
Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian pembunuhan monster yang bernama Xyyushara itu. Semuanya masih terlihat syok dengan sifat Boa Boa yang menggila saat menyerang monster itu dengan gegabah. Tapi sepertinya tindakan seperti itu baginya adalah hak yang biasa.
Benar-benar tidak mencerminkan sifat malaikat yang kami pikirkan. Apa semua malaikat sama sepertinya ya? tapi sepertinya tidak, mungkin hanya dia saja. Karena begitu kami mendengarkan kisah Boa Boa, tentang masa lalunya yang membuatnya di usir keluar dari desa. Sepertinya karena sifatnya, dan kebodohannya lah yang membuatnya di usir.
Meski itu sangat menyedihkan bagiku, tapi kalau mengingat tentang kebodohannya itu, aku sudah tak dapat berkata-kata lagi. Meskipun begitu pasti itu akan sangat terasa menyakitkan baginya. Tidak diterima keberadaannya, di buang bagaikan barang, dan di tatap bagaikan pecundang. Rasa sakit itu benar-benar tidak tertahankan bukan.
Bahkan orang tuanya pun, tega membuang anaknya. Entah kenapa aku sangat kesal sekali terhadap orang tuanya, aku ingin bertemu dengannya, dan memberikannya pelajaran yang setimpal setelah apa yang dia lakukan pada anak kandungnya.
Ternyata sifat malaikat yang kami pikirkan selama ini tidak sehebat apa yang kami pikirkan. Semuanya tidak ada bedanya dengan sekumpulan sampah yang berserakan. Diantara semua malaikat yang ada, bagiku yang seperti malaikat adalah Boa Boa sendiri. Meskipun dia bodoh, dan memiliki kelainan yang membuat dirinya gila. Tapi di balik semua keburukannya itu, memiliki hati yang sangat baik, yah... seperti itulah sosok malaikat yang selama ini kami pikirkan. Dia adalah Boa Boa.
Sebelum kami meninggalkan tempat perlawanan kami melawan monster itu. Kami membersihkan bekas mayat monster itu, lalu udara yang tercemar karena bau busuk dari monster itu dapat di atasi oleh Boa Boa. Dia menetralkan udara yang tercemar itu, yang mungkin dapat membahayakan kesehatan, dan munculnya penyakit yang mengerikan.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami, dan untuk saat ini kami tinggal di sebuah desa kecil yang dipimpin oleh makhluk campuran, dan seluruh penduduk desa disana adalah makhluk campuran. Saat kami mendatangi desa itu kami di sambut dengan baik oleh seluruh penduduk desa.
Bagi mereka sosok kami yang makhluk murni tanpa noda bagaikan sosok yang agung. Karena itulah mereka terlihat sangat bahagia sekali melihat kami. Kami di berikan tempat tinggal yang layak untuk sementara, dan makanan yang enak. Syukurlah kami tak perlu memakan ikan-ikan mengerikan itu.
Sebelum kami pergi ke desa ini, Elysna menggunakan kekuatannya untuk menerawang keadaan sekitar. Karena itulah yang membuat kami datang ke desa ini, rasanya sangat menyenangkan bisa tinggal seperti ini dari pada tinggal di jalan, dan di rumah yang di bangun oleh Mouri.
__ADS_1
Meskipun rumah yang dibangun Mouri sangat nyaman, dan luar biasa. Semuanya akan terkalahkan bila aku tinggal di sebuah desa. Entah kenapa rasanya aku seperti pulang ke desa ku lagi. Rasanya sangat nyaman melihat anak-anak yang berlarian dengan bahagia, bar yang di penuhi bapak-bapak, pedagang yang berteriak dengan keras untuk menarik perhatian pelanggan.
Rasanya begitu menenangkan, sial... aku jadi merindukan kampung halaman ku. Semuanya pun terlihat begitu senang bisa berada di desa ini. Mungkin mereka juga berpikir begitu, karena desa ini selalu mengingatkan kami dengan kampung halaman kami. Mungkin untuk sementara kami akan tinggal di desa ini untuk waktu yang lama.
Petualangan juga butuh istirahat bukan?
"Malam ini terasa indah ya" ucapku yang termenung menatap langit keluar jendela.
