
Sepuluh tahun berlalu...
Hari yang baru, tentunya hari yang sangat indah di mulai kembali. Hari yang baru yang begitu menyenangkan, dan menenangkan setelah menghadapi penderitaan yang begitu menyakitkan. Kami terus melanjutkan perjalanan kami untuk mencapai tujuan kami, ini sebagai bentuk pengorbanan yang sudah dilakukan oleh teman-teman kami yang sudah tidak ada.
Kami harus terus melanjutkan tekad mereka yang tidak tersampaikan, kami tak ingin membuat mereka sedih di alam sana. Kami mengungsi di jalanan saat malah hari dengan bahan-bahan seadanya. Kami tidak bisa lagi tinggal di rumah yang nyaman untuk di buat Mouri selama peristirahatan malam hari.
Kami merindukan rumah yang selalu dia ciptakan dengan kekuatannya untuk melindungi kami dari cuaca, dan bahaya. Kini kami harus beristirahat dengan dedaunan, dan ranting-ranting yang dibuat untuk tempat tinggal sementara. Setelah itu aku memasukkan tenda yang kami buat ke dalam inventori ku, dan melanjutkan perjalanan.
Terkadang banyak bandit yang terus berdatangan untuk balas dendam kepada kami. Namun kami bisa mengatasi bandit itu dengan baik, dan membuatnya menjadi orang yang baik. Dengan begitu perlahan-lahan orang-orang jahat akan hilang dari dunia ini, dan kedamaian sejati akan menghadiri kehidupan yang menyedihkan ini.
Srak! beberapa orang bandit tiba-tiba saja keluar dari semak-semak saat tim kami Shan sedang melanjutkan perjalanan. Setiap harinya kami selalu saja bertemu dengan para bandit, dan tentunya setiap harinya yang datang semakin kuat, meski begitu bagi kami bandit bukanlah masalah yang harus diperhatikan.
"Hei mau kemana kalian? kali ini kami yang akan mengalahkan kalian!" ucap pemimpin bandit itu dengan zirah besi yang lengkap. Sambil menggenggam kapak yang memiliki kekuatan sihir di dalamnya.
"Hah... lagi-lagi... apakah kejengkelan ini tidak bisa dihentikan!" teriakku yang sudah lelah menghadapi mereka yang tidak ada habisnya.
"Hei bos, lihat... mereka membawa wanita cantik. Bagaimana kalau kita..." ucap anak buahnya yang membisikan sesuatu kepada bosnya, yang pastinya rencana kotor.
"Baiklah, jika kalian ingin selamat hidup-hidup! maka tinggalkanlah kedua wanita cantik itu, dan kalian berdua boleh pergi" ucap pemimpin bandit dengan tatapannya yang mesum sambil memperhatikan tajam bentuk tubuh Elysna, dan Boa Boa.
"Sungguh!? apa kalian akan membebaskan kami jika memberikan wanita-wanita ini kepada kalian?" ucapku dengan mata yang berbinar-binar sambil menatap bos bandit itu.
__ADS_1
"Eh!? i-iya tentu saja!" ucap boa bandit yg terkejut melihatnya reaksi ku yang tak terduga.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih. Baiklah Tygruth ayo kita pergi!" ucapku menarik tangan Tygruth, dan berlari secepat mungkin dari kumpulan bandit-bandit itu.
"Eh!? apa? tu-tunggu!" ucap Tygruth namun aku terus menariknya tanpa memperdulikannya.
"Hah!? apa-apaan ini? apa dia bodoh? hah sudahlah yang penting aku bisa menikmati wanita-wanita cantik ini" ucap bos bandit dalam batinnya yang memikirkan hal-hal mesum.
"Hah... benar-benar brengsek! kenapa kita pacar kita begitu brengsek meninggalkan kita berdua disini?" gumam Elysna yang sangat kesal dengan tingkah kami.
"Be-benar..." ucap Boa Boa dengan wajahnya yang merah merona. Elysna yang melihat sikap Boa Boa yang sepertinya tertarik dengan bos bandit itu benar-benar tidak terduga. Semakin lama malaikat ini makin aneh tingkah lakunya, dia masih saja bodoh seperti dulu.
"Dasar bodoh apa yang kau pikirkan?" ucap Elysna menatap tajam Boa Boa.
