Artificial God

Artificial God
Menciptakan Keributan


__ADS_3

Lalu setelahnya kami selesai di pemandian air panas, kami melanjutkan liburan kami. Perut kami sudah lapar karena terus berendam di pemandian air panas. Waktunya kami pergi mencari makan di pinggir jalanan. Akhirnya kami sampai di suatu tempat makan yang kelihatannya sangat lezat. Kami masuk ke tempat makan itu, dan memesan beberapa makanan untuk masing-masing.


"Baiklah kita hanya menunggu makanan kita di sajikan" ucap Tygruth yang telah kembali ke meja makan tempat kami berkumpul setelah memesan makanan nya.


"Aku lapar sekali... tapi kenapa kita tidak makan ikan matang yang ada di inventori ku saja?" ucapku yang bertujuan untuk menghemat pemakaian uang.


"Siapa yang akan makan ikan matang yang sudah busuk itu?" ucap Boa Boa yang membayangkan nya saja sudah membuatnya mual. Karena ikan matang itu sudah tersimpan di dalam inventori ku sebulan lebih.


"Benar... lalu... kenapa orang menyebalkan ini sedari tadi mengikuti kita terus!" teriak Elysna yang merasa kesal karena pria bertopeng ini mengikutinya begitu selesai di pemandian air panas. Aku, dan Tygruth lupa untuk menjelaskan apa yang terjadi tentang pria bertopeng ini saat di pemandian air panas tadi.


"Kenapa? aku kan sudah menjadi anggota grup kalian!" ucap pria bertopeng itu yang menjelaskan sendiri alasan dia mengikuti kami kemana pun kami pergi kepada Elysna.


"A-apa!?..." ucap Elysna yang kemudian menatap ku, dan Tygruth dengan tajam begitu mendengar ucapan pria bertopeng itu. Brak! kemudian tiba-tiba saja Elysna memukul meja makannya dengan sangat keras hingga hancur, dan itu membuat kami terkejut, dan merinding.


Aura mematikan yang berasal dari Elysna begitu mengerikan. Aura itu masuk, dan menyelimuti jiwa kami yang membuat jiwa kami bergetar ketakutan. Sialan pria bertopeng itu, seharusnya dia jangan langsung menjelaskannya dengan cara speed itu.


"Memangnya kenapa kalau pria bertopeng ini bergabung dengan tim kita? dia adalah orang yang sangat baik" ucap Boa Boa yang sedang menceritakan kejadian sebelum nya yang pernah di lakukan oleh pria bertopeng itu.

__ADS_1


"Benar! pama bertopeng ini orang baik! waktu itu dia pernah membantu kak Boa Boa untuk membelikan ku boneka beruang ini!" ucap Yuki dengan suaranya yang imut, dan menggemaskan sambil menunjukkan boneka beruang yang selalu ia bawa kemanapun dia pergi kepada Elysna.


"Ah!? benarkah... haha, kalau begitu... maafkan aku... hmm..." ucap Elysna yang berhenti berbicara karena tak tahu harus memanggil dengan sebutan apa kepada pria bertopeng ini. Benar juga... seketika kami langsung penasaran dengan nama pria bertopeng ini, karena selama ini kami masih belum mengetahui namanya.


"Hmm... eh!? a-ada apa dengan kalian? kenapa kalian menatap ku begitu?" ucap pria bertopeng itu yang merasa tidak enak karena kami terus menatapnya secara bersamaan.


"Dasar kau ini... aku tidak tahu kau ini lebih bodoh dari Boa Boa atau tidak. Cepat sebut kan namamu..." ucap Tygruth yang merasa kesal karena karakter nya mirip dengan Boa Boa.


"Oh... hahaha! kenapa kalian tak mengatakannya dari tadi, namaku... Rouge" ucap pria bertopeng itu sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Zap! tiba-tiba saja kami sangat terkejut begitu melihat Boa Boa menggunakan kekuatan teleportasi nya ke hadapan Rouge. Elysna berusaha untuk mengambil topengnya, karena dia sudah geram, dan penasaran seperti apa wajahnya yang di tutupi oleh topeng konyol itu. Namun dalam sekejap juga Rouge langsung masuk ke dalam meja makan yang dia sudah dia letakan tangan nya di atas meja makan itu sebelum Elysna bertindak.


