
Amarah, kebencian, rasa ingin membunuh, balas dendam, saat ini aku merasakan semuanya, dan semua rasa itu aku fokuskan kepada makhluk brengsek ini yang telah melukai teman-teman ku. Saat ini kami sedang bermain lompat-lompatan, "Hei, apa kau tidak bisa serius sedikit?" ucapku yang selalu menghindari kemana dia melompat ke arahku untuk menyerang ku.
Meskipun dia adalah makhluk yang hidup di air, yang seharusnya dia memiliki kecepatan yang lebih cepat jika di habitatnya. Tetap saja dia tak akan pernah bisa mengikuti pergerakan ku saat ini. Aku terus melompat seperti kucing, dan lagi aku menggunakan kekuatan gravitasi untuk menarik tubuhku ke tempat yang ku inginkan. Sehingga daya tarik gravitasi membuat pergerakan ku menjadi lebih cepat.
"Sialan kau? aku akan membunuhmu!" ucap makhluk itu yang melompat ke arahku dengan kecepatan penuh. Kemudian aku pun melompat ke arahnya, dan menebas tubuhnya bertubi-tubi hingga tersayat, dan kemudian mendarat dengan sempurna.
"Membunuhku? kau saja tak bisa menangkap ku, lalu dengan apa kau ingin membunuhku?" ucapku dengan datar. Sementara itu Mouri, mengumpulkan semuanya, dan mengobati mereka yang terluka. Aku tak akan memaafkan makhluk hina ini, aku akan mengakhirinya sekarang juga.
Lalu tiba-tiba saja makhluk itu meletakkan tangannya ke tanah, dan mengucap sesuatu. Yang kemudian tiba-tiba saja tempat ini semakin gelap gulita, dan rasanya tekanan air semakin berat. Gelembung udara milikku semakin tidak stabil, dan hampir pecah. Sepertinya dia telah memindahkan kastil ini kelautan yang lebih dalam.
"Bagaimana? apa kau semakin tersiksa? hahaha! aku sudah memindahkan kastil ini ke dasar permukaan laut. Dengan begitu aku bisa menggunakan kekuatan ku yang sebenarnya. Summon! Kraken!" teriak makhluk itu yang meletakan tangannya di tanah, dan tiba-tiba keluar cahaya yang membentuk lingkaran. Lalu tiba-tiba saja kastilnya menghilang, sepertinya dia telah memindahkannya lagi.
Dan saat ini kami sedang bertarung di dasar lautan, keadaan begitu gelap, dan mengerikan. Lingkaran kekuatan yang digunakan makhluk itu semakin membesar, aku segera membawa yang lainnya menjauh dari lingkaran aneh yang bercahaya ini, dan lagi membesar. Sampai akhirnya lingkaran itu berhenti membesar, dan bumi pun bergetar dengan hebat.
Saat itu semua yang ada dipikiran kami membuat kami teringat akan makhluk yang dapat menggetarkan tanah yang membuatnya menjadi gempa bumi, lalu mengeluarkan cairan aneh. Kami berpikir kalau makhluk inilah yang membuat tanah bergetar itu. Kemudian lingkaran itu mengeluarkan sesuatu yang sangat besar, makhluk raksasa yang sangat besar sekali.
Aku sangat terkejut begitu melihatnya, kalau makhluk itu adalah seekor gurita raksasa, "Hahahaha! bagaimana kau akan menghadapi ini!? kau pasti akan mati, hahaha!" ucap makhluk itu. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat ini, sepertinya gurita raksasa ini memiliki kulit yang sangat keras.
"Tenang saja, aku akan membantumu" ucap Tygruth yang menepuk pundak ku, dan berdiri di samping ku yang bersedia untuk membantu ku dengan senyuman yang penuh harapan akan kemenangan. Namun bukankah dia tak bisa menggunakan kekuatannya, "Tapi bukankah kau tak bisa menggunakan kekuatan mu?" ucapku.
"Aku tidak tahu kau ini bodoh atau apa, tapi sekarang aku bisa menggunakan kekuatan ku karena kastil sialan itu sudah tidak ada lagi" ucap Tygruth yang perkataannya ternyata benar, dia dapat menggunakan kekuatannya begitu berada di luar kastil yang selama ini mengekang kekuatannya.
__ADS_1
"Meski begitu, apa kau bisa mengalahkan makhluk kesayangan ku ini?" ucap makhluk itu.
"Kalau belum dicoba siapa yang akan tahu hasilnya. Gernath kau urus makhluk sialan itu, dan aku akan melawan raksasa jelek ini" ucap Tygruth yang mendorong ku dengan air yang ada di sekeliling. Kemudian aku menggenggam pedangku dengan erat, dan berteriak dengan keras, "Bodoh!" ucap makhluk itu yang mengarahkan tangannya kepadaku.
Kemudian tiba-tiba saja muncul sebuah pelindung yang melindungi makhluk itu. Aku sudah menebas sebanyak yang aku bisa namun pelindung itu sangat susah di hancurkan karena terbuat dari air. Sementara aku seperti orang bodoh yang sedang mencoba membelah air.
Sementara itu pertarungan Tygruth dengan gurita raksasa itu nampak sengit. Aku tak boleh lengah, aku harus fokus pada lawan ku saat ini. Demi semuanya, aku akan melakukan apa saja, oleh karena itu tunggu aku Elysna... Vloid... dan juga kau Mouri, aku akan membalaskan dendam kalian kepada makhluk brengsek ini.
