Artificial God

Artificial God
Kembali


__ADS_3

Keadaan disini semakin mencengkram, namun tidak ada respon sama sekali pada bangsa iblis yang melihat leluhurnya terlahir kembali. Semuanya diam saja, dan tidak tahu harus apa, karena kebencian bangsa iblis pada bangsa malaikat telah hilang sepenuhnya. Karena itulah saat ini bangsa iblis sangat bimbang dengan apa yang harus mereka lakukan.


"Kenapa? kenapa kalian diam saja? jawab aku Lugoth!" ucap Gordials dengan penuh kebencian yang mendalam. Yang membuat siapa saja yang mendengarnya merasakan kebencian yang membusuk itu.


"Maafkan aku tuan Gordials... saat ini hubungan kami dengan malaikat sudah membaik" ucap Lugoth yang mewakili semua bangsa iblis. Karena bangsa iblis sudah sangat nyaman dengan kedamaian ini, semuanya terasa sangat menyenangkan dengan dunia yang damai seperti ini.


"Apa kalian membantahku! aku akan menghitung sampai sepuluh. Jika tidak ada seorangpun dari kalian yang menyerang para malaikat... aku akan menghabisi siapapun yang ada disini tanpa sisa" ancam Gordials yang membuat semuanya bergemetar ketakutan.


Kemudian Gordials mulai menghitung dari angka sepuluh... namun saat itu juga masih belum ada yang bergerak. Mereka semua terdiam dengan menundukkan kepala mereka, hingga akhirnya sampai hitungan kelima. Semua orang yang ada disana masih diam saja, dan itu membuat Gordials marah. Amarah pada dirinya pun terasa sangat menusuk pada jiwa mereka yang merasakannya.


"Tiga... dua... satu... baiklah... sepertinya kalian semua lupa dengan tradisi leluhur kalian" ucap Gordials yang mengeluarkan seluruh kekuatannya di seluruh tubuhnya. Muncul aura merah keunguan yang sangat pekat, yang menyelimuti dirinya. Semua yang melihatnya terasa tertekan oleh kekuatan yang luar biasa itu, mereka semua menjaga posisi bertahan, untuk bersiap menerima serangan Gordials, dan sekaligus bertarung dengannya.


"Tuan Gordials!... kumohon lupakanlah masa lalu! saat ini dunia kami sudah baik-baik saja!" ucap Lugoth.


"Benar! sudah saatnya kita harus merubah pemikiran leluhur kita. Lagi pula kami sudah bosan dengan peperangan tanpa akhir yang sudah kalian lakukan. Apa kau tidak menginginkan perdamaian?" sambung Boreas.


"Perdamaian? huh... itu semua hanya omong kosong! kalau kalian menginginkan perdamaian seharusnya kalian menciptakan perdamaian pada seluruh bangsa! itulah yang disebut perdamaian. Dan saat acara God's Meeting diadakan aku melihat bangsa kalian para malaikat merendahkan bangsa lainnya!" ucap Gordials yang benar-benar marah.


Dan disaat itu semuanya merenungkan perkataan Gordials. Mereka merasakan rasa bersalah karena telah meremehkan bangsa lainnya. Apanya yang disebut perdamaian kalau masih ada rasa benci terhadap bangsa lain. Sementara bangsa malaikat hanya menciptakan perdamaian pada satu bangsa saja, apanya yang disebut perdamaian? itulah yang mereka pikirkan saat ini.


Mereka semua terus merenungkan perkataan dari raja iblis pertama. Kalau perkataan nya memanglah benar, tapi alasan apa yang membuat mereka saling membenci? mereka sama sekali tak tahu apa yang membuat mereka saling membenci. Yang mereka tahu adalah membenci itu sendiri, asal berbeda mereka harus membencinya.


"Kenapa kalian semua diam! apanya yang kalian sebut perdamaian kalau hanya dua bangsa berbeda saja yang damai sementara bangsa lainnya tidak?" ucap Gordials yang membuat semua mendengarnya tertekan.


Kemudian ada suara gemuruh dari Xyyushara yang tumbang itu. Semuanya terkejut begitu melihat Xyyushara yang besar itu menyusut ke sebuah titik. Dan titik itu adalah sosok penunggang yang mengendalikan Xyyushara itu sendiri, saat ini keadaan menjadi lebih mencengangkan.

__ADS_1


"Hai... apa kalian sudah selesai berceramah?" ucap makhluk itu dengan wujud barunya yang sangat mengerikan.


"Dasar... ternyata kau belum mati juga ya? kau ini keras kepala sekali" ucap Gordials.


"Mati? hahahaha! kau lah yang akan mati!" ucap makhluk itu dengan suara yang melengking. Kemudian keluar sebuah tentakel dari punggung makhluk itu, dan di ujung tentakel itu memiliki sebuah gigi yang sangat tajam. Tentakel itu memanjang, dan membesar menyerang Gordials.


"Chaos Fire..." ucap Gordials yang membuat semua tentakel yang menerjang menyerangnya terbakar tanpa henti. Hingga akhirnya makhluk itu memutuskan tentakel itu dari tubuhnya, dan membuat yang baru.


