Artificial God

Artificial God
Lagi dan lagi...


__ADS_3

"Apa anda baik-baik saja?" ucap Nizard yang menghampiri Toro setelah melihat dia merenungi nasibnya setelah kalah dariku.


Toro menghela nafas dan menjawabnya, "Aku baik-baik saja... kalian segeralah berlatih agar menjadi lebih kuat" ucap Toro dengan wajah yang termenung. Tatapan matanya kosong, dan hatinya terasa hampa.


Kemudian Nizard menepuk pundak Toro sembari berkata, "Ayo kita berlatih bersama... kakak" ucap Nizard yang pertama kalinya memanggil Toro dengan sebutan kakak. Sebenarnya Nizard ingin sekali memanggil Toro dengan sebutan itu, hingga akhirnya dia bisa mengatakannya saat ini.


"Nizard!?..." ucap Toro dengan wajah yang terlihat kebingungan.


"Apa anda.... ah maksud ku, kakak... apakah kakak lupa kalau kakak yang menyuruhku memanggilmu dengan sebutan kakak?" ucap Nizard yang terlihat malu-malu.


Puk! Toro bangkit dan mengusap-usap kepala Nizard hingga rambutnya berantakan, "Dasar, itukan sudah lama sekali... baiklah kalau begitu ayo kita latihan. Cepat kumpulkan anak-anak lainnya" ucap Toro yang kembali bersemangat dengan wajahnya yang tersenyum senang.


Sementara itu di hari kedua sebelum babak perselisihan di arena kerajaan di mulai. Aku dan teman-temanku melakukan kegiatan yang sangat penting di pagi hari ini. Yaitu... tentu saja berlatih untuk menjadi lebih kuat, sementara itu Tygruth sedang malas berlatih dan hanya ingin menghabiskan waktunya di perpustakaan kerajaan.


Aku sudah bersikeras untuk mengajaknya berlatih untuk persiapan pertarungan nanti. Tapi dia malah keras kepala dan tetap pergi ke perpustakaan, hingga akhirnya hanya ada aku dan tiga orang lainnya. Rasanya benar-benar berbeda begitu Tygruth tidak ada bersamaku saat sedang berlatih. Aku merasakan... perasaan yang... hampa.


"Astaga Yuki! apa yang kau lakukan!?" teriak Boa Boa sambil berlari ke arah Yuki.


Di tangan Yuki terdapat sekarung makanan yang entah dari mana dia dapatkan. Padahal selama perjalanan ke tempat berlatih kami, Yuki tak membawa apapun di tangannya. Namun kini tangannya penuh dengan berbagai makanan di dalam karung yang ia pegang.


"Aku hanya ingin makan buah-buahan, kalian tidak pernah membelikan buah ataupun sayuran. Apakah selama ini kalian hidup dengan pola yang tidak sehat?" ucap Yuki dengan kata-katanya yang membuat kami terdiam tertegun.


"Ah itu... itu karena buah-buahan harganya sangat mahal jadi kami tidak bisa membelinya" ucap Boa Boa dengan omong kosongnya yang berniat untuk membohongi Yuki yang masih kecil.


"Astaga omong kosong macam apa itu!?" ucap batinku dan Elysna.

__ADS_1


"Apa kau pikir aku bodoh? kalian pikir sudah berapa lama aku mencuri? fufu" ucap Yuki yang terlihat bangga dengan perbuatannya yang sama sekali tidak benar.


"Jadi karena itu kau tahu harga semua makanan yang pernah kau curi?" tanyaku kepadanya yang sudah dipastikan jawabannya.


"Tentu saja, sebelum aku mencuri makanan, aku selalu melihat harganya terlebih dahulu. Kemudian menuliskannya di buku catatan ini" ucap Yuki sambil menunjukkan buku yang berisi makanan atau barang-barang yang pernah dia curi di buku lusuh itu dan tertera harganya juga.


"U-untuk apa kau mencatat semua barang-barang yang pernah kau curi?" ucapku yang merasa itu tidaklah berguna.


"Itu karena aku akan mengembalikan kembali barang-barang yang pernah ku curi dengan uang yang sesuai dengan harga yang ku curi. Saat besar nanti dan jika aku menjadi orang sukses, aku akan mengembalikannya" ucap Yuki yang membuat ku terdiam, dan menarik kembali kata-kata yang ku ucapkan di batinku barusan.


"Wah... kau sangat hebat Yuki, kau adalah anak yang baik" ucap Elysna sambil mengelus-elus kepala Yuki dengan lembut.


"Tentu saja... karena aku... tidak akan seperti dulu. Agar semua orang menyukai ku, dan memiliki banyak teman" ucap Yuki sambil tersenyum manis.