"Electro Sword!" ucapku yang kemudian pedang yang ku genggam mengeluarkan arus listrik yang membuat pelindung air miliknya hancur. Kemudian aku mengayunkan pedangku tepat di lehernya dengan sengatan listrik yang menyambar di lautan. Tapi... aku sangat terkejut begitu dia menahan pedang itu hanya dengan satu tangannya.
"Siapa namamu?" ucap makhluk itu yang tiba-tiba, dan wajahnya terlihat sangat serius untuk saat ini, "Namaku Gernath! aku akan membunuh orang jahat seperti mu! dan kami akan menciptakan perdamaian dunia ini!" ucapku dengan keras sambil terus mencoba mendorong pedang itu agara membelah tangannya yang sedang menahannya.
"Aku Louris dari bangsa makhluk mitologi Leviathan. Soal perdamaian itu... adalah usaha sia-sia yang saat ini sedang kalian jalani" ucap makhluk itu dengan tatapan serius. Aku cukup terkejut karena dia bisa mengendalikan emosinya untuk saat ini, yang padahal dia adalah psikopat gila.
"Hal itu tidak akan pernah terjadi, sampai kau membunuh makhluk brengsek itu!" ucap Louris yang terlihat sedih. Aku cukup terkejut di buatnya karena aku melihat wajah yang tidak mungkin terjadi untuk orang yang sudah kehilangan jiwanya itu.
"Makhluk apa yang kau maksud? aku tidak mengerti maksudmu, tapi aku akan tetap mewujudkan harapan kami!" ucapku yang terus melawannya.
"Dia adalah makhluk yang lebih gila dariku, yang memiliki kekuatan tidak normal. Mungkin kekuatannya setara dengan dewa" ucap Louris yang terlihat semakin sedih. Aku tak mengerti apa maksud ucapannya, makhluk yang kekuatannya setara dengan dewa!? apa maksudnya itu!?. Tentu saja tidak ada makhluk yang seperti itu, karena dewa kami adalah yang terkuat.
"Kenapa orang seperti mu bisa memasang wajah sedih! jangan membuatku muak dengan memasang wajah palsu itu!..." ucapku yang terkejut begitu melihat dia mengalirkan air matanya. Padahal kami sedang berada di dalam laut!? bagaimana cara dia menangis? dan lagi air matanya terjatuh ke tanah.
__ADS_1
"Ini adalah air mata kami para bangsa Leviathan, kesedihan kami lebih berat dibandingkan dengan massa lautan. Makhluk gila itu telah merenggut nyawa kami tanpa sisa" ucap Louris yang bersedih, yang kemudian dia hanya terduduk, dan tak lagi memiliki semangat bertarung.
Ini adalah kesempatan ku untuk menebasnya, dan mengakhiri semua permasalahan ini. Tapi... mengapa aku malah diam saja, dan tak melakukan apapun. Apa aku telah bersimpati padanya? pada makhluk kejam, dan bengis sepertinya?. Apa yang terjadi padaku? kenapa aku tak tega melihat seseorang menangis di hadapan ku, dan lagi dia adalah musuhku.
"Kenapa kau malah diam saja? bunuh lah aku karena ini adalah kesempatan mu sebelum aku berubah pikiran. Dengan begitu makhluk besar yang sedang bertarung dengan temanmu itu akan menghilang begitu aku berakhir" ucap Louris yang saat ini terlihat putus asa.
"Aku merasakannya... aku merasakan kesedihan yang saat ini kau alami" ucapku yang ikut memasang wajah sedih di hadapannya.
"Jangan konyol... kalian tidak tahu apa-apa tentang kehidupan busuk kami para makhluk mitologi" ucap Louris yang menutupi wajahnya yang tengah menangis itu.
"Meski begitu, melihat seseorang menangis karena sedih. Aku tahu kalau itu rasanya sangat menyakitkan, karena sebelumnya aku pernah merasakan rasa sakit itu. Namun semuanya berubah karena mereka datang sebagai orang yang berharga di hatiku" ucapku.
"Tapi tetap saja... kau tidak akan pernah mengerti tentang kami yang hidup sebagai makhluk lemah" ucap Louris.
"Apa maksudmu? bukankah makhluk mitologi itu sangat kuat?" ucapku.
"Karena aku terlahir sebagai orang yang terlemah, dan akan tetap menjadi yang terlemah. Dan aku yakin dengan kekuatan yang kalian miliki, kalau kalian dapat mengalahkan ku yang adalah seorang makhluk mitologi. orang lemah seperti ku tidak akan ada yang pernah menganggap ku ada" ucap Louris yang terlihat menderita.
"Kalau begitu... aku bersedia mendengarkan cerita hidupmu" ucapku yang kemudian duduk di sampingnya. Louris terkejut begitu aku mau mendengarkan kisah kehidupannya yang penuh dengan keluh kesah itu. Meski aku tak memahaminya, tapi aku tahu apa yang dirasakan, rasanya pasti menyakitkan bukan.
Aku juga pernah merasakannya, saat aku menganggap diriku lemah dihadapan Tygruth yang memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat dariku, dan jauh lebih kuat dariku. Saat itu aku terus menyesalinya, dan membenci diriku sendiri kenapa aku memiliki kekuatan yang lemah seperti ini.
__ADS_1
Rasanya sangat menyakitkan hingga membuatku ingin berteriak, dan menangis. Aku tahu rasa yang menyakitkan itu, karena bukan pertama kalinya aku merasakan hal. Aku sudah sering merasakan hal yang menyakitkan, dan kepedihan seperti itu... tapi entah kenapa aku tidak ingat kapan aku pernah merasakan sesuatu yang menyakitkan seperti itu?.