Artificial God

Artificial God
Bandit


__ADS_3

Sehari berlalu sejak pertemuan kami dengan malaikat itu. Entah kenapa dia terus membuntuti kami dari belakang, apakah dia merencanakan sesuatu? itulah yang kami pikirkan pertama kali tentangnya. Tapi ternyata bukan itu menurut pemikiran jenius dari Tygruth, dia membuntuti kami karena tak ingin sendirian lagi.


"Hei! mau sampai kapan kau terus mengikuti kami?" ucap Vloid yang kesal karena merasa di buntuti, dan itu membuatnya merasa tidak nyaman karena urusan pribadinya terganggu.


"Eh!? jadi kau sudah sadar sejak tadi kalau aku mengikuti kalian?" ucap malaikat itu yang terkejut, padahal sudah jelas-jelas kalau dia itu bodoh dalam menyembunyikan dirinya. Mana mungkin kami tak tahu keberadaannya, tanpa kekuatan penerawangan milik Elysna pun kami sudah tahu kalau dia mengikuti kami kemana pun kami pergi.


"Sepertinya kau salah paham... bukan hanya aku, tapi kami" ucap Vloid dengan dingin.


"Eh!?" ucap malaikat itu yang malu.


"Pergilah! jangan ganggu kami, dan pulang lah ke desa kami. Sudah susah payah kamu memberitahukan rutenya tapi kau malah tidak mendengarkan dengan baik" ucap Vloid.


"Sudahlah Vloid, apa kau tidak melihat wajahnya itu?" ucap Tygruth yang merasa kasihan padanya.


"Memang ada apa dengan wajahnya? wajahnya terlihat seperti orang bodoh kan?" ucap Vloid yang perkataannya memang benar.


"Ah... itu benar, tapi... wajahnya sangat berbeda dengan pemikirannya" ucap Tygruth.


Kemudian malaikat itu marah, dan menghampiri kami kemudian, Plak! malaikat itu menampar Vloid, dan Tygruth dengan kesal. Tapi sepertinya bukan hanya kesal, dia juga sampai malu mendengar perkataan bodoh itu sampai wajahnya merah, mungkin karena dia menyadari kalau dirinya memang bodoh.

__ADS_1


"Jangan berkata begitu padaku! meski aku ini... orang yang... cukup bodoh, tapi aku bisa membantu kalian!" ucap malaikat itu yang membelakangi kami sepertinya karena malu.


"Apa-apaan dia? mau sampai kapan dia bersikap malu-malu begitu?" ucap Vloid dengan datar.


"Sudahlah lebih baik kita terima saja dia di tim kita, dengan begitu permasalahan ini terselesaikan" ucap Vloid yang membuatnya terkejut kecuali Elysna karena tak masalah dengan hal itu.


"Tidak! bagaimana bisa orang seperti dia... umm maksud ku kau tahu lah, dia itu agak... hah sudahlah pokoknya aku tak setuju. Yang berpihak padaku ayo kita angkat suara!" ucap Vloid yang mengangkat tangannya ke atas.


Kemudian kami para pria mengangkat tangan kani ke atas. Karena tak menyetujuinya, karena lagi pula kita masih tidak tahu dia orang seperti apa, dan lagi sikapnya sangat aneh. Dia seperti orang aneh yang sedang menyembunyikan sesuatu yang percuma di hadapan kami. Lagi pula kami tak mengenalnya, dan dia adalah orang asing, dan itulah yang membuat kami tak mau menerima dirinya di tim kami yang suci yaitu The Power of Peace.


"Haha! lihat, tiga lawan satu, dan kami lah yang menang jadi kami yang memutuskan hal ini, haha!" ucap Vloid yang terlihat senang. Kemudian tiba-tiba saja malaikat itu protes kepada kami tentang hal ini.


"Apa katamu sialan? mana bisa begitu! kau ini benar-benar bodoh ya!" ucap Vloid yang membuat malaikat itu hampir menangis, dan entah kenapa kami yang melihatnya menjadi tak tega melihat wajahnya murungnya itu. Sialan! apakah ini efek dari kekuatan miliknya yang membuat kami bersimpati kepadanya?.


"Huhu... kau jahat! huhu... aku tak akan memaafkan kalian!" ucap malaikat itu yang menangis sambil mengusap-usap air matanya yang mengalir dengan deras itu. Semuanya menjadi merasa kasihan padanya begitu melihatnya menangis, dan saat ini semua pandangan mengarah kepada Vloid dengan tatapan kejam.


