Artificial God

Artificial God
Kemenangan Yang Mudah


__ADS_3

Pertarungan itu terus berlanjut hingga akhirnya ini adalah pertarungan dengan nomor urut ke 24. Salah satu dari peserta pertarungan ini adalah salah satu anggota timnya Toro, yaitu pria misterius yang bernama Martis. Dia maju, dan berdiri tegak di arena Pertarungan itu, hawa keberadaan nya saja sudah membuat orang lain merasa tertekan melihatnya.


"Siapa pria itu!?"


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk"


"Dia terlihat menyeramkan sekaligus berbahaya."


Ucap orang-orang yang berpikir seperti ku saat melihat Martis berdiri di arena bertarung, dan sudah bersiap untuk bertarung. Rasanya deg degan sekali melihat orang seperti nya yang pendiam akan bertarung. Kira-kira apa yang akan terjadi pada lawannya? semua orang berpikir hal yang sama seperti ku.


"Baiklah! karena suasana semakin memanas! pertarungan... di mulai!" ucap sang pembawa acara dengan tersenyum lebar.


Lalu pria yang menjadi lawannya maju dengan cepat, dan bersiap untuk melayangkan tinju besar ke arah wajahnya, "Mati kau pria sok keren!" ucap pria itu sambil memukulnya dengan sekuat tenaga. Lalu hanya Martis mengulurkan satu tangan untuk menahan serangan tinju pria itu.


Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia pikirkan, apakah dia berpikir bisa mengalahkan pria yang bobotnya jauh lebih besar darinya hanya dengan kemampuan fisik?. Tapi begitu melihatnya aku sangat terkejut, tangan pria itu yang di tahan oleh tangan martis berdarah. Semua orang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, orang-orang langsung berpikir kalau Martis menggunakan sihir untuk melakukan itu.


"Akh! tanganku! sialan kau! apa yang kau lakukan padaku dasar curang!" teriak pria itu yang benar-benar marah kepada Martis.


"Aku sama sekali tidak curang. Kalau kalian tidak percaya, tanyakan saja kepada si pembawa acara, dan juri yang ada di sana, ya kan?" ucap Martis yang membuat suasana itu hening menunggu ucapan dari para juri untuk melanjutkan pertarungan, atau mengakhiri nya karena Martis melakukan pelanggaran berupa menggunakan kekuatan sihirnya untuk melawan lawannya.


Kemudian sang pembawa acara berdiskusi dengan para juri, setelahnya mereka mengumumkan apa yang baru saja terjadi dengan tangan pria itu.


"Dia sama sekali tak menggunakan energi sihirnya di pertarungan ini. Yang artinya dia menggunakan kekuatan alami ras yang dia miliki" ucap sang pembawa acara yang lagi-lagi membuat suasana pertarungan ini menjadi bising, dan panas.


Semua orang bertanya-tanya, dan baru mengetahui kalau ternyata menggunakan kekuatan alami ras yang mereka miliki ternyata boleh digunakan untuk pertarungan ini. Selama orang-orang memikirkan hal itu, justru aku memikirkan ras seperti apa yang dimiliki oleh Martis, dan seperti apa kekuatan alami rasnya.

__ADS_1


"Sialan aku akan membunuhmu!" ucap pria itu yang melayangkan pukulan yang bertubi-tubi ke arah Martis dengan keras. Kemudian setelah pria itu merasa kesakitan, tangannya semakin banyak mengeluarkan darah, dan tangannya pun sudah hancur tak berbentuk. Sementara itu Martis tak bergeming saat di pukuli oleh pria itu, dia hanya menahan serangannya sekuat tenaga.


Semua orang yang melihatnya semakin heran melihat apa yang mereka lihat pada pertarungan mereka. Di situ pun aku langsung berpikir kalau aku berhadapan dengannya nanti aku tidak boleh menyerangnya begitu saja. Aku harus memahami betul apa yang terjadi pada tangan pria itu.


Saat ini aku memperkirakan satu hal tentang kekuatan alami ras yang dia miliki. Yaitu kekuatan yang dapat mengembalikan serangan lawan. Tapi jika itu benar, seharusnya lawan akan terpental karena dia meninju Martis, dan bukan tangannya yang hancur. Ini benar-benar sangat aneh, ini masih hanya dugaan ku saja.


