Artificial God

Artificial God
Peperangan


__ADS_3

Semuanya terlihat khawatir, dan kasihan melihat Boa Boa menangis dengan kencang. dia menangis masuk di ke dalam hutan, dan berhenti karena terjatuh menginjak akar kayu yang keluar dari tanah. Perbuatan Tygruth memang tak dapat di maafkan, tapi... saat ini hanya aku yang mengetahui perasaan Tygruth yang sebenarnya meski aku masih bingung dengan apa yang kulihat tadi.


"Vloid... saat ini hanya kau yang bisa menenangkan hatinya" ucapku yang meyakinkan Vloid.


"Tapi... apa yang harus kulakukan?" ucap Vloid yang bingung.


"Lakukan apa yang harus kau lakukan, karena kau yang paling mengerti tentang Boa Boa dari yang lain" ucapku. Kemudian Vloid menghampiri Boa Boa yang sedang menangis itu, dan memeluknya sambil mengelus-elus kepalanya dengan lembut.


"Tidak apa... masih ada aku disini... anu, bisakah kalian pergi?" ucap Vloid kepada kami yang malu kalau dilihat seperti ini.


"Baiklah, ayo semuanya kita kembali" ucapku yang menarik tangan Mouri, dan Elysna.


"Eh!? ta-tapi bagaimana dengan mereka berdua?" ucap Mouri.


"Kalian tak perlu khawatir, aku yakin Vloid dapat mengatasinya dengan baik, dan lagi kita harus mengurus laki-laki brengsek itu kan?" ucapku.


Sementara itu Boa Boa berhenti menangis, dan membalas pelukan hangat yang diberikan Vloid. Vloid sangat terkejut, namun dia sangat senang karena Boa Boa mau menerimanya, "Kenapa... kenapa Tygruth sangat jahat, huhu" ucap Boa Boa.


"Dia memang orang yang..." tiba-tiba saja Vloid teringat kata-kata ku, dan wajahku saat itu.


"Orang yang seperti apa?" tanya Boa Boa.


"Dia... orang yang menyebalkan" ucap Vloid dengan tersenyum. Sepertinya Vloid mengerti sedikit tentang mengapa aku berkata seperti itu saat itu. Kemudian Boa Boa tertawa, meski begitu luka di hatinya tetap ada, dan wajah sedihnya masih terlihat.

__ADS_1


"Kalau kakak ingin menangis, menangis saja di pelukanku. Jangan menahan rasa sakit, dan memendamnya terlalu lama. Keluarkan semua rasa sakit itu, di pelukanku, dan menangis lah" ucap Vloid yang merasa kasihan terhadapnya.


"Vloid... huwaaaa!" tangis Boa Boa dengan keras sambil memeluk Vloid. Tangisan air matanya membasahi baju Vloid dengan deras. Sudah satu jam Boa Boa menangis, kini Boa Boa tak ingin melepaskan pelukan hangat Vloid, dia masih ingin terus berada di pelukannya seperti seorang anak kecil yang tak berdaya.


"Tetaplah seperti ini... untuk waktu yang lama" ucap Boa Boa.


"Ba-baiklah..." ucap Vloid.


Sementara itu saat kami kembali ke rumah, kami tak menemukan Tygruth berada di rumahnya. Aku sangat panik karena tak menemukan Tygruth di rumahnya, tidak mungkin kan dia pergi meninggalkan kami hanya karena hal ini. Sementara itu kami terus mencarinya, dan bertanya-tanya kepada penduduk desa.


Namun tak ada yang melihatnya, Elysna juga sudah mencoba menggunakan kekuatannya untuk menerawang keberadaan Tygruth menggunakan kekuatannya. Namun keberadaannya tidak bisa ditemukan olehnya yang berarti Tygruth sudah pergi sangat jauh, karena jangkauan kemampuan menerawang milik Elysna yang sejauh satu kilometer pun tak dapat diketahui keberadaannya.


Kemudian aku menemukan sebuah surat di kamarnya, "Semuanya tak perlu khawatir aku pergi kemana, mungkin hanya kau saja yang khawatir padaku, Gernath. Tenang saja aku hanya pergi sementara untuk mencari udara segar, dan menebus kesalahan yang sudah kulakukan kepada Boa Boa.


Kemudian aku memberitahukan kepada yang lainnya tentang isi surat itu. Sepertinya dia sudah tahu tentang seberapa jauh kemampuan menerawang Elysna. Karena itu dia pergi terlalu jauh dari desa ini, agar keberadaannya tak dapat di lacak oleh Elysna yang memiliki kemampuan menerawang.


