Artificial God

Artificial God
Nizard


__ADS_3

Tingkahnya yang tidak tahu diri itu membuat ku kesal pada Milan. Padahal sudah jelas-jelas kalau lawannya berkata untuk menyerah. Tapi kenapa dia masih ingin menghajar lawannya meski sudah mengakui kalau dia sudah menyerah, dan tak sanggup berhadapan dengannya. Aku tak tahu apa yang di pikirkan orang-orang seperti mereka, apa mereka hanya ingin menunjukkan di hadapan semua orang kalau dirinya kuat!?.


Aku segera berjalan maju, dan menolong pria yang menjadi korban itu, "Apa yang sudah kau lakukan brengsek! bukankah dia sudah berkata menyerah?" ucapku sambil menatap Milan dengan melotot. Tentu saja Milan tidak menyukai sikap ku yang ikut campur seperti ini. Semua orang yang menonton juga sepertinya sangat tidak menyukai sikap ku yang seperti ini, mereka sedang membicarakan diriku.


"Apa-apaan pria itu? mengganggu saja"


"Haha sepertinya dia ingin menggantikan orang itu untuk di hajar"


"Dasar pengganggu! pergi saja kau!"


Semua orang mengucapkan kata-kata yang membuat terpuruk. Mereka semua hanyalah orang-orang yang tidak mempedulikan orang lain. Mereka semua sama sekali tak memiliki hati, mereka hanya memikirkan kesenangan mereka sendiri dari pada kesenangan bersama.


"Sudahlah... lebih baik kau jangan mempedulikan aku, pedulikan saja dirimu sendiri..." ucap pria itu yang terlihat tubuhnya bergemetaran setelah di hajar oleh Milan.


Kemudian aku berdiri, dan menantang Milan untuk bertarung dengan ku. Aku berjalan ke arahnya dengan tatapan kebencian kepada orang-orang seperti mereka. Setelah aku sampai di depannya, aku menarik kerah pakaiannya, dan berkata, "Bertarung lah dengan ku sampai mati!" ucapku yang benar-benar tak bisa mengontrol amarah ku.


"Brengsek lepaskan..." ucap Milan yang kemudian aku mengangkat tubuhnya dengan satu tangan yang sedang menarik kerah bajunya, dan membantingnya dengan sangat keras seperti apa yang telah dia lakukan pada lawannya sebelumnya.

__ADS_1


Bruak! para penonton, dan semua yang melihatnya sangat terkejut. Saat ini aku benar-benar menjadi pusat perhatian semua orang. Semuanya langsung terdiam begitu aku membanting tubuh besar Milan ke lantai, tidak ada suara sedikitpun.


"Brengsek... kau pikir bisa menjatuhkan ku semudah itu? hah!? rasakan ini!" ucap Milan yang ternyata dia menahan dirinya jatuh dengan persenjataan yang keluar dari tubuhnya. Mungkin itu adalah kekuatan yang dia miliki, Soul Weapon. Kekuatan yang bisa menciptakan berbagai senjata yang tiada habisnya. Kemudian Milan hendak menyayat kepalaku dengan sabit yang dia buat.


Tapi... klang! sabit itu... di tahan hanya dengan tangan kosong oleh seseorang. Aku benar-benar terkejut, tangannya tidak terluka sama sekali setelah terkena benda yang sangat tajam yang dapat membuat membelah apapun bagaikan sebuah kertas. Orang yang menahan serangan Milan itu adalah Toro yang merupakan pemimpin mereka.


Wajahnya terlihat tenang, sambil menahan serangan Milan yang mengarah padaku. Aku benar-benar terselamatkan olehnya, aku benar-benar lengah karena tidak bisa mengontrol emosiku. Kalau saja Toro tidak segera datang menahan serangan Milan... mungkin saja aku... sudah mati karena lengah.


"Tenanglah... aku tahu perasaan mu. Tapi kau sudah menang, dan biarlah orang yang bernama Gernath ini aku yang mengurusnya. Karena dia adalah lawan bertarung ku" ucap Toro yang kemudian kembali ke tempat para penonton. Lalu aku, dan Milan pun segera kembali ke tempat para penonton dengan perasaan kesal. Aku juga sempat terkejut kalau ternyata lawan bertarung ku adalah Toro.


