Artificial God

Artificial God
Serangan Yang Tidak Diduga


__ADS_3

Bak! buk! duar! sring!


Kami bertarung begitu hebat di tanah yang sedikit tertutup salju. Yugoslavia dapat menggunakan pedang itu dengan lebih baik dariku, cara menggunakannya benar-benar seperti seorang ahli pedang. Setiap gerakannya selalu saja membuatku terpana, tapi aku harus tetap fokus untuk membunuhnya.


Wajahnya yang bolong itu sudah mulai tertutup kembali sedikit demi sedikit, begitu juga dengan badannya yang bolong karena terkena serangan ku. Dari tubuhnya dia mengeluarkan berbagai senjata yang hebat, seperti sebuah Rocket Launcher seperti yang digunakan oleh Mouri, dan juga Machine Gun. Tubuhnya benar-benar bagai monster yang dapat melakukan apapun demi mangsanya.


"Kau terlihat kelelahan, sepertinya kau sudah kehabisan tenaga. Mengagetkan saja, ku kira kau akan bertarung dengan serius saat jatuh dari langit. Ternyata hanya segini kemampuan mu, benar-benar tidak berguna, sama seperti makhluk api itu" ucap Yugoslavia dengan sombong karena dapat mengalahkan Gordials sang raja iblis pertama.


"Sepertinya kau mulai memahami arah serangan ku ya, kau cepat sekali memahami sesuatu" ucapku yang sedikit memujinya sambil mengelap keringat di dahi ku.


"Tentu saja! aku adalah yang terhebat kedua di duniaku dulu!" ucap Yugoslavia yang membanggakan dirinya, benar-benar orang yang tidak tahu diri.


"Oh ya? lalu siapa yang pertama? apa itu dewa kami? meskipun sampai sekarang aku masih tidak percaya dengan omong kosong mu" ucapku yang berniat mematahkan semangatnya.


"Aku tak peduli kau tidak percaya atau tidak, tapi jangan pernah menyebut orang itu lagi!" ucap Yugoslavia yang mengamuk, dan mengeluarkan sebuah senjata listrik dari tubuhnya. Kemudian senjata itu menyambar ke arahku dengan dahsyat, aku langsung menggunakan kekuatan ku untuk membuat perisai yang kuat dari sihir.


"Mau sampai kapan kau terus berada di tempat itu? akan ku paksa kau keluar!" ucap Yugoslavia yang kemudian mulai menembaki ku dengan senjata, dan senapannya yang keluar dari tubuhnya. Keadaan semakin berbahaya untukku jika aku diam saja disini. Kemudian aku saling menggenggam tanganku satu sama lain, dan setelahnya keluar lah hujan yang sangat deras.


Aliran listrik dari senjata milik orang itu menyambar dirinya karena terkena air hujan. Inilah yang disebut senjata makan tuan, hingga akhirnya senjata listrik itu hancur, dan meledak melukai tubuhnya. Hingga sesaat dia berhenti menyerang, dan aku memanfaatkan momen ini untuk lari menyerangnya.

__ADS_1


Aku melompat tinggi, dan mendarat dengan tangan yang sudah ku kepal untuk menghajar wajahnya sampai hancur. Namun dia berhasil menghindari serangan ku, dengan mesin terbang yang membuatnya dapat menghindari serangan ku. Meski dia berhasil menghindari ku, tapi aku masih ada serangan lain.


Karena dia menghindari pukulan ku, akhirnya pukulan ku mendarat di tanah, dan menyebabkan terjadinya gelombang tanah. Tanahnya bergerak-gerak seperti ombak di laut, dan ini membuat Yugoslavia kehilangan keseimbangannya di tempat dia mendarat. Kemudian aku langsung menerjang dengan cepat untuk menghabisinya dengan sihir berbentuk pedang cahaya ini.


Sret! bukannya pedang itu mengenai dirinya, tapi dia malah menyerang balik dengan cepat menggunakan pedang milikku. Dia menyayat tubuhku, hampir saja serangannya mengenai kepalaku, sepertinya dia tidak bisa menyerang dengan benar karena tanahnya terus bergerak seperti ombak di laut.


Tapi... bagaimana cara dia menyerang ku dari jarak sejauh itu? aku benar-benar sangat terkejut, dan tak menduga kalau dia menyembunyikan tentakelnya yang berisi sebilah pedang di dalam tanah untuk menyerang ku. Tapi anehnya pedang itu tak lagi melengket begitu mengenai tubuhku.


"Apa kau pikir kekuatan dari pedang ini hanya sebuah cairan super lengket saja?. Lihat baik-baik di pedang ini, pedang ini memiliki banyak lubang yang dapat mengeluarkan apapun, bahkan... api... di pedang ini terdapat sebuah pemantik, dan gas. Kemudian di pegangan pedang ini ada sebuah tali kecil yang sangat kuat yang membuat pedang ini bisa memanjang, dan memendek" ucap Yugoslavia yang menjelaskan tentang pedang itu padaku.