Kemudian aku juga menceritakan hal yang terjadi saat itu kepada yang lainnya. Termasuk kata-kata yang sulit ku mengerti, kenapa dia berbicara begitu, dan memasang ekspresi seperti itu. Tapi kata-kata, dan ekspresi itu bukanlah kebohongan, entah kenap aku bisa merasakannya kalau yang ditunjukkan kepada aku, dan Vloid saat itu adalah kebenaran.


Tiba-tiba saja aku jadi teringat kata-kata Tygruth kalau aku adalah orang yang paling mengerti tentang apa itu perasaan. Ternyata benar... aku memang benar-benar bisa merasakan perasaan itu. Tapi sejak kapan? mungkin sejak Tygruth membantuku untuk membangun perasaan itu.


Dialah yang membantuku untuk mengerti, dan memahami perasaan yang dirasakan orang lain. Seharusnya Tygruth adalah orang yang tepat untuk disebut sebagai orang yang sangat mengerti tentang perasaan. Karena jika dia tak mengajarkan ku untuk mengerti, mungkin aku akan sangat bodoh seperti dulu, dan bertindak seenaknya tanpa tahu apa-apa. Sosok Tygruth bagiku adalah sosok yang berharga bagiku.


Malam hari pun datang, Vloid, dan Boa Boa akhirnya datang kembali ke rumah. Namun ada apa dengan wajah mereka? mereka terlihat kelelahan. Mata Boa Boa terlihat sangat merah, dan buruk karena habis menangis. Sementara itu rasanya setiap Vloid bergerak tulangnya mengeluarkan suara, mungkin karena dia tak bisa bergerak demi Boa Boa.

__ADS_1


"Selamat datang kembali!" ucap Mouri yang menyambut dengan hangat, bertujuan agar Boa Boa melupakan yang terjadi padanya.


"Terima kasih, tapi aku akan langsung tidur" ucap Vloid yang segera pergi ke kamarnya.


"Aku juga..." ucap Boa Boa.


Padahal sejak tadi kami sudah menyiapkan pesta yang meriah untuk Boa Boa. Kami juga sudah merias ruangan ini dengan bagus, tapi mereka malah langsung pergi tidur begitu kembali. Sial kalau begitu untuk apa kami repot-repot menyiapkan semua ini kalau tahu akan seperti ini.


Akhirnya kami pun memakan semua hidangan yang kami siapkan sejak tadi dengan kesal, dan menghabiskannya tanpa sisa. Padahal sudah malam begini tapi kenapa Tygruth belum kembali? apa terjadi sesuatu padanya?. Kemudian tiba-tiba saja kepala desa menghampiri rumah kami, dengan panik.


"Ada apa kepala desa?" ucapku yang kekenyangan.


"Terjadi peperangan di daerah timur! salah satu warga desa melihatnya ada peperangan dahsyat yang dilakukan oleh dua orang yang sedang bertarung" ucap kepala desa dengan panik. Entah kenapa tiba-tiba saja aku jadi teringat Tygruth.


"Baiklah terima kasih informasinya kepala desa, semuanya ayo kita pergi!" ucapku yang segera melesat dengan cepat ke arah yang ditunjukkan oleh kepala desa. Kemudian Mouri, dan Elysna mengikuti ku dari belakang tanpa tahu apa-apa.


"Ada apa Gernath!?" ucap Elysna.


"Ada peperangan besar yang terjadi di sana, kita harus segera melihat apa yang terjadi!" ucapku sambil melompat-lompat dengan kencang.


"Peperangan? bukankah itu sangat berbahaya? lebih baik kita kembali. Bagaimana jika desa ini diserang saat kita pergi, dan lagi Vloid, dan Boa Boa sedang tertidur" ucap Elysna.


"Kalian tak perlu khawatir, ku dengar dari kepala desa kalau di sana hanya ada dua orang yang sedang bertarung" ucapku.

__ADS_1


"Apa!? hanya dua? sampai menciptakan kehancuran seperti itu?" ucap Mouri yang terkejut. Suaranya ledakan, dan getaran tanah semakin terasa begitu kami semakin dekat ke tempat tujuan. Sebenarnya siapa yang sedang bertarung dengan hebat disana?. Begitu kami sampai di tempat tujuan kami sangat terkejut kalau yang bertarung itu adalah Tygruth dengan orang lain yang bentuknya mengerikan.


__ADS_2