kita saat sudah menjadi besan sekali pun, kita besar bersama dan kita tahu karakter kita masing-masing"
"Bahkan aku masih mengingat kenakalan remaja kita saat SMA dulu!"
"Jadi kita akan tetap seperti dulu kalau begitu, aku juga tidak akan sungkan-sungkan untuk memoroti harta besan kita sayang" Agatha terlihat begitu bahagia dia masih bisa leluasa bersikap pada teman nya itu.
"Tentu saja, aku juga tidak akan segan-segan untuk minta tas LV keluaran terbaru!" ucap Maria sambil bertepuk tangan.
"Kau yang menang banyak di sini Tha, jangan lupakan juga calon menantu itu akan lebih kaya lagi di banding kan aku nanti nya, jadi kau tahu bukan apa yang harus kamu lakukan!"
" Bukan begitu Vin!"
__ADS_1
"Tentu Tan, kamu bisa meminta apa pun pada ku tanpa aku menjadi menantu mu sekali pun!"
"Mulai sekarang jangan panggil aku Tante, kamu harus terbiasa memanggil ku dengan sebutan Mama, sama seperti Diana, ok !"
"baik Tan---, Mama"
Tok
Tok
Tok
"Permisi!"
"Kami makanan sudah datang"
"Bawa masuk dan hidangkan" kata Geffrey mempersilahkan
"Baik Tuan"
Beberapa menu makanan tersedia di meja makan, tanpa menunggu lama lagi mereka langsung memindahkan makanan tersebut ke perut masing-masing.
Semua orang tampak menikmati makanan tersebut tapi ternyata tidak seperti itu, baik Kelvin atau pun Diana mereka tidak berselera dengan makanan yang bisa di bilang itu adalah makanan kesukaan mereka.
Semua terasa hambar tapi mereka tidak mau semua orang tahu tentang apa yabg kini tengah mereka rasakan, mereka saling melirik satu sama lain, dan mereka menangkap maksud dari lawan nya itu.
Ya mereka, Kelvin dan Diana harus bertemu tanpa sepengetahuan orang tua mereka, mereka ingin membicarakan tentang kelanjutan dari rencana yang mereka tidak bisa hindari.
Tapi untuk mereka bersatu itu rasa nya tidak mungkin mengingat begitu antusias mereka dalam merancang perjodohan ini, ya mereka harus bertemu untuk membahas nya.
Sayangnya sang waktu tidak berpihak pada mereka, saat acara makan malam tersebut selesai ternyata sudah terlalu larut untuk mereka pergi, bisa saja kan mereka langsung pergi berdua.
Tidak akan ada yang melarang atau pun menolak mereka untuk pergi bersama, tapi mereka memilih untuk menundanya, bisa-bisa para orang tua itu akan semakin mendesak mereka untuk segera menghalalkan hubungan yang tidak ingin mereka jalan kan.
Mobil mereka berjalan beriringan menuju perumahan yang sama, iya mereka adalah sahabat sekaligus tetangga yang setiap hari nya bertemu, bahkan rumah mereka juga memiliki warna dan ruang yang sama.
Agatha dan Maria mereka bagaikan sepasang kembar identik, bisa di bayangkan bukan apa yang terjadi, tapi baik Geffrey ataupun Albert tidak pernah memprotes apa pun yang di lakukan oleh kedua nya.
__ADS_1
Bagi mereka kebahagiaan istrinya lah yang paling utama bagi mereka, karena di balik kesuksesan seorang laki-laki pasti ada wanita kuat dan tegar yang mendampingi nya.