Artificial God

Artificial God
Jadwal Peserta Gladiator


__ADS_3

Malam harinya... sebelum pertarungan yang sesungguhnya akan di mulai pagi hari. Aku lagi-lagi bermimpi bertemu dengan anak kecil itu lagi di tempat yang sama. Kamar yang keberadaannya tidak asing dan terlihat modern dari pada zamanku. Dia selalu duduk dan membaca setumpuk buku di kegelapan kamarnya yang hanya menggunakan lampu kecil untuk membantu penglihatannya.


Setelah itu dia segera menghampiri ku yang berada di atas kasur empuknya. Rasanya sangat nyaman dan juga sangat menyedihkan. Dua perasaan yang bercampur aduk yang membuat pikiranku jadi sedikit merasa pusing.


"Lagi-lagi kau memanggilku lagi..." ucapku yang sudah siap mendengarkan apa yang ingin dia katakan padaku kali.


"Berhentilah terlihat menyedihkan..." ucap anak itu yang membuatku terdiam dan merenungkan kata-katanya.


Karena apa yang dia katakan itu benar... aku memang orang yang menyedihkan. Tampilan ku selalu terlihat menyedihkan di depan orang lain, baik orang yang ku sukai, sahabat ku, temanku, orang-orang yang ku kenal ataupun orang yang tidak ku kenal. Aku selalu tampil dengan wajah yang menyedihkan.


"Lalu aku harus apa... lagi pula... takdir telah membuatku menjadi orang yang paling menyedihkan..." ucapku sambil menundukkan kepalaku di depan seorang anak kecil.


"Bukankah sudah ku bilang untuk tidak terlihat menyedihkan!" teriak anak itu yang tiba-tiba marah kepadaku.


Aku tertegun dan hanya bisa menurunkan pandangan ku padanya, "Jadi... apa yang..."


"Berhentilah menangis dan terlihat menyedihkan! jangan biarkan orang lain mengetahui betapa menyedihkan nya dirimu!. Kau harus terlihat tegar dan tersenyum di depan semua orang!. Seolah-olah semua yang pernah terjadi tidak pernah terjadi!" ucap anak itu yang lagi-lagi membuatku terkejut.


Aku merenungkan perkataannya sejenak, "Kau benar... selama ini... aku terus menangis untuk menunjukkan rasa penyesalan ku kepada mereka yang telah tiada. Meskipun aku tahu kalau tangisan tak akan membuat mereka hidup kembali, tidak akan membawa kembali masa-masa yang indah itu.


Padahal aku bisa berhenti menangis dan meratapi kesedihan ku yang seperti seorang pecundang. Tapi aku malah lebih memilih menangis dan membebani semua perasaan bersalah itu kepada diriku seorang. Padahal aku masih memiliki mereka yang masih hidup saat ini dan selalu berada di samping ku.


Tapi aku malah melupakan mereka dan hanya memikirkan mereka yang sudah tiada. Kata-kata mu membuatku sadar... kalau merasakan bersalah tidak harus menangis dan terlihat menyedihkan. Akan tetapi aku harus keluar dari masa lalu dan menghadapi masa depan yang menanti ku" ucapku yang tersenyum lebar dan menghilangkan waja yang menyedihkan itu mulai sekarang.


"Benar... kau harus terlihat seperti itu, pokoknya jangan membuat ekspresi yang menyedihkan " ucap anak itu yang amarahnya mulai mereda dan terlihat lega.


"Terima kasih karena telah mengingatkan ku... aku berjanji aku tak akan menangis lagi..." ucapku yang akhirnya pertemuan kami di tutup dan jiwaku kembali ke dunia ini lagi.


Begitu aku terbangun dari mimpi itu, ternyata matahari sudah menyinari bumi dengan cahayanya yang abadi melalui celah-celah jendela kamar. Aku beranjak dari tempat tidur ku dan membuka lebar jendela kamar dan melihat suasana yang indah di pagi hari.

__ADS_1


Melihat semua orang sudah mulai bekerja dan berlalu-lalang. Anak kecil yang berminat kejar-kejaran, orang-orang yang sedang jatuh hati, dan masih banyak lagi. Kemudian aku pergi keluar kamar dan menuruni tangga untuk menyiapkan makanan untuk teman-temanku yang sepertinya masih tertidur lelap.


"Pas sekali kau sudah bangun..." ucap seseorang yang sepertinya sedang memasak sesuatu di dapur.


Ternyata orang itu adalah Boa Boa, dia sedang memasak sesuatu di panci kecilnya bersama dengan Yuki yang membantu menyiapkan piring-piring dan gelas untuk makan dan minum. Aku tak melihat Elysna, sepertinya dia belum bangun, padahal biasanya dia selalu bangun pagi dan memasak sarapan pagi bersama dengan Boa Boa.


"Baunya enak, aku jadi lapar... oh ya apa Elysna masih tertidur?" ucapku yang celingak-celinguk mencari Elysna.


"Tidak, dia sedang pergi untuk melihat jadwal para gladiator di arena kerajaan" ucap Boa Boa yang membuatku terkejut.


"Apa!? sial aku baru ingat kalau hari ini sudah mulai bertarung! baiklah kalau begitu aku akan membangunkan Tygruth!" ucapku yang segera kembali naik ke atas untuk membangunkan Tygruth yang masih tertidur pulas.


Sruk! Tygruth turun dari langit-langit dengan melubangi lantai atas yang terhubung dengan kamarnya. Dengan wajah yang masih terkantuk-kantuk dan mulutnya yang menguap lebar. Tygruth berjalan mendekati Boa Boa dan duduk di sampingnya dan meletakkan kepalanya di atas meja karena masih mengantuk.