Kemudian Elysna maju, dan memeluk malaikat itu, "Sudahlah... berhenti menangis, kau boleh masuk ke tim kami meski mereka tak menerima mu" ucap Elysna yang melotot ke arahku.


"Ha... ha... itu benar, tentu saja kau boleh bergabung dengan kami" ucapku yang merasa bersalah padanya meskipun semua itu adalah perbuatan Vloid. Kemudian Tygruth pun menghampirinya yang tengah menangis itu, dan meminta maaf kepadanya, sambil mengusap air matanya yang mengalir bagaikan berlian yang di asah dengan sempurna itu dengan tisu yang di buat oleh Mouri.

__ADS_1


"Maafkan aku... aku menolak mu bergabung bersama kami karena aku takut kau akan terluka, karena berjalan bersama kami yang menempuh jalan yang berbahaya" ucap Tygruth yang mengelap air matanya dengan lembut. Kemudian semua yang mendengar perkataan manis Tygruth itu merasa jengkel, karena kami tahu kalau Tygruth menolaknya karena alasan lain.


Setelah semuanya meminta maaf kepada malaikat itu, malaikat itu pun berhenti menangis, dsn tersenyum kembali. Senyumannya itu... benar-benar terlihat seperti, ah sudahlah. Kecuali Vloid yang masih belum meminta maaf kepada malaikat itu, dan semua pandangan mata pun melihat Vloid dengan tajam yang memberi isyarat untuk segera meminta maaf padanya.


Tapi Vloid menolak dengan keras, dan berkata, "Sampai kapanpun aku tak akan mau meminta maaf padanya! Aku benar-benar sangat membencimu!" ucap Vloid yang terlihat amat kesal, dan menaruh rasa benci yang besar kepada malaikat itu. Tak ada yang tahu kenapa Vloid bersikap seperti itu pada malaikat itu, entah kenapa aku jadi teringat hubungan pertama ku dengan Vloid saat itu.


Kemudian setelah itu kami terus melanjutkan perjalanan kami. Kami pun terpaksa harus membawa malaikat ini bersama kami kemana pun kami pergi sekarang. Karena dia sudah menjadi bagian dari tim kami, dan lagi sepertinya dia tak tahu jalan pulang ke desanya. Tapi mendengar dari ceritanya seperti tidak akan mungkin baginya di terima kembali di desanya itu.


Dan lagi dia sepertinya kesulitan melihat peta yang kami berikan yang bertujuan untuk menyuruhnya pulang ke desa kami. Dia terlihat tak mengerti, dan karena itu dia terlihat seperti tak mendengarkan perkataan kami saat menjelaskan kemana dia harus pergi. Karena wajannya yang terlalu polos, dan pola pikirnya yang terlalu pendek membuatnya menjadi malaikat yang tak seperti malaikat.


"Berhenti!" ucap seorang bandit yg tiba-tiba mengepung kami dalam sekejap. Semuanya segera bersiaga, dan memfokuskan diri terhadap para bandit yg mengelilingi kami. Bandit itu memegang senjata tajam, dan di antaranya terdapat seorang penyihir. Yang sepertinya kekuatan penyihir itu hanya sebagai supporter yang memberi buff kepada para teman-temannya.


Menurut buku-buku yang dibaca Tygruth, akan ada sebuah kelompok bandit yg menyebarkan ke seluruh penjuru dunia. Bukan hanya bandit saja, akan tetapi sekumpulan orang-orang yang berbahaya lainnya. Namun orang-orang sekumpulan yang berbahaya yang dimaksud itu adalah bangsa campuran.


Mereka tak memiliki desa seperti kami karena mereka adalah makhluk campuran. Akan tetapi mereka memiliki suatu markas, dan dipimpin oleh orang yang kekuatannya lebih unggul dari kelompok mereka sendiri. Maksud dari makhluk campuran ini adalah makhluk-makhluk dari bangsa yang berbeda yang tinggal bersama, dan membentuk kelompok.


Kemudian mereka menikah meskipun beda bangsa, dan membuat anak yang anaknya itulah yang disebut sebagai makhluk campuran. Dan makhluk campuran itulah yang akan menjadi bandit, dan sekumpulan orang-orang berbahaya yang mengancam petualangan seperti kami yang menyebar di seluruh penjuru dunia.


Dan saat ini kami harus menghadapi para bandit yang jumlahnya terdiri dari sepuluh orang biasa, dan dua penyihir. Tapi saat ini kami belum melihat dimana orang yang memimpin mereka. Tapi... apakah kami The Power of Peace sanggup melawan mereka?.

__ADS_1


__ADS_2