
Saat ini hanya aku, dan Elysna saja yang belum ikut berpartisipasi dalam pertarungan itu. Sementara itu orang-orang yang berasal dari kelompoknya Toro yang belum ikut berpartisipasi juga adalah dirinya sendiri, lalu Sheran yang entah dia adalah kekasihnya atau bukan aku tidak peduli. Lalu yang terakhir adalah pria yang terlihat misterius itu, kalau tidak salah aku pernah mendengar namanya, namanya adalah Martis.
Sementara itu Tygruth, dan orang-orang lolos untuk menjadi gladiator sedang bersantai di ruangan para pemenang. Aku, dan Elysna sangat bersyukur atas kemenangan Boa Boa di pertarungan sebelumnya, dia menang telak hingga lawannya menangis ketakutan. Tapi di sisi lain juga kami merasa kasihan pada lawannya yang terlihat ketakutan, dan menimbulkan trauma pada Boa Boa.
Saat ini Kyra yang menjadi lawannya Boa Boa masih sedang menangis di pojok ruangan bersama Boa Boa yang ikut menangis bersama nya. Tangisan Boa Boa buka karena tangisan bahagia bisa lolos ke pertarungan sesungguhnya, akan tetapi karena dia ikut merasa sedih melihat lawannya menangis.
"Hah sialan mereka lama sekali!" ucap Tygruth dalam batinnya yang merasa kesal karena menunggu lebih lama dari yang lainnya di dalam ruangan itu.
Sementara itu akhirnya pertarungan ke delapan belas akan segera di mulai. Peserta yang bertarung dengan nomor delapan belas adalah salah satu anggota dari kelompoknya Toro. Yaitu Sheran yang merupakan satu satunya wanita yang berada di kelompok mereka. Sementara yang menjadi lawannya adalah seorang pria dengan otot yang memukau di seluruh tubuhnya.
Ah... seketika kami langsung berpikir kalau yang menjadi lawannya Sheran sangat beruntung sekali. Mungkin Sheran akan menjadi orang kedua yang tidak lolos dalam anggota kelompok mereka setelah Nizard. Tapi melihat dirinya seorang wanita, aku jadi tak tega untuk menonton dia di hajar habis oleh lawannya yang terlihat sudah tidak sabar ingin mengoyak tubuh Sheran.
"Gadis kecil... apa setelah ini kau ingin pergi kencan dengan ku? dengan begitu aku akan memberikan kemenangan ini pada... uakh! ukh!" ucap lawannya yang terlihat meremehkan Sheran dengan tatapan mesum. Lalu seketika tanpa basa basi Sheran segera melayangkan serangan kepada pria otot mesum itu yang padahal pertarungan belum di mulai.
"Ehh!? padahal pertarungan belum di mulai tapi nona manis ini sudah tidak sabar ingin menghajar pria berotot itu!. Tapi karena dia seorang wanita jadi pertarungan ini tak akan di diskualifikasi!" ucap pembawa acara itu, yang membuat dirinya di hujat.
"Apa-apaan si pembawa acara itu, dia bersikap tidak adil hanya karena lawannya seorang wanita"
"Dasar, tapi meski begitu aku harus mengakuinya"
Sementara itu Sheran terus beradu pukulan dengan lawannya yang terlihat kesal dengannya. Pukulan lawannya di penuhi dengan amarah, jika saja Sheran terkena pukulannya yang besar itu mungkin dalam sekali serang Sheran akan kalah. Tapi Sheran bertarung dengan tenang seperti sedang menari sambil bertarung melawannya.
__ADS_1
"Sial!? wanita ****** ini! dia bisa dengan mudah menghindar, dan menahan serangan ku yang menjadi tumpuan untuk menyerang ku" ucap lawannya dalam hati yang semakin kesal hingga matanya merah melotot. Semua penonton merasa merinding melihat wajahnya yang benar-benar marah itu, otot otot di tubuhnya semakin timbul, bersamaan dengan uratnya yang hampir keluar dari kulitnya.
Sheran terus menyerangnya dengan melayangkan pukulan, dan tendangan sambil menari di pertarungan mereka. Semua orang bersorak, dan memberi semangat untuk wanita yang sedang bertarung melawan pria itu. Semua orang sangat kagum dengan keterampilan bertarung yang unik dari Sheran, dan banyak yang membicarakan, dan membandingkan dirinya.
