Artificial God

Artificial God
Arena Pertarungan


__ADS_3

Pada malam hari kami pergi keluar dari ibu kota kerajaan melalui gerbang masuk. Sepertinya kami akan berlatih meningkatkan kekuatan kami hanya pada malam hari saja untuk seterusnya. Karena kami harus bekerja di tavern sampai malam, kalau tidak bapak pemilik tavern itu akan mengamuk. Bisa'-bisa, kami tidak akan diberikan tempat tinggal, dan kami harus hidup di jalanan. Argh! aku tak ingin seperti itu, namun apa boleh buat.


Sepertinya, waktu istirahat kami akan semakin di kurangi. Karena sudah tidak ada lagi waktu untuk beristirahat! ini adalah waktu kami untuk berjuang dengan lebih keras lagi, hingga melampaui batas!. Inilah cara yang harus dilakukan oleh orang lemah untuk menjadi yang terkuat. Dengan berlatih mati-matian, tanpa istirahat.


"Baiklah!, aku akan menunjukkan sesuatu yang hebat kepada kalian! aku menyebutnya, Floating Space!" ucap Tygruth sambil menghantamkan kedua tangannya ke tanah, dan seketika tanah-tanah yang kami, pijak, dan pohon-pohon di sekeliling kami terbang melayang.


"Woah! kekuatan teleknisis milikmu memang sangat hebat Tygruth!" ucapku dengan mata yang berbinar-binar karena kagum.


"Itu belum seberapa! tahan ini Gernath! Needle Rain!" ucap Tygruth yang mengubah tanah-tanah, dan pohon-pohon yang melayang itu menjadi jarum-jarum yang sangat tajam.


"Eh!? AAAAKHH!" teriakku sambil mengangkat kedua tanganku, lalu muncul sihir yang melindungi diriku dari serangan Tygruth yang mendadak.


"Belum lagi! rasakan ini! God's Grip!" ucap Tygruth yang mengendalikan tanah di bawahku menjadi sebuah tangan yang sangat besar. Tangan itu mencengkeram pelindung sihir ku hingga retak, dan sepertinya pelindung sihir ini tidak akan bertahan lama. Tapi entah kenapa seperti Tygruth sangat bahagia sekali menjahili ku seperti ini.


"Sialan kau Tygruth! apa kau ingin mencoba membunuh ku! giliran ku sudah tiba! Massive Explosion!" ucapku yang kemudian menciptakan sihir ledakan di sekeliling ku yang mengakibatkan tanah yang dikendalikan oleh Tygruth hancur berhamburan.


"Wah wah! sepertinya kau sudah mulai serius sekarang, hmm" ucap Tygruth yang tersenyum seringai.


"Kau akan ku bunuh sialan!" ucapku dengan dingin, dan bersiap untuk menyerangnya. Zap! aku segera berteleportasi ke belakang nya, dan menyerangnya dengan sihir ku hingga Tygruth kewalahan. Tygruth sama sekali tak bisa mendeteksi kemana arah teleportasi ku, hingga dia hanya bisa menerima serangan ku dengan telak sambil bertahan.


"Ugh! agh! si-sialan kau! argh! jangan bermain seperti pengecut sialan! Tsunami Wave!" ucap Tygruth yang menghantam tangan dengan kakinya, dan seketika tanah disekitar bergoyang-goyang bergelombang seperti ombak air laut yang sangat tinggi. Sehingga aku sangat kesulitan untuk pergi ke arahnya karena gelombang yang membatasi pergerakan ku itu.

__ADS_1


Namun di suatu tempat, tepatnya di sebelah kiri ada sekumpulan orang juga yang sedang berlatih pada malam hari seperti kami. Tentunya orang-orang itu adalah para anggota dari grup The Light. Mereka yang sedang berlatih tanpa menghancurkan alam itu terkena dampak serangan Tygruth yang begitu luas.


"A-ada apa ini? kenapa tanahnya bergelombang!?" ucap Nizard yang terkejut karena tiba-tiba tanah disekitar tempat mereka berlatih ikut bergelombang. Tapi ketinggian nya tidak separah dari pusatnya, yang artinya gelombang yang mereka rasakan hanya sedikit karena sudah mencapai batas dari area kekuatan Tygruth.


"Hmm... sepertinya ada sekumpulan keparat yang membenci alam" ucap Toro sambil menyalakan sebuah rokok.


