Artificial God

Artificial God
Losing Soul


__ADS_3

Di siang hari yang hangat itu, kami bertiga bersiap-siap untuk bertanding melawan bocah tak tahu diri itu. Sementara itu Elysna, dan Mouri menonton kami dari balik jendela rumah. Sebelum di mulai kami menyebutkan peraturan yang tidak boleh dilakukan. Peraturannya sama seperti pertarungan ku saat melawan Tygruth sebelumnya, hanya boleh menggunakan tangan kosong saja.


"Hei hei hei, sebelum pertandingan dimulai ada yang ingin kutanyakan padamu" ucapku.


"Apa? silahkan tanyakan pada yang ahlinya" ucap Vloid.


"Apa maksudnya itu? pada yang ahlinya, sepertinya otak anak ini sudah tidak beres" ucap Tygruth.


"Biarkan dia senang, lalu setelah pertandingan di mulai kita akan buat dia tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan kita dengannya. Hei Vloid, apa kau menantang kami berdua karena kau menganggap kami dengan remeh?" ucapku.


"Tentu saja, tapi aku tidak akan menganggap kalian remeh jika bertanding satu lawan satu" ucap Vloid yang membuat kami bingung dengan perkataannya. Apa maksudnya? kenapa dia menganggap remeh pertarungan dua lawan satu, sementara satu lawan satu tidak?. Sebenarnya apa yang dipikirkan anak itu? sepertinya ada yang tidak beres.


"Baiklah kalau begitu mari kita mulai" ucap Vloid yang tiba-tiba melesat dengan cepat di tengah-tengah. Kami terkejut karena kecepatannya yang luar biasa, kemudian Vloid menendang kepala kami dengan kedua kakinya. Namun untunglah refleks ku sangat cepat sehingga aku bisa menahan serangannya dengan tanganku.


Sementara itu seperti yang aku duga Tygruth terpental jauh karena menerima serangan Vloid, "Kecepatan yang luar biasa, tapi kalau hanya itu aku juga bisa!... eh!?" ucapku yang terkejut karena tiba-tiba Vloid berada di depanku, dan melayangkan tinjunya.


Kemudian aku tersenyum seringai, dan menangkap tangannya yang ingin menghantam wajahku itu, "A-apa!?" ucap Vloid yang terkejut. Kemudian aku mengangkat Vloid, dan membantingnya ke tanah dengan sangat keras. Sementara itu Tygruth melayang di udara, dan mengepalkan kedua tangannya yang menjadi satu yang bersiap menghantam Vloid dari atas.


Namun karena aku tak menyadari keberadaan Tygruth, aku terus membanting Vloid ke kanan, dan ke kiri. Hingga akhirnya serangan Tygruth tidak tepat, dan malah menghantam tanah hingga bergemetar begitu dahsyat. Padahal tadi itu adalah serangan yang sempurna, namun karena aku lengah yang terkejut melihat Tygruth turun dari langit.


Vloid memutar tanganku yang sedang memegang tangannya, dan memutarkan tubuhku yang kemudian di lempar. Dengan cepat Vloid langsung menendang Tygruth yang baru saja turun dengan lututnya hingga terpental lagi untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? tak ku sangka dia ternyata sanggup melawan kami seorang diri" ucapku yang terkejut dengan kekuatannya.


"Sepertinya kau salah paham, maka dari itu aku akan terus menghajar kalian sampai kalian sadar!" ucap Vloid sambil melesat cepat ke arahku dengan tendangannya. Aku langsung menahannya dengan tanganku, aku terus di hajar tanpa jeda, dan aku tak bisa melakukan perlawanan saat ini. Kemudian Tygruth datang, dan melayangkan tinjunya ke arah Vloid.


Namun dengan cepat Vloid melompat sehingga serangan Tygruth malah mengenai ku. Buak! aku terpelanting karena serangan Tygruth, dan saat Vloid mendarat dia langsung membalas serangan Tygruth dengan tendangan hingga Tygruth terpental ke arahku, dan menabrak ku dengan cukup kencang.


"Minggir kau!" ucapku sambil mendorong tubuh Tygruth yang menimpaku.


"Karena itulah kalian kalah, kalau kalian tetap seperti tidak akan pernah bisa mengalahkan ku yang seorang diri menghadapi kalian" ucap Vloid yang perkataannya membuat kami bingung, karena dia terus membicarakan hal yang tak kami mengerti.


"Apa maksudmu? aku tak mengerti perkataan mu, dengan apa yang kau katakan jika terus seperti itu?" ucapku.