"Ya memang terasa indah sampai sebelum... Boa Boa membawa anak-anak ini!" ucap Tygruth yang dikelilingi oleh anak-anak dari penduduk desa. Ini semua ulah Boa Boa, keberadaannya yang bersinar di desa ini karena dia adalah malaikat. Semua orang sangat menyukainya karena dia terlihat menawan sebagai malaikat.
Lalu dia sangat baik terhadap seluruh penduduk desa, dia selalu bermain bersama dengan anak-anak setiap harinya. Benar-benar orang yang sangat baik, sifatnya yang periang itu membuat dirinya di dekati oleh anak-anak. Sampai-sampai seluruh anak-anak yang ada di penduduk desa tak mau lepas dari Boa Boa. Akhirnya kami terpaksa membiarkan seluruh anak-anak masuk ke dalam rumah kami.
"Hei... aku tidak yakin kita bisa tidur dengan tenang disini" ucap Mouri yang matanya memiliki kantung mata karena tidak bisa tidur dari kemarin.
"Haha... kalau begitu kenapa kau tidak membangun rumah saja untukmu sendiri" ucap Tygruth yang memberikan saran.
"Kau pikir aku belum mencobanya hah? anak-anak ini sangat menyukai kita. Rumah yang baru saja ku bangun tepat disebelah bangunan ini dalam sekejap mata sudah dijadikan wisata untuk anak-anak itu" ucap Mouri yang menunjuk keluar jendela.
__ADS_1
Kemudian kepala desa, dan seluruh penduduk desa datang menghampiri rumah kami, "Tuan tuan dari bangsa murni, kami ingin meminta maaf karena telah merepotkan kalian" ucap para penduduk desa yang meminta maaf kepada kami atas ulah anak-anak mereka.
"Tidak apa-apa pak kepala desa, dan lainnya! kami sangat senang bisa bermain dengan anak-anak baik ini" ucapku dari balik jendela lantai dua. Ya, rumah yang diberikan untuk kami memiliki dua tingkat, dan ruangannya cukup luas meski tak seluas rumah yang dibangun oleh Mouri. Tapi setidaknya kami harus menghargai pemberian tulus dari mereka.
"Dan lagi jangan panggil kami dengan hormat, kami tak memandang rendah kalian. Bagi kami, kuta semua adalah sama, jadi jangan pernah kalian merendahkan diri kalian seperti itu kepada kami yang merupakan makhluk murni" ucap Tygruth.
"Benar... kami tak pernah melihat kalian berbeda dari kami. Oleh karena itu panggil saja kami dengan nama kami masing-masing" lanjut Mouri. Aku sangat senang kalau mereka berpikir seperti itu. Dengan begini perjalanan, dan tim yang kami bangun tidaklah sia-sia.
"Baiklah... anu... ada yang ingin kamu tanyakan. Di antara kalian, siapa yang memiliki kekuatan untuk membangun rumah mewah itu?" ucap pak kepala desa mewakili seluruh penduduk desanya.
"Itu aku" ucap Mouri dengan bangga, entah kenapa kami kesal melihat tingkahnya barusan.
"Maaf jika kami tidak sopan, apakah nona Mouri bisa membantu kami untuk membangun rumah seperti itu?" ucap pak kepala desa.
"Tentu saja, tidak hanya rumah itu, aku bisa menciptakan apa saja yang kalian inginkan" ucap Mouri yang membuat seluruh penduduk desa merasa dengan dengan perkataannya. Kemudian setelah itu pak kepala desa meminta bantuan kepada Mouri.
Padahal dia sudah kelihatan kelelahan seperti itu, dan ini sudah malam. Kenapa dia memaksakan diri sampai seperti itu, dasar tukang penarik perhatian. Tapi... tindakan yang dia lakukan itu adalah tindakan yang luar biasa untuk membangun hubungan yang kuat di desa ini, kerja bagus Mouri.
__ADS_1
Setelah itu kami tertidur sampai pagi hari datang, dan sinar matahari masuk melalui jendela yang terbuka semalam. Rasanya sangat melegakan sekali bisa tertidur nyaman seperti ini, meski sempit karena dipenuhi anak-anak yang sedang tertidur. Ngomong-ngomong... ada apa dengan wajah Mouri yang baru saja kembali? dia terlihat semakin suram.