"Memangnya dirimu yang dulu seperti apa!?" ucap Boa Boa serentak.


Meski begitu Yuki tetap menjawabnya, "Pokoknya sangat buruk sampai-sampai aku tak memiliki siapapun yang bisa ku anggap sebagai rekan atau temanku" ucap Yuki. Ucapan Yuki terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal untuk seorang anak kecil sepertinya.


Kemudian setelahnya kami bertiga berlatih bersama kecuali Yuki yang sedang menikmati makanan yang ia curi. Kami berlatih dengan sangat serius dan hanya fokus untuk berlatih karena itu adalah tujuan utama kami. Karena kami juga sadar bahwa diri kami masih sangatlah lemah dan masih banyak orang-orang berbakat yang memiliki kekuatan luar biasa. Sampai kami menjadi yang terkuat, maka kami akan bisa hidup dengan tenang.


Kejadian sepuluh tahun yang lalu membuat kami syok dengan kehilangan tiga anggota grup Shan. Yaitu Gordials yang baru saja kami terima untuk bergabung bersama grup kami. Lalu Vloid yang rela mati demi keselamatan semua orang. Kemudian Mouri, dia adalah gadis yang sangat mencintai ku sejak lama namun cintanya bertepuk sebelah tangan.


Dia mati dengan cara yang sangat menyedihkan, dia mati demi orang yang telah merebut cintanya dan dia juga mati dalam keadaan menyedihkan karena orang yang dicintainya tidak mencintainya. Di akhir hidupnya hanya terlihat tangisan dan penderitaan, meski begitu dia tetap menunjukkan senyumannya kepada dunia yang mengerikan ini.


"Argh! Uooooooogh!" teriakku yang hanyut dalam penderitaan ini sambil menghancurkan segala yang ada.

__ADS_1


Kemudian Elysna datang dan mencoba untuk menenangkan pikiran ku, "Tenanglah Gernath... kau tidak boleh begini lagi" ucap Elysna sambil menunjukkan wajahnya yang sebentar lagi akan menangis untukku.


"Hah... huh... hah..." nafasku terasa sesak mengingat kejadian mengerikan itu.


"Aku ingin tahu seberapa besar beban penderitaan yang dia tanggung sampai seperti ini. Padahal kejadian itu sudah lama sekali tapi dia masih merasakan perasaan itu" ucap Elysna dalam batinnya.


"A-ada apa dengan Gernath?" ucap Boa Boa yang terkejut dan sedari tadi ingin menanyai hal yang terjadi padaku.


"Kumohon... jangan ada yang mati lagi... kumohon... seseorang, jangan ada yang meninggalkan ku lagi..." ucapku dengan suara yang kecil.


"Kau tidak perlu khawatir tentang itu! karena aku sudah bertambah kuat! huwaaa!" ucap Boa Boa yang kemudian menangis seperti biasa karena memiliki sifat yang cengeng hanya dengan melihat orang lain bersedih.


"Benar... kau tidak perlu khawatir lagi mengenai kami" ucap Elysna yang memperjelas.


"Meski begitu... walaupun sudah berkali-kali aku mencoba untuk berubah, dan berusaha untuk tidak mengkhawatirkan kalian lagi. Namun hati ini tetap merasa sesak, dan pikiran ku selalu menunjukkan gambaran yang tidak menyenangkan" ucapku dengan wajah yang sedih.


"Kalau kau tidak ingin merasakan perasaan yang menyakitkan, maka teruslah berlatih dan berusaha untuk menjadi yang terkuat. Tidak ada gunanya jika sekarang kau hanya merasa terpuruk seperti ini. Bangkitlah dan terus berlatih meski kau menangis, menderita, sedih dan perasaan yang membuatmu menjadi seperti ini" ucap Yuki yang kata-katanya memberiku sebuah petunjuk.


Apa yang dikatakannya memang benar, tapi aku...


"Kau tidak perlu memikirkan kata-kata ku, dan segera berlatih dasar bodoh!" ucap Yuki yang terlihat marah. Seketika kami semua terkejut mendengar seorang anak kecil yang imut mengatakan perkataan kasar.


"B-baiklah... aku akan mencoba meski terasa sakit dan tak akan berhenti sebelum aku puas" ucapku yang bangkit kembali.


"Baguslah kalau begitu... mari kita lanjutkan berlatih. Ada kekuatan yang ingin ku tunjukkan padamu, hehe" ucap Elysna sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Kemudian aku dan Elysna segera bersiap-siap dan berdiri di tempatnya masing-masing sebelum mulai bertarung. Sementara itu Boa Boa dan Yuki menonton kami dari jauh karena pertarungan ini pasti akan menghancurkan tempat ini dalam skala yang besar.


__ADS_2