Artificial God

Artificial God
Penyerangan Kota Leonelf


__ADS_3

Sejak saat itu banyak warga desa yang bersedih karena kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya. Meskipun aku belum pernah merasakan hal seperti, entah kenapa aku sangat mengetahui rasa sakitnya... sakit saat kehilangan seseorang yang amat berharga itu, terasa sangat menyesakan. Melihat para penduduk desa yang bersedih saja sudah membuat seluruh tubuhku bergemetar.


Dari ratusan warga desa, sekarang hanya tersisa 23 orang saja di desa ini. Hanya 12 orang saja yang masih sehat sempurna, orang-orang itu adalah orang biasa yang tak ikut bertarung bersama kami, dan mereka bersembunyi di Shelter yang kami buat. Sementara itu sisanya banyak yang lukanya tak bisa disembuhkan, dan kehilangan beberapa bagian tubuhnya.


Namun untunglah disini ada Elysna, dan Boa Boa yang dapat mengatasi hal ini. Tapi tetap saja tubuh yang sudah terputus itu tidak bisa ditumbuhkan kembali. Lalu untuk Tygruth yang terluka parah saat itu, lubang di tubuhnya tertutup kembali walau meninggalkan bekas. Tidak ada yang menyambut kemenangan ini, tapi mereka semua menyambut orang-orang yang masih selamat.


"Hei Tygruth, apa sekarang lukamu sudah baik-baik saja" ucapku yang pergi masuk ke dalam kamarnya Tygruth yang sedang termenung sendirian di atas kasur.


"Ya... setelah melihatnya sendiri aku jadi semakin yakin, kalau kau... ah!? lupakan" ucap Tygruth yang bersikap aneh.


"Eh!? ada apa? apa yang ingin kau katakan? ayolah katakan saja" ucapku yang memohon padanya.


"Sudahlah... aku ingin tidur kembali. Lebih baik kau keluar sekarang sebelum ku usir dari sini" ucap Tygruth yang kembali berselimut untuk tidur kembali. Kemudian setelahnya aku keluar dari kamarnya, dan menemui Vloid yang sedang berada di meja makan, yang sedang menyantap sebuah hidangan dari Boa Boa.


"Enak! aku belum pernah merasakan masakan seenak ini!" ucap Vloid yang memuji masakan Boa Boa yang membuat Boa Boa tersipu malu.


"Ah!? me-memangnya masakan ibumu tidak seenak masakan ku?" ucap Boa Boa yang sedang memasak lagi untuk menyiapkan makanan untuk yang lainnya.


"Ibuku itu payah, dia tidak bisa memasak, dan mengurus rumah. Pokoknya dia payah sekali... dia sangat polos, dan terlihat seperti orang bodoh. Tapi sebenarnya dia... dia itu orang yang sangat baik" ucap Vloid yang bersedih mengingat kembali kenangannya saat bersama ibunya dulu sebelum diserang oleh makhluk-makhluk busuk itu.

__ADS_1


Sekarang aku mengerti kenapa bangsa Vampir tak mampu mengatasi monster, ataupun penunggang monster itu. Sebenarnya bangsa Vampir itu memiliki kekuatan yang luar biasa menurut ku. Tapi karena kekuatannya itu yang membuat bangsa Vampir tak berkutik saat melawan monster itu.


Karena kekuatan utama bangsa Vampir adalah menghisap darah, sementara itu saat Vloid menyerap darah dari para bandit itu saja sudah kesakitan karena perbedaan golongan darah. Apa lagi saat Vloid, dan bangsa Vampir menghisap darah yang sudah membusuk itu dari monster, dan makhluk menjijikan itu. Karena itulah desanya kalah telak karena kekuatannya akan sangat menjadi tak berguna untuk melawan makhluk seperti itu.


"Hei apa kalian melihat Elysna, dan Mouri? sejak bangun tidur aku tidak melihat mereka berdua" ucapku yang baru saja sampai di ruang makan.


"Tentu saja kau tak melihat mereka berdua karena kau selalu bangun siang. Dasar... mereka berdua saat ini sedang membantu kepala desa untuk membangun ulang kembali desanya yang hancur" ucap Vloid.


"Apa!? jadi mereka berdua masih membangun desa sejak kemarin. Apa tidak lelah mereka terus bekerja seperti itu" ucapku.


"Kau pikir ini semua karena siapa?" ucap Vloid.


"Karena siapa? tentu saja mereka semua bekerja keras karena makhluk kotor yang menyerang desa ini" ucapku. Kemudian Vloid beranjak dari bangku, dan menghampiri ku dengan tatapan menyebalkan.