"Kau... hah!?" ucap pria itu yang meringis kesakitan. Namun begitu dia menatap mata Martis, dia langsung merasa ketakutan, dan berubah menjadi seperti orang gila.


"Ada apa dengan orang itu?"


"Dia terlihat aneh"


Ucap orang-orang yang mengomentari lawannya Martis. Kemudian pria itu merangkak mundur ke belakang karena ketakutan, "Jangan ke arahku! tidak! kumohon ampuni aku! pergi kau dari sini!" ucap pria itu yang wajahnya pucat karena ketakutan.


Tep! aku menggunakan kekuatan teleportasi ku, dan menahan tangan Martis yang akan menghancurkan kepala pria itu, "Cepat katakan menyerah kalau tidak kau akan mati!" ucapku, karena pertarungan ini akan berakhir jika salah satu lawannya menyerah, atau sudah tak berkutik lagi.


"A-aku menyerah!" teriak pria itu yang akhirnya pertarungan ini pun di selesaikan tanpa ada korban lagi. Syukurlah, aku benar-benar telah menyelamatkan pria malang itu, kalau saja aku tak bertindak. Entah apa yang akan terjadi, yang pastinya sesuatu yang mengerikan akan terjadi.


"Lagi-lagi... kau mencampur pertarungan seseorang dengan seenaknya " ucap Martis yang menatapku dengan tatapan yang ingin membunuhku.


"Lagi-lagi kelompok kalian bertindak di luar batas " bantahku sambil merasa kesal.


Plak! dia melepaskan tangannya, dan turun dari tempat bertarung. Aku berpikir kalau dia adalah salah satu anggota tim Toro yang dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Meskipun di akhir Pertarungan dia terlihat sangat menyeramkan.


"Tu-tuan... terima kasih telah menyelamatkan ku" ucap pria yang ku selamatkan tadi dengan menangis lega karena dirinya terselamatkan.

__ADS_1


"Tidak masalah, kau hanya perlu di obati oleh temanku, ayo" ucapku yang membantu dia berdiri, dan turun dari tempat bertarung. Kemudian aku meminta Elysna untuk mengobati luka pria itu, dan... sudah saatnya pertarungan terakhir akan di mulai. Pertarungan ku dengan... Toro, aku sudah sangat menantikan pertarungan ini sejak lama. Sejak bertemu sekumpulan orang-orang seperti mereka.


Aku sudah sangat yakin, dan dapat merasakan energi kekuatan mereka yang sangat besar terpancar keluar dari tubuh mereka. Kekuatan yang begitu besar, yang tak dapat membendung energi mereka sendiri, dan membuatnya mengeluarkan aura energi.


"Baiklah! ini adalah pertarungan terakhir yang kita tunggu-tunggu! pasti kalian juga sudah tidak sabar seperti apa pertarungan terakhir sebelum lanjut ke babak selanjutnya kan!" ucap sang pembawa acara yang memeriahkan suasana disini.


Sementara itu Tygruth sedang mengamati layar pertarungan itu dengan ragu, "Gernath... menangkan pertarungan ini!" ucap Tygruth dalam batinnya yang menatap layar dengan serius, dan mengepalkan kedua tangannya dengan berharap aku bisa memenangkan pertarungan ini.


"Silahkan kedua peserta maju, dan menaiki ring pertarungan!" ucap sang pembawa acara, yang kemudian aku, dan Toro naik ke atas ring pertarungan dengan arah yang saling berlawanan.


"Yo... Gernath"


"Cih, kenapa kau tersenyum, menyebalkan, haha"


"Kau juga tersenyum dasar bodoh"


"Baiklah, aku hanya ingin bertarung, dan memenangkan pertarungan ini"


"Tak akan kubiarkan itu terjadi"


"Kalau begitu...


Gong! suara gong yang memulai pertarungan pun di pukul, dan pertarungan kami sudah di mulai saat ini juga.


"... Aku akan mengalahkan mu!" ucapku sambil melesat maju ke arah Toro.

__ADS_1


__ADS_2