
"Kenapa kau selalu membawaku ke sini?" ucapku yang selalu kebingungan.
"Dari sinilah semuanya bermula..." ucap sosok itu sambil menghadap ku.
"Bermula? apa maksudmu?" ucapku sambil menggelengkan kepalaku.
"Aku menginginkan kehidupan yang damai... apa kau bisa mewujudkannya untukku?" ucap sosok itu yang semakin membuat ku kebingungan.
"Meskipun aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan, karena sepertinya kau tidak ingin mengatakannya padaku. Tapi aku berjanji kalau aku akan menciptakan kehidupan yang damai bagi siapapun yang menginginkannya!" ucapku dengan tatapan percaya diri.
"Terima kasih... aku akan menunggu mu disini, mungkin tersisa satu pertemuan lagi untuk kita bertemu" ucap sosok itu yang setelahnya tiba-tiba ruangan yang ku lihat kembali menjadi dunia nyata yang terjadi saat ini.
"H-hei tunggu! apa maksudmu? hei!" teriakku yang akhirnya aku kembali ke dunia asal ku. Begitu aku melihat sekitar ternyata benar, waktu di dunia ini tidak berjalan seperti apa yang dia katakan. Tak seperti sebelumnya, biasanya dia muncul berupa ingatan yang membutuhkan waktu, namun kini... dia muncul di ingatanku tanpa menggunakan waktu sedikit pun.
"Gernath! apa kau baik-baik saja!" ucap Elysna yang semakin khawatir padaku. Kemudian aku menggenggam tanganku dengan tersenyum lebar.
"Aku tidak apa-apa" ucapku.
Kemudian suara orang-orang yang bersorak agar aku di diskualifikasi pun mulai terdengar kembali di telinga ku. Mungkin kali ini aku akan benar-benar di diskualifikasi karena telah membunuh seseorang. Tapi... lagi-lagi sesuatu yang mengejutkan terjadi lagi padaku, sang pembawa acara itu berkata...
"Dia tidak akan di diskualifikasi, karena orang sepertinya pasti akan membuat sang raja senang dengan kekuatan yang dimilikinya. Karena itu kami memutuskan untuk tidak mendiskualifikasi pria yang bernama Gernath itu. Karena dia akan menjadi tontonan yang menarik untuk sang raja" ucap sang pembawa acara yang membuat keadaan ini cepat terlupakan, dan pertarungan pun kembali di mulai.
Pertarungan ke 19 pun di mulai dengan dua orang pria yang satu memiliki badan yang besar penuh dengan otot. Sementara lawannya yang satu lagi adalah kebalikannya, badannya besar penuh dengan lemak. Meskipun begitu mereka bertarung dengan cukup sengit, dan hingga akhirnya pria dengan badan yang penuh dengan lemak itulah yang menjadi pemenangnya.
__ADS_1
Lalu untuk pertarungan sebelumnya, di pertarungan dengan nomor urut 18 yaitu pertarungan Sheran. Karena di akhir Pertarungan mereka sebelum aku datang untuk menyelamatkannya, sheran sedang dalam kondisi kalah. Yang pada akhirnya dia tidak bisa lanjut ke babak selanjutnya, dan untuk saat ini orang-orang yang lolos dari kelompoknya Toro. Hanya ada Milan saja, sementara dua orang yang lainnya yaitu Nizard, dan Sheran mengalami kekalahan.
"Pada akhirnya kau juga kalah..." ucap Nizard yang sedikit menyindir Sheran.
"Diam kau! setidaknya aku masih bisa melakukan perlawanan" ucap Sheran yang tidak terima dengan kekalahan ini.
"Kalau Sheran kalah itu wajar saja, karena mau bagaimana pun dia adalah seorang wanita, dan lagi lawannya adalah pria berotot" sambung Milan yang membela Sheran.
"Kau juga diam! aku tidak kalah tahu, karena aku... di... selamatkan olehnya" ucap Sheran dengan wajahnya yang tersipu malu. Hal itu membuat Milan, dan Nizard terkejut melihat sosok yang belum pernah mereka lihat pada diri Sheran sebelumnya.
"Apa-apaan wajah menyeramkan itu!" serentak mereka dalam batinnya.