Sementara itu aku dan Tygruth mendirikan tenda yang ada di dalam inventori ku di dekat sungai yang baru kami temukan. Karena sebentar lagi akan malam, kami menyiapkan semuanya termasuk api unggun, dan makanan untuk kami makan nanti.
"Hei... hari ini kita makan apa?" ucap Tygruth yang sedang menyiapkan kayu, dan ranting-ranting untuk membuat api unggun.
"Kita akan makan ikan hari ini... Lightning Explosion!" ucapku yang mengucapkan sebuah mantra petir yang kemudian datang petir yang sangat besar menyambar sungai itu hingga airnya surut, dan ikan-ikan di sungai itu keluar dalam keadaan matang.
"Hah... sial ku mohon jangan ikan lagi, aku benar-benar mual saat kau membicarakannya" ucap Tygruth yang sudah tak tahan karena setiap hari kami memakan ikan.
__ADS_1
"Hahaha! hei ikan itu adalah makanan favorit kucing tahu! jangan diam saja disitu, dan bawa ikan-ikan yang sudah matang itu kesini" ucapku.
"Baiklah sialan!" ucap Tygruth yang kemudian semua ikan-ikan matang itu terbang dengan kekuatannya, dan di simpan ke dalam lemari makanan yang sudah kami buat dengan bahan-bahan alam. Kehidupan seperti benar-benar sangat sulit sekali, kalau saja Mouri masih ada, pasti kehidupan kami akan sangat mudah.
Tap, tap, tap, tap, "Hei... berani-beraninya kalian meninggalkan kami, dan membiarkan kami menghajar para bajingan itu!" ucap Elysna dengan tatapannya yang mengerikan. Benar-benar membuatku merinding melihatnya. Sejak kematian Mouri sepuluh tahun yang lalu, sikap Elya berubah menjadi kasar seperti Mouri.
Perubahan sikap Elysna bukan lah perubahan tanpa alasan. Melainkan Elysna ingin menggantikan keberadaan Mouri yang sudah tidak ada, menjadikan dirinya seperti Mouri yang selalu kasar perkataannya, dan suka marah, lagi arogan.
Bak! buk! bugh! aku di hajar habis-habisan oleh Elysna sampai tubuhku memar semua, "Kenapa hanya aku saja? kenapa Tygruth tidak! dia kan meninggalkan kalian juga?" ucapku yang merasa perlakuan mereka tidak adil, karena hanya aku saja yang kena imbasnya.
"Itu karena kau yang menariknya secara paksa, lagi pula ini semua kan rencana mu. Lalu urusan Tygruth biar Boa Boa saja yang mengurusnya" ucap Elysna.
"Ini makan aku suapi... buka mulutnya, aaa" ucap Boa Boa yang menyuapi Tygruth dengan ikan yang ku dapatkan di sungai.
"Iya sayang! aku makan yah... nyam nyam, enak!" ucap Tygruth yang senang.
Aku yang melihat kemesraan mereka berdua begitu jengkel. Karena sifat, dan karakter Elysna sudah berbeda sekali dengan yang dia kenal. Kalau saja dia masih menjadi dirinya, pasti dia akan menyayangi ku. Tapi ini juga demi... untuk tidak melupakan kenangan kami bersama Mouri.
"A-apa lihat-lihat? k-kau tidak berpikir aku akan menyuapi mu kan!? huh?" ucap Elysna yang malu-malu, dan memalingkan wajahnya padaku.
"Si-siapa juga yang ingin di suapi wanita kasar seperti mu... uh..." ucapku yang tiba-tiba sedih karena mengingat Mouri.
__ADS_1
"Gernath..." ucap Elysna dengan pelan, dan ikut merasa kesedihan ku. Walaupun sudah bertahun-tahun penderitaan itu berlalu, tetap saja penderitaan itu telah meninggalkan bekas di hati kami. Mungkin, hati yang terluka itu tidak akan pulih kembali meski digantikan berjuta-juta kebahagiaan.
Karena yang terluka, tidak selamanya akan tertutupi. Lalu untuk mengenang kenangan bersama Gordials yang sesaat ada pada Boa Boa yang hidup kembali karenanya. Kemudian untuk Vloid... kami hanya bisa mengingat kenangan-kenangan kami saat bersama nya saja, dunia ini memang melelahkan.