"Lalu memangnya kenapa kalau aku jadi kuat? padahal sebelumnya akulah yang terlemah, dan kalian sama sekali tak memikirkan ku. Namun begitu aku sudah menjadi lebih kuat dari kalian, tiba-tiba saja kalian membenciku" ucapku yang melotot kepada mereka berdua.


"Itu... kami sama sekali tak membencimu... hanya saja kami sedikit merasa jengkel karena kau jauh di atas kami" ucap Vloid.


"Kalau begitu kalian hanya perlu berusaha untuk menjadi lebih kuat! dan bukannya malah iri dengan kekuatan yang kumiliki!" ucapku dengan kesal kepada mereka.

__ADS_1


"Iri!? iri ya... kalau dipikir-pikir memang benar... kau... yg memiliki kekuatan sihir murni tahu apa dengan kami yang memiliki remah-remah dari kekuatan sihir yang kau miliki!. Kau yang memiliki kekuatan yang luar biasa... bisa meniru kekuatan kami dengan mudah" ucap Vloid dengan kesal, dan dirinya terlihat sedih. Sepertinya Vloid tidak ingin memarahiku, karena dia sangat menyayangi ku sebagai seorang kakak baginya.


"Tapi aku masih belum bisa meniru salah-satu dari kekuatan yang kalian miliki" ucapku.


"Hentikan! kalian berdua ku mohon hentikan keributan ini! jangan membuatku sedih karena pertengkaran kalian!" ucap Boa Boa yang menangis pelan. Karena mendengar perkataan Boa Boa akhirnya kami berhenti meributkan hal yang tidak seharusnya diributkan. Yah... memang benar seharusnya hal seperti ini tidak perlu diributkan.


Karena kekuatan seseorang itu didapat dengan seberapa keras orang itu berusaha, dan seberapa besar seseorang itu memiliki sesuatu yang berharga. Dengan semua itu kekuatan yang sebenarnya akan muncul, kekuatan yang luar biasa itu akan muncul pada orang yang mempedulikan apapun itu bahkan hal sekecil pun yang tidak dipedulikan oleh orang lain.


Sementara itu di kota Leonelf, saat ini keadaan kota ini begitu buruk. Kehancuran, kematian, penderitaan terjadi dimana-mana karena serangan makhluk busuk itu. Total monster, dan penunggangnya yang menyerang kota ini adalah sebanyak 10 unit yang berbeda-beda. Namun tujuh dari sepuluh total monster bersama penunggangnya telah berhasil dibereskan oleh para penduduk kota yang berjuang dengan sangat keras yang mempertaruhkan nyawa mereka demi melindungi kota yang sudah di impikan.


Banyak puing-puing bangunan yang berhamburan dimana-mana. Saat ini untuk seluruh penduduk desa yang ikut serta dalam menjaga kota ini dari serangan makhluk, dan monster itu di perintahkan untuk melindungi orang-orang yang ada di dalam Shelter. Karena saat ini Alzheimer's, dan Mouberg sedang berhadapan dengan dua makhluk yang sudah bergabung dengan monster nya.


Sementara itu makhluk yang satu lagi sedang berusaha menghancurkan pelindung sihir yang melindungi Shelter di bawah tanah. Monster yang sedang berhadapan dengan Alzheimer's adalah makhluk yang menyemburkan cairan yang sangat lengket, dan berbahaya. Sementara itu yang berhadapan dengan Mouberg adalah makhluk yang memiliki kekuatan untuk terbang, dan menyerang mereka dari atas.


"Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sulit" ucap Alzheimer's yang sudah kelelahan.


"Kau benar... lawan kita adalah makhluk busuk yang membuatku jengkel. Aku ingin mandi secepatnya" ucap Mouberg yang mengeluh karena seluruh tubuhnya kotor karena serangan makhluk busuk itu.


"Sepertinya kalian adalah dua pahlawan yang dipercayakan oleh banyak orang. Aku mengakui kekuatan yang kalian miliki, nama ku Poaz. Jika kalian terkena cairan super lengket milikku, maka bersiaplah menghadapi maut" ucap Poaz.

__ADS_1


"Akan sangat menyebalkan untuk mengakui kalian. Aku Awesm... kalian tak akan bisa menyentuh ku sedikit pun, karena kalian terlihat seperti semut dari atas sini" ucap Awesm.


Dan... setelah itu pertarungan dimulai...


__ADS_2