"Hah!? apa maksudmu?..." ucap Boa Boa yang tak mengerti dengan perkataan Rouge.


"Huh... aku akan mengatakan hal konyol ini sekali. Dia mengatakan kalau dirinya akan mati begitu topeng yang dia pakai di lepas dari wajahnya" ucap Tygruth yang terpaksa memberitahu hal konyol itu kepada Elysna. Karena Tygruth masih benar-benar tak mempercayai perkataannya.


"Hah!? apa itu masuk akal?" ucap Boa Boa yang tak percaya dengan hal itu.

__ADS_1


"Sudah ku duga kau akan mengatakannya seperti itu, berarti tandanya kau orang yang waras" ucap Tygruth yang menilai kewarasan orang lain dengan cara seperti ini.


"Apa yang kalian pikirkan? bagaimana jika yang dia katakan benar? bagaimana jika dia akan mati begitu kalian mencabut topengnya?" ucap Boa Boa yang percaya begitu saja dengan perkataan Tygruth mengenai fakta Rouge.


"Hmm... menurut ku perkataan Boa Boa tidak ada salahnya. Karena mungkin saja dia mengatakan yang sesungguhnya" ucapku yang terhasut oleh perkataan Boa Boa mengenai hal itu.


"Apa!? astaga kau Gernath... baiklah baiklah... akan ku anggap kau setengah waras" ucap Tygruth yang kecewa padaku karena ikut-ikutan dengan Boa Boa yang polos, dan bodoh itu.


"Setengah waras!? apa maksudmu sialan! aku masih waras" ucapku yang kesal kepada Tygruth, dan akhirnya terjadi keributan di kedai makan itu. Hingga akhirnya pelayanan kedai datang sambil membawa makanan yang kami pesan, dan itu membuat kami terdiam.


"Mohon maaf jika mengganggu... makanan yang kalian pesan sudah tiba" ucap pelayan cantik yang berasal dari bangsa campuran. Dia dengan tergesa-gesa meletakkan makanannya ke meja makan kami, dan segera meninggalkan kami dengan ketakutan.


"Hei... bisakah kau tak mencari ribut di tempat umum? kita telah membuat banyak orang ketakutan di sini dengan keributan kita" ucapku yang sedang menarik kerah Tygruth.


"Baiklah, kita lanjutkan saja masalah ini di penginapan. Tapi ngomong-ngomong apa kau bisa lepaskan tanganmu dari ku?" ucap Tygruth yang kemudian aku melepaskan genggaman tangan ku, dan kembali duduk dengan suasana yang damai. Kemudian setelahnya kami menyantap makanan yang kami pesan dengan perasaan damai.


Mungkin suasana damai ini akan terjadi bila kami melakukan keributan di tempat yang banyak orang. Seperti saat ini... karena kami banyak orang-orang yang merasa ketakutan untuk datang ke kedai makan ini. Padahal kami adalah sosok yang menjadi panutan mereka karena kami di anggap sebagai pahlawan dunia bagi mereka.

__ADS_1


Namun apa-apaan ini? apakah sikap pahlawan harus seperti ini? apakah sikap seperti ini yang harus di tunjukkan kepada orang-orang yang menjadi kan kami panutannya?. Seharusnya seorang pahlawan menunjukkan kharisma nya kepada orang-orang yang menyukai kami, dan bukannya seperti saat di kedai makan tadi.


Setelahnya kami pulang dengan merasa kenyang, meskipun begitu kami merasa bersalah karena telah menciptakan keributan di kedai toko itu yang membuat orang-orang merasa takut pada kami. Karena hal itu orang-orang jadi memandang kami dengan sudut pandangnya masing-masing. Saat di perjalanan pulang kami bertekad untuk menunjukkan hal baik kepada orang lain, hal baik yang dilakukan oleh seorang pahlawan!.


__ADS_2