"Sudahlah lebih baik kita bertarung menggunakan kekuatan sihir saja" ucap Tygruth yang baru berdiri.


"Benar juga katamu, anak itu benar-benar meremehkan kita sepertinya" ucap Tygruth yang sebenarnya ini adalah kesalahan pahaman.


"Kalian melupakan sesuatu yang penting untuk mengalahkan ku. Kalian lupa kalau kalian melawan ku berdua, kalian hanya memikirkan pertarungan antara kau, dan aku. Kalian tidak berpikiran untuk bekerja sama mengalahkan ku, hingga akhirnya serangan Tygruth malah mengenai Gernath.


Kalian melupakan pentingnya kerja sama sebuah tim untuk memenangkan pertarungan. Kalian hanya berlomba siapa yang lebih cepat mengalahkan ku lebih dulu. Karena itulah Kalian kalah! huh dasar pecundang!" ucap Vloid yang kesal, yang seharusnya kesal itu adalah kami karena diajarkan oleh anak kecil sepertimu.


Tapi ngomong-ngomong apa yang dikatakan Vloid ada benarnya juga. Tentang pentingnya sebuah kerja sama tim, yang membuat pertarungan lebih hebat dari pada menyerang secara sendiri-sendiri. Dengan bekerja sama pun tentunya kekuatan yang diperoleh akan semakin besar. Sehingga musuh yang kami lawan akan kewalahan menghadapi kami, dan bukan malah menguntungkan lawan seperti apa yang sedang kami lakukan saat ini.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, perkataan bocah itu benar juga. Baiklah, ini adalah saatnya Tygruth" ucapku yang semangat kembali.


"Kau benar, mari kita habisi..." ucap Tygruth yang perkataannya di potong duluan oleh Vloid, "Kalau kalian sudah tahu arti penting kerja sama lebih baik kita sudahi saja pertarungan ini. Karena aku tidak ingin kalah di tangan kalian" ucap Vloid yang melarikan diri.


"Hah... sial, bocah itu benar-benar membuatku kesal. Padahal dia yang menyuruh kita untuk bekerja sama, dan dia yang sudah menantang kiya berdua. Tapi dia malah kabur begitu saja?" ucapku yang geram padanya.


"Sudahlah, lagi pula dia masih seorang anak-anak. Lebih baik kita lanjutkan saja untuk berlatih dengan kekuatan baru" ucap Tygruth.


"Kau benar, kita harus terus menjadi yang terkuat. Tapi untuk apa kau berlatih? bukankah kau hanya tinggal mengendalikan apa saja yang menyentuh mu?" ucapku yang baru ini aku terpikirkan dengan kekuatan Tygruth.


"Tidak semua, aku masih memiliki batasan untuk menggunakan kekuatan ku. Tapi sebenarnya aku cukup iri dengan kekuatan mu yang sepertinya tidak memiliki batas" ucap Tygruth. Kalau dipikir-pikir juga kekuatan ku bisa mengeluarkan apapun. Selama aku terus berlatih, dan menggunakan energi kekuatan ku dengan baik, maka kekuatan yang akan muncul adalah kekuatan baru.


"Tapi bukankah kekuatan mu lebih hebat, dan lagi seharusnya kekuatan itu tak pernah ada. Kekuatan yang kau miliki sangat curang, karena semua yang ada di sini bisa kau kendalikan" ucapku.


Kemudian setelah itu kami berlatih dengan lebih keras bersama. Setelah mereka melihat kami sedang berlatih, mereka pun segera menghampiri kami, dan berlatih bersama. Kami, The Power of Peace akan menjadi yang terkuat, dan tak terkalahkan. Kami tidak akan mati sebelum menciptakan perdamaian di dunia ini, karena itu adalah tujuan di bentuknya tim ini.


Sementara itu, "Kalian semua, mulai bergerak untuk menciptakan kehancuran dunia ini"


"Baik tuan, tapi bagaimana dengan anda?"


"Kalian tak perlu mengkhawatirkan ku, aku akan keluar dari tempat ini setelah waktunya tiba"

__ADS_1


"Baiklah tuan, kami akan segera pergi" ucap mereka yang segera pergi keluar dari goa yang busuk, dan sangat dalam dari permukaan bumi. Gua yang sangat dalam, yang hampir menyentuh inti bumi. Orang-orang itu segera keluar bergerombolan dari goa itu. Tantu saja mereka memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Dan mereka menyebut diri mereka sebagai, "Losing Soul" orang-orang yang kehilangan jiwa mereka.


__ADS_2