Sementara itu akhirnya pertarungan ke 19 sudah berakhir, dan di lanjutkan dengan peserta dengan nomor urut 20. Setelah pertarungan ke 20 selesai, sudah tiba waktunya Elysna akan bertarung di nomor urut ke 21. Sampai saat ini kami masih belum tahu seperti apa yang akan menjadi lawan tanding Elysna, hingga akhirnya ada seseorang yang menghampirinya.
Tapi kenapa tiba-tiba dia memilih untuk menyerah saat bertarung nanti?. Apa yang dia rencanakan? bukankah ini sangat aneh sekali? atau dia sudah tahu kalau dirinya tidak akan bisa mengalahkan Elysna? atau karena sesuatu yang lain?. Orang misterius itu benar-benar membuat keadaan kami menjadi risih, dan tidak enak. Karena tiba-tiba saja dia mendatangi kami, dan berkata seperti itu.
"Orang yang sangat aneh, kita harus mewaspadai nya" ucapku sambil mengerutkan dahiku.
"Kau benar... aku jadi merasa tidak enak, seperti ada sesuatu yang janggal" sambung Elysna yang merasa sedikit khawatir.
"Kau tidak perlu khawatir, selama ada aku disini... aku pasti akan melindungi mu" ucapku dengan memberikan senyuman yang lebar padanya.
"Meskipun kau berkata begitu, bukankah aku sudah berjanji padamu..." ucap Elysna yang membuatku mengingat janji yang mereka buat pada saat aku terpuruk setelah menerima kenyataan yang pahit. Lalu seketika rasa pahit itu datang kembali, dan aku hanya bisa berkata iya.
__ADS_1
"Baiklah! peserta dengan nomor urut 21 satu silahkan maju untuk melakukan pertarungan!" ucap sang pembawa acara yang tiba-tiba. Tanpa sadar ternyata waktu sudah berlalu begitu cepat dengan berakhirnya pertarungan nomor urut 20.
Seperti apa yang sebelumnya orang aneh itu katakan kalau dia akan menjadi lawan bertarung nya Elysna. Aku benar-benar tak menyangka hal ini, dia akan benar-benar menjadi lawan tarungnya Elysna. Tapi apakah benar dengan apa yang dia katakan selanjutnya? kalau dia akan memberikan Elysna kemenangan yang mudah.
"Ah... akhirnya kita bertemu juga nona cantik" ucap sang pria aneh.
"Bertarung lah..."
"Hmm?..."
"Bertarung lah dengan ku, aku tak akan puas jika hanya memenangkan pertarungan ini tanpa hasil apapun" ucap Elysna dengan tatapan serius yang membuat pria itu tersenyum.
"Baiklah jika itu mau mu... aku tak akan segan-segan untuk membunuh mu!" ucap pria misterius itu dengan wajahnya yang menyeramkan.
Gong! kemudian akhirnya pertarungan mereka di mulai. Pria aneh itu segera melompat tinggi di udara, dan bersiap untuk memberikan serangan masif begitu dia mendarat. Tapi dengan cepat Elysna segera memberikannya serangan telak secara langsung sebelum serangan pria itu mengenai dirinya.
Buagh! pria itu terpental jauh, dan meringis kesakitan, lalu...
"A-aku menyerah! ohok! ohok!" ucap pria itu yang kemudian dia batuk darah. Para penonton sangat kagum dengan serangan Elysna, sementara di sisi lain orang-orang memandang buruk pria aneh itu karena langsung kalah dalam sekali serang sebelum dia bisa berbuat apa-apa. Kemudian Elysna di angkat menjadi pemenang, dan orang-orang memeriahkan kemenangan Elysna. Dengan sorakan semangat yang meledak-ledak.
Tapi... sementara itu, Elysna merasa kemenangan ini sudah di atur oleh pria itu. Dia memang benar-benar akan memberikan kemenangan itu kepada Elysna tanpa sebab. Bukan tapa sebab, hanya saja kami tidak tahu apa maksud terselubung dari pria itu. Elysna merasa kalau gerakan pria itu memang sengaja memberikan celah yang bagus untuk Elysna menyerang titik vitalnya.
Dengan begitu dia bisa membuat keadaan pertarungan itu menjadi semakin nyata. Karena serangan itu pria itu mengalami batuk darah, pria itu adalah pria yang gila. Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan sampai-sampai rela melukai dirinya seperti itu. Padahal Elysna sudah mengira kalau dia akan bertarung dengan serius karena menunjukkan wajahnya yang menyeramkan.
__ADS_1
Tapi... ternyata tidak!