Aku benar-benar tak menyangka nya sama sekali kalau lawan ku adalah pemimpin dari grup mereka. Tapi di sisi lain, karena sikapku yang sembrono seperti tadi, aku hampir saja di diskualifikasi oleh para juri. Tapi karena aku menunjukkan sesuatu yang hebat, karena dapat membanting tubuh besar Milan, akhirnya aku tidak jadi di diskualifikasi, dan mendapatkan perhatian dari pada juri yang melihat kejadian tadi.


"Baiklah! saatnya peserta nomor enam belas maju ke depan! yeahhh!" teriak komentar itu yang semangatnya tiada habisnya. Sepertinya dia bisa berteriak kapan saja dia mau, karena tenggorokannya tidak pernah kering setelah berteriak selama satu jam.


Kemudian peserta nomor enam belas maju ke depan, dan menunjukkan diri mereka kalau mereka sudah siap untuk bertarung, dan aku sedikit terkejut karena yang bertarung adalah salah satu anggota dari grupnya Toro. Yaitu pria yang kelihatan baik, dan juga jahat, Nizard. Aku menyebutnya baik karena dia sangat tenang saat menjelaskan tentang arena kerajaan ini pada kami saat itu, selebihnya tidak, hanya itu saja sungguh.


Lalu yang menjadi lawannya Nizard adalah seorang perempuan, ah... sepertinya ini akan menjadi kemenangan mudah bagi Nizard karena lawannya seorang wanita. Tapi melihat dari tubuh wanita yang terlihat atletis itu sepertinya dia cukup memiliki kemampuan untuk bertarung. Tapi jika di lihat dari anggota grup Toro yang memiliki kekuatan yang cukup membuatku takjub, sepertinya kemenangan ini akan di raih oleh Nizard.

__ADS_1


Kalau tidak salah aku ingat sesuatu tentang kekuatan miliknya. Dia adalah orang yang bergerak dengan secepat kilat yang saat itu mengambil Yuki dari kami. Meski aku belum pernah melihat dia bertarung secara langsung, sepertinya dia bukan lawan yang mudah, dia adalah orang yang memiliki kemampuan yang hebat.


"Baiklah tunggu apa lagi! pertarungan sampai mati! di mulai!" ucap sang komentator yang melebih-lebihkan bahasanya.


Sat! kemudian wanita yang menjadi lawannya Nizard segera maju, dan melompat untuk memberikan tendangan. Nizard dengan cepat dia segera menahan serangan dari wanita itu, dan dia sedikit terpental!?. Aku benar-benar tak menyangka kalau dia akan terpental hanya karena serangan wanita itu. Tapi lebih baik aku tak meremehkannya, dan melihat siapa yang akan memenangkan pertarungan ini.


"Sepertinya kau pria lemah ya, aku muak dengan pria lemah yang hanya bisa berlindung di punggung orang lain!" ucap wanita itu yang meremehkan Nizard, dan segera menghajar Nizard dengan serangannya yang bertubi-tubi menggunakan teknik bela diri yang ia pelajari.


Nizard hanya bisa bertahan dengan tangan, dan kakinya agar tidak terkena serangannya, dan terjatuh. Para peserta yang menonton pertarungan itu menertawakan Nizard karena kalah dari seorang wanita. Dia benar-benar di buatnya terpojok, dan tak bisa menyerang balik, atau mengubah keadaan.


"HAHAHA HAHAHA HAHAHA!"


"apa-apaan pria itu!? dia di hajar habis oleh seorang wanita? haha!"


"Dasar dia membuat malu para pria saja!"


"Pria lemah sepertinya tidak berhak untuk ikut pertarungan ini! kau bisa mati Haha!"

__ADS_1


Semua orang benar-benar menertawakan Nizard dengan kejam. Padahal mereka belum tahu kalau pria yang kalian tertawakan itu memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan. Bahkan aku tidak bisa membaca kecepatannya, dia bergerak dengan cepat bagaikan cahaya. Mungkin dia memang lemah jika bertarung hanya dengan mengandalkan fisiknya saja.


Tapi... dia memiliki kekuatan yang tak pantas kalian tertawakan. Entah kenapa aku malah jadi bersimpati kepada orang-orang yang ku benci itu. Hah... sialan, hatiku ini memang sangat lemah sekali, aku benar-benar tidak bisa membenci seseorang. Karena jika aku membenci semua orang... yang ku rasakan adalah... semua orang akan membalik membenciku, dan mimpi buruk yang aneh itu akan menghantui ku lagi.


__ADS_2