"Ukh... lalu apa yang kau lakukan padaku dengan pedang itu?" ucapku yang sedang mengobati luka sayatan barusan.


Dia memainkan pedang itu dengan banyak tentakelnya, pedang itu terus mengincar luka yang baru saja mengenai ku yang sudah di isi dengan minyak tanah. Bisa berbahaya jika pedang api itu mengenai ku, karena bisa-bisa tubuhku akan terus terbakar tanpa henti.


Rata! ta! ta! ta! kemudian sebuah senapan mesin membantu serangan pedang itu, dan membuatku semakin sulit untuk bergerak. Hampir tidak ada celah untuk menghindari serangannya yang bertubi-tubi itu, pergerakan ku sudah di blokir olehnya.


Sruk! tiba-tiba saja banyak tentakel yang keluar dari tanah yang ku pijak, dan tentakel tentakel itu langsung mengikat ku dengan erat, "Tamat riwayat mu Gernath!" teriak Yugoslavia dengan senyuman yang lebar sembari mengayunkan pedang itu ke arah luka di tubuhku yang sudah ditanam dengan minyak tanah.


Bum! duarrrrr! tiba-tiba saja ada sesuatu yang meledak di tubuh Yugoslavia, dan membuat semua tentakel yang melilit tubuhku merenggang. Aku segera melarikan diri dari kobaran api yang dahsyat itu, agar tak mengenai tubuhku yang terluka. Aku berdiri di atas pohon, dan memandangi apa yang baru saja terjadi sebenarnya.

__ADS_1


"K-kau!? ku pikir kau sudah mati... karena tubuhmu sudah terpecah belah" ucap Yugoslavia yang terkejut melihatnya dalam keadaan perutnya yang tertusuk oleh tangan Gordials, dan mengeluarkan ledakan yang menciptakan kobaran api tanpa henti.


"Sepertinya kau masih belum mengetahui seluruh kekuatan ku. Aku... bisa menumbuhkan kembali tubuhku yang sudah terputus, asal jantung ku masih tetap berfungsi. Meskipun kau sudah menghancurkan otakku yang merupakan bagian terpenting dari semua makhluk hidup, tapi untuk makhluk seperti ku kelemahan ku ada pada jantungku.


Tapi apa ini? aku tak merasakan apapun disini, dan hanya ada benda keras di dalam tubuh mu" ucap Gordials yang merogoh bagian dalam tubuh Yugoslavia.


"Gordials!? k-kau... masih hidup!?" ucapku dari atas pohon yang bersyukur kalau dia ternyata masih hidup. Padahal aku sudah mengira dia sudah mati karena Yugoslavia berhasil datang ke tempat yang sangat jauh ini dalam waktu dekat. Tapi syukurlah, sepertinya dengan begini keadaan akan semakin menguntungkan untuk kami berdua.


"Tetaplah disitu bodoh! apa kau ingin tubuhmu terbakar karena kesini?" ucap Gordials yang masih membakar tubuh Gordials.


"Ah!? benar juga... ba-baiklah aku akan tetap disini, dan aku akan membantumu menyerang dari jauh!" ucapku yang mengerahkan kedua tangan ku, dan mengeluarkan laser cahaya yang bersifat menetralkan.


"Bagus bocah! hancurlah dirimu dasar monster!" ucap Gordials yang mengangkat tubuh Yugoslavia, dan mengarahkannya pada serangan ku. Sekilas Gordials merasa terkejut melihat senyuman kecil dari Yugoslavia. Tapi dia akan mati hari ini, dengan terbakar sampai habis dengan kekuatan kami berdua.


!?!?!?!?!?!?!?!?!?


Semuanya terkejut, begitu melihat Yugoslavia yang berhasil menghindari serangan maut itu. Dia memanfaatkan tubuhnya yang bolong itu karena Gordials untuk pergi ke arah Gordials dengan cepat bagaikan belut. Kami baru ingat kalau tubuhnya itu sangat licin, dan bisa dibentuk semaunya.


"Makanlah serangan kalian berdua" ucap Gordials sebelum bergerak ke arah Gordials, dan bersembunyi di belakang tubuh Gordials. Lalu serangan milikku mengenai Gordials tepat mengenai tubuhnya, dan serangan api milik Gordials terpental karena Yugoslavia tiba-tiba saja berpindah tempat dari genggamannya yang merupakan sumber keluarnya api. Hingga akhirnya api itu mengenai tubuhku, BLARRRRR! tubuhku terbakar, bagian dalam tubuhku juga ikut terbakar, dan aku menjerit kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2