"Jika aku menjadi lawannya aku pasti akan langsung menyerah"
"Wanita itu hebat sekali!"
"Dia pasti bukan lawan yang mudah"
Ucap orang-orang yang membicarakan Sheran dengan pujian, dan sebagainya. Meski begitu pasti ada saja orang yang membencinya, atau tidak menyukainya bukan. Karena memang seperti itulah sifat mutlak dari manusia.
Lalu... hingga akhirnya... tap! serangan Sheran berhasil di tangkap, dan saat ini kedua tangan Sheran dalam kendali lawannya. Seketika semua orang yang mendukungnya tadi langsung terdiam, dan di pikiran mereka pasti memikirkan hal yang sama, "Celaka". Ya, sepertinya sudah tidak ada harapan lagi bagi Sheran untuk lolos dari genggaman otot dari lawannya yang seperti monster.
"Hei hei, bukankah itu sangat berbahaya sekali"
"Seharusnya pertarungan ini di hentikan, tapi kenapa tidak ada yang menghentikannya"
Sementara itu saat aku melihat seperti apa reaksi Toro saat melihat salah satu anggotanya yang sedang terancam bahaya. Aku terkejut karena dia terlihat senang, dan seperti tidak peduli. Dia hanya menikmati rokok yang ada di tangannya sambil berwajah datar melihat anggota nya yang akan kehilangan kedua tangannya.
"Setelah aku mencopot kedua tangan ini dari tubuhmu, selanjutnya aku akan mencopot kedua kaki mu" ucap lawannya yang tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Aku yang melihat perlakuan kejam itu sangat panik. Aku benar-benar tidak bisa melihat seseorang menderita meski aku sangat membenci orang itu. Aku ingin sekali berlari ke arahnya, dan menghentikan pertarungan itu, tapi hatiku benar-benar bimbang sekarang. Aku benar-benar kebingungan apakah harus menyelamatkan wanita itu, atau berdiam diri di sini, dan menyaksikan dia tersiksa.
"AAAAKHH! ARRRRRRGHHHHH!" teriak Sheran yang menjerit kesakitan, sementara lawannya dengan tega menyakiti nya sambil tersenyum seperti iblis.
Semua orang langsung protes, untuk menghentikan pertarungan ini kepada para juri yang ada di sana begitu mendengar suara jeritan Sheran. Tapi sang pembawa acara menjelaskan sesuatu tentang pertarungan ini. Pertarungan akan berakhir jika salah satu dari mereka menyerah, atau sudah tidak sanggup lagi untuk bertarung. Karena kondisi Sheran yang masih sangat bertarung, dan tidak mau menyerah, maka pertarungan ini masih di anggap berlanjut meskipun Sheran kehilangan tangannya.
"AAAAKHH!" jerit Sheran sekali lagi yang membuat hatiku tergerak untuk menolongnya dari kesulitan yang dia hadapi saat ini.
Wush! aku segera melesat secepat kilat, dan memotong kedua tangan pria itu yang hendak mencopot kedua tangan Sheran. Lantas pria itu menjerit kesakitan, saking kesakitan nya ia sampai berguling guling di lantai, sambil berkata, "Tanganku! tanganku!". Semua orang yang melihatnya sangat terkejut dengan tindakan yang ku lakukan.
"Dari mana dia datang!"
"Dalam sekejap dia langsung memotong kedua tangan pria itu!?"
"Hei bukankah dia orang yang menggangu pertarungan yang sebelumnya"
"Benar dia orang nya! dasar pengganggu!
"Pergi kau dari situ! dasar pengganggu!"
"Keluarkan dia dari sini!"
__ADS_1
Semua orang seketika langsung membenciku dengan menyoraki ku, dengan tatapan kebencian mereka. Tanpa alasan mereka tiba-tiba saja langsung berbuat seperti itu padaku, sebenarnya ada di mana hati nurani mereka. Apakah mereka akan merasa lebih baik jika seorang wanita ini yang kehilangan kedua tangannya di bandingkan pria yang kejam itu.
Yah meski pada akhirnya tangannya akan putus, pasti mereka hanya akan merasa khawatir, setelahnya mereka melupakannya begitu saja. Sekejap aku langsung berpikir, "Apakah aku memang harus menyelamatkan orang-orang seperti mereka?" pikiran itu terus menumpuk di kepalaku. Apakah aku harus menciptakan dunia yang damai demi orang-orang seperti mereka? rasanya... sangat menyebalkan sekali.