"Jangan sombong kau makhluk rendahan! kau hanya makhluk yang lebih rendah dari kami! rasakan ini!" ucap makhluk itu yang menyemburkan lahar dari tentakel itu. Semuanya terkejut dengan bagaimana bisa makhluk biasa yang tak memiliki kekuatan sihir itu bisa melakukan serangan itu.


Namun tidak untuk Gordials yang mengetahui bagaimana dia bisa mengeluarkan kekuatan api itu. Makhluk itu menyerap lahar yang berada di perbatasan dunia iblis, dan malaikat dengan kakinya. Saat ini makhluk itu tidak dapat berpindah tempat karena kakinya harus terus menyedot lahar di dunia iblis yang jaraknya dekat dari sini.


Pats! lagi-lagi dengan kecepatan kilatnya Gordials maju di belakang makhluk itu, dan bersiap meninju kepalanya hingga hancur. Namun tiba-tiba saja ada tentakel besar yang muncul di hadapan Gordials, dan tentakel besar itu meniupkan angin yang sangat kuat hingga Gordials terpental di udara.


Lalu tentang bagaimana makhluk itu mengeluarkan kekuatan angin yang kuat. Itu semua karena tubuhnya yang penuh dengan lubang menyedot udara disekitar. Kemudian begitu Gordials berada tepat di belakangnya, makhluk itu mengeluarkan seluruh udara yang ada di dalam tubuhnya.


"Sepertinya kau adalah lawan yang cukup sulit... padahal kau sama sekali tak memiliki kekuatan sihir. Tapi aku bingung bagaimana bisa makhluk seperti mu bisa menjadi sekuat ini... padahal kau makhluk biasa kan?" ucap Gordials yang heran dengan makhluk itu.


"Kau ingin tahu kenapa? itu karena kami adalah manusia hasil percobaan yang diciptakan oleh tuan kami agar dapat hidup abadi di dunia ini" ucap makhluk itu.


Kemudian sementara itu para anggota Shan kerasa khawatir dengan yang terjadi di seluruh dunia. Karena mereka sadar bahwa bukan hanya desa makhluk campuran saja yang diserang. Akan tetapi seluruh dunia sedang sangat kacau, mereka semua ingin kembali ke desa mereka untuk membantu melindungi desanya. Namun mereka tidak tahu sama sekali bagaimana cara pergi kembali ke desanya.


Karena, "Sial! ke arah mana kita bisa kembali ke desa kita!" ucapku yang berpikir keras.


"Seharusnya kau menyalin peta itu terlebih dahulu, sebelum kau memberikan peta itu kepada bangsaku" ucap Vloid.

__ADS_1


"Kau benar! argh! bodohnya aku! padahal disini ada mesin pencetak!" ucapku yang bermaksud mesin pencetak itu adalah Mouri.


"Apa katamu sialan! kau benar-benar cari mati ya!" ucap Mouri yang memukuli ku.


"Hai semuanya! apa yang sedang kalian ributkan?" ucap Tygruth yang baru saja kembali dari bermain bersama anak-anak desa yang tersisa.


"Kami sedang memikirkan bagaimana cara kembali ke desa. Karena kemungkinan terbesar nya serangan makhluk aneh itu juga sedang terjadi di semua tempat" ucap Boa Boa.


"Benar juga... kalau begitu tunggu apa lagi Mouri? aku akan menciptakan mesin yang sangat hebat dengan ide luar biasa ku!" ucap Tygruth dengan sombong.


"Hei bodoh! memangnya kau tahu dimana letak pastinya desa Leonis? hah?" ucap Mouri yang membuat semua perkataan Tygruth terpukul.


"Sial benar juga... apa yang harus kita lakukan?" ucap Tygruth.


Kemudian Elysna mengajukan diri, "Hei apa kalian lupa kalau Louris telah memberikan seluruh kekuatannya padaku. Yang berarti aku bisa menggunakan kekuatan teleportasi miliknya" ucap Elysna yang membuat semuanya terkejut.


"Sial benar juga! kau kan memiliki kekuatan yang sangat hebat! hahahaha aku lega kalau ada yang lebih hebat dari kakak!" ucap Vloid yang sepertinya sedang menyindir ku.


"Tapi apa kau tahu dimana lokasi desa yang kalian bicarakan berada?" ucap Boa Boa.


"Tentu saja! karena aku pernah tinggal disana jadi aku tahu dimana letaknya. Baiklah kalau begitu kalian berkumpul di dekat ku, kecuali kau... mesum" ucap Elysna padaku.


"Baiklah aku akan menjaga jarak" ucapku yang pasrah.


Sementara itu ketika kami sudah berkumpul di sekitar Elysna. Elysna menggunakan kekuatannya, dan tiba-tiba saja ada cahaya yang menyelimuti tubuh kami. Sepertinya kekuatan teleportasi ini berhasil, dan akhirnya kami di bawa kembali ke desa kami. Dan saat itu kami terkejut kalau penampakan pertama yang kami liat di desa adalah kekacauan, dan kerusakan yang sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2