"Nizard! antarkan aku ke arah keparat itu berada" ucap Milan yang kesal, sambil mengeluarkan berbagai senjata dari tubuhnya. Karena sebenarnya mereka para anggota The Light adalah pecinta alam, karena itu mereka sangat membenci orang-orang yang merusakkan alam.


"Baiklah, aku juga ingin lihat, seperti apa bajingan bajingan yang tidak tahu diri itu" ucap mereka yang kemudian bersiap untuk pergi ke arah kekuatan itu berasal.


Sementara itu di tempat kami para anggota grup Shan sedang terjadi kericuhan diantara aku, dan Tygruth. Sedangkan Elysna, dan Boa Boa menjauh sedikit dari tempat kami berlatih begitu para pria mereka berlatih dengan brutal yang di mulai oleh Tygruth. Yuki juga di ajak oleh mereka untuk mengembangkan kekuatannya, karena dia juga sudah masuk ke dalam anggota kami.


Kemudian aku berteleportasi di atas Tygruth, yaitu tempat yang tidak terjadi gelombang karena Tygruth adalah pusat dari gelombang dahsyat itu. Tanpa basa-basi aku langsung menyerangnya dengan angin topan yang luar biasa tepat di tengah-tengah gelombang itu, "Storm of Death!" ucapku yang menciptakan tornado yang luar biasa.


Aku kehilangan kendali karena serangan Tygruth yang tak bisa ku hindari. Sihir anginku menghilang, dan aku terjatuh melayang di udara. Sementara Tygruth yang terkena telak serangan tornado milikku menumbang kan tubuhnya ke tanah. Brak! kami sama-sama jatuh ke tanah dengan kelelahan.


"Haha sialan kau! Tygruth!" ucapku yg berada di sampingnya.


"Aku menang!" ucap Tygruth yang mengakui bahwa dirinya menang.


"Apa!? hasil pertandingan ini seri tahu! dan lagi seharusnya aku yang memenangkan pertandingan ini karena kau jatuh lebih dulu dariku!" ucapku yang tak terima dengan pernyataan kemenangan Tygruth.

__ADS_1


"Itu hanya karena kau berada di atas langit, jika kita berada di ketinggian yang sama sudah pasti aku yang menang" ucap Tygruth yang tak mau mengalah, dan terus menyatakan kalau dirinya yang menang.


Lalu tiba-tiba saja di samping mereka kedatangan dua orang, yaitu Nizard, dan Milan dengan wajah yang kesal kepada kami. Mereka sangat syok melihat tempat area berlatih kami yang hancur lebur. Wajah mereka semakin terlihat menyeramkan begitu melihat area sekitar yang hancur lebur.


"Apa yang kalian lakukan terhadap hutan-hutan disini!" ucap Milan yang mengerutkan dahinya dengan wajahnya yang seram.


"Ah!? kami sedang berlatih bertarung di sini" ucapku dengan polos.


"Sialan apa kalian tidak punya otak! kalau mau menghancurkan tempat ini, kenapa kalian tidak mendaftarkan diri ke arena kerajaan saja, dan bertarung sepuasnya!" ucap Nizard.


"Eh!? memangnya ada tempat seperti itu di kerajaan?" ucapku, dan Tygruth yang baru tahu kalau ada tempat seperti itu.


"Tentu saja sialan! tapi acara itu akan di mulai dua hari lagi pada siang hari. Jika kalian ingin mengikuti acara itu segeralah mendaftar, karena besok adalah hari terakhir untuk pendaftaran peserta acara" ucap Nizard.


"Hahaha! untuk apa kau menjelaskan kepada orang-orang lemah ini Nizard? lagi pula mereka tidak akan bisa lolos di tes masuk, Hahaha!" tawa Milan yang sepertinya meremehkan ku, dan Tygruth. Tentunya itu membuat kami merasa sangat kesal.


"Jangan meremehkan mereka Milan... baiklah kalau begitu kami tinggal dulu. Pastikan kalian mengikuti acaranya, karena aku ingin bertarung bersama kalian" ucap Nizard yang kemudian pergi dengan meninggalkan kami.


"Hei tunggu sebentar..." ucapku sambil berdiri.


"Hmm?"

__ADS_1


"Bisakah kalian jelaskan lebih detail lagi, tentang acara itu?" ucapku. Yang kemudian mereka tidak jadi pergi, dan menjelaskan kepada kami seperti apa acara itu, dan bagaimana sistem pertarungan yang ada di arena kerajaan. Sementara itu Toro, dan yang lainnya menunggu kedatangan mereka dengan waktu yang cukup lama karena aku sulit mengerti.


__ADS_2