Sementara itu aku mendobrak pintu kamarku dan saat aku ingin berteriak untuk membangunkan Tygruth kalau hari ini adalah waktu pertarungan di arena kerajaan akan di mulai. Namun aku tak melihat Tygruth di kasurnya dan aku segera mengecek toilet dan kamar lainnya.


"Tygruth? sejak kapan kau ada disini?" ucap Boa Boa yang sedikit terkejut.


"Boa Boa! Tygruth hilang!... eh!?" ucapku yang baru saja turun dan melihat Tygruth sudah berada di bawah.


"Kau ini, kenapa pagi-pagi sudah berisik sekali sih!" ucap Tygruth yang masih lemas.


"Sejak kapan kau... ah bukan! hari ini adalah jadwal The Royal Gladiator!" ucapku yang heboh sendiri.


"Apa itu?..." ucap Tygruth.


"Kita akan harus mulai bersiap-siap untuk bertarung di Colloseum kerajaan bodoh!" ucapku yang merasa kesal padanya karena masih belum sadar juga.


"Apa!?!?!?!?!?!?" teriak Tygruth yang akhirnya sadar juga.

__ADS_1


"Aduh! kalian berisik sekali sih! bisa diam tidak! aku sedang memasak tahu!" ucap Boa Boa dengan wajah yang kesal.


Aku dan Tygruth terdiam melihat Boa Boa yang marah. Padahal biasanya dia tidak pernah marah sekalipun... padahal aku dan Tygruth selalu menganggapnya sebagai seorang Dewi pengasih. Karena dia selalu bersikap lemah lembut, polos, dan penyabar. Tapi kini pertama kalinya kami melihat Boa Boa marah besar.


Tapi itu sama sekali tak membuat kami merasa aneh atau tak suka dengan sikapnya itu. Kami menghembuskan nafas dengan lega karena akhirnya Boa Boa bisa merasakan marah. Karena setiap orang pantas untuk marah, dan jangan terlalu sabar jika dirimu sudah tidak kuat untuk menahannya.


Brak! bam! Elysna tiba-tiba saja datang dengan menendang pintu dengan sangat keras dan membuatnya tercopot lalu terjatuh dengan keras. Wajahnya terlihat sangat serius dengan memegang sebuah kertas sihir di tangan kirinya.


"Teman-teman... aku sudah mendapatkan jadwal pertarungannya" ucap Elysna yang membuat aku dan Tygruth segera berlari menuju Elysna.


Sementara itu Boa Boa telah selesai memasak dan bersiap untuk menyiapkan hidangan nya dengan dibantu Yuki. Aku dan Tygruth yang memegang kertas sihir itu secara bersamaan sangat terkejut begitu melihat daftar gladiator nya. Daftar peserta yang ikut di acara terakhir, The Royal Gladiator berkurang setengahnya.


Dari jumlah peserta yang lolos sebanyak 32 orang untuk ikut serta bertarung di Colloseum kerajaan berkurang menjadi setengahnya yaitu dengan total 16 peserta. Aku dan Tygruth terheran-heran melihatnya dan segera bertanya kepada Elysna yang telah mewakili kami pergi ke Colloseum untuk menerima informasi seputar jadwal pertarungannya.


"Kenapa... kenapa tersisa 16 peserta saja? bukankah seharusnya yang lulus adalah 32 orang!?" ucapku yang heran sambil melihat-lihat daftar pesertanya.


"Itu karena... ke 16 orang itu telah mengundurkan diri setelah mengetahui kalau persyaratan menangnya adalah dengan mengalahkan lawannya sampai mati hingga hanya pemenangnya yang tersisa.


Banyak orang yang ketakutan dengan sistem pertarungan ini karena di anggapnya terlalu sadis dan brutal. Sisanya... hanyalah 16 orang ini termasuk kita berempat lah yang masih mengikuti pertandingan ini" ucap Elysna yang sangat serius membahas hal ini.


"Kalau begitu..." ucapku yang tiba-tiba ucapannya di potong oleh Tygruth.


"Benar, ke 12 orang selain kita, adalah orang yang siap mati. Lalu... yang pastinya mereka yang siap mati, adalah orang-orang yang tangguh dan kuat" ucap Tygruth yang ikut memasang wajah serius.


"Begitu ya... kalau begitu kita sama sekali tak boleh meremehkan lawan kita nanti!" ucap Boa Boa yang tiba-tiba saja datang.


Kemudian Boa Boa mengajak kami untuk makan terlebih dahulu. Lalu kami pun duduk bersama dan menyantap makanannya dengan lahap. Sementara itu aku masih melihat-lihat kertas sihir yang berisi informasi mengenai peserta yang akan menjadi lawan bertarung ku.


Pertarungan pertama adalah : Boa Boa - Kyra, Kedua : Keange - Ylitc, Ketiga : Toro - Bulg, Keempat : Tygruth - Robin, Kelima : Martis - Zolqoz, Ke enam : Gernath - Sheran, Ketujuh : Elysna - Tyran, Kedelapan: Milan - Gord.

__ADS_1


Itulah daftar pertarungan gladiator yang akan di mulai hari ini. Pertarungan ini akan di bagi menjadi dua hari atau dua sesi. Pertarungan babak pertama dan kedua akan dijadwalkan hari ini. Kemudian babak selanjutnya hingga babak final akan dilanjutkan pada esok harinya. Kami sudah sangat tidak sabar untuk bertarung dengan brutal di arena!.


__ADS_2