
Setelah semua tempat dimensi milik Gordials berhasil di bekukan, kemudian Yugoslavia menyusutkan tubuhnya, dan turun dari langit-langit, dan mendarat di bebatuan yang sudah membeku, atau batu itu disebut sebagai batu obsidian. Batu obsidian terbentuk karena dari ekstrusi lava felsik yang mendingin dengan cepat tanpa pertumbuhan kristal.
"Kau... dasar gila... sepertinya aku kehabisan cara untuk membunuhmu" ucap Gordials yang merasa dirinya tidak mungkin bisa menang melawan Yugoslavia. Dia benar-benar makhluk yang menyerupai monster, benar-benar makhluk hidup yang sangat mengerikan. Hal itu membuat tekad Gordials sedikit terguncang.
"Hahaha! orang bodoh tak akan bisa mengalahkan orang yang jenius seperti ku!. Sekeras apapun kau berusaha! kau akan tetap menjadi pecundang!" ucap Yugoslavia yang meremehkan, dan sekaligus merendahkan Gordials, dan juga manusia baru lainnya.
Drrrrrrt! tiba-tiba saja tempat mereka bertarung bergetar, dan mengeluarkan suara gemuruh. Langit-langit yang sudah berubah menjadi es itu, mulai berjatuhan, dan retak. Mereka berdua kebingungan dengan apa yang terjadi, neraka ini bergetar, dan getarannya semakin kuat. Duarrrrr! tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam neraka itu melewati langit-langit yang sudah rapuh.
"Kau? bocah yang tidak berguna, ternyata kau masih hidup" ucap Yugoslavia sambil tersenyum menyeringai.
"Gernath!? bagaimana bisa? apa kau sudah benar-benar sembuh?" ucap Gordials namun perkataannya tidak di dengarkan sama sekali, dengan tatapannya yang kosong, dan hanya fokus pada satu hal, yaitu Yugoslavia.
"Light of justice" ucapku sambil mengeluarkan kekuatan yang bercahaya dari telapak tanganku. Cahaya itu mengarah ke arah Yugoslavia dengan sangat cepat, dan menciptakan kerusakan yang fatal.
"Akh! sial!... ukh! serangan macam apa ini!?" gumam Yugoslavia yang kesakitan menerima serangannya, dan ia tak sempat untuk menghindari serangannya yang terlalu cepat itu.
"Sky Splitter!" ucapku yang menciptakan gelombang yang bergerak dengan sangat cepat, dan tipis. Crat! Yugoslavia sama sekali tak menyadari arah serangannya yang amat tipis itu. Tahu-tahu tiba-tiba saja seluruh tubuh bagian kanannya terbelah begitu saja.
__ADS_1
Pats! aku langsung berteleportasi ke belakang tubuhnya, dan menusuk masuk kedua tubuhnya yang sudah terbelah menjadi dua itu dengan kedua tanganku, "Sky Cry" kemudian tiba-tiba saja seluruh tubuh Yugoslavia meleleh begitu saja tanpa sisa.
"Kau!? kau telah mengalahkannya semudah itu!?" ucap Gordials yang benar-benar sangat terkejut melihatnya. Kalau ada orang yang lebih kuat lagi dibanding dirinya, Gordials sangat syok melihat kejadian itu. Namun...
"Tidak... ternyata yang tadi hanya tipuan, tubuh aslinya sudah keluar dari sini begitu seluruh permukaan langit-langitnya menjadi rapuh karena es. Dia membuat lubang kecil untuk mengeluarkan tubuh aslinya dari sini, itu... lubang kecil itu" ucapku sambil menunjukkan lubang yang sangat kecil ke atas.
"Wah wah... matamu sangat jeli sekali ya" puji Gordials yang merasa sedikit jengkel. Kemudian aku terbang ke atas dengan kekuatan yang ku miliki, setelahnya aku menyentuh langit-langit itu, "Destruction" kemudian seketika langit-langit itu hancur berkeping-keping bagaikan salju yang turun dari langit.
"Di-dia..."
Begitu kami berdua keluar dari dimensi neraka milik Gordials, kami sangat terkejut begitu tak melihat Yugoslavia yang berada di luar. Deg! jantungku... berdegup dengan sangat keras, mataku membuka lebar, dan mengingat sesuatu yang terburuk akan terjadi. Aku langsung berteleportasi kembali ke tempat dimana semua teman-teman ku berkumpul, dan sedang beristirahat disitu.
"Apa kau ingin menggunakan kekuatan ku?" ucap anak kecil itu, dan tiba-tiba saja aku masuk ke tempat itu lagi. Tempat yang ada di alam bawah sadar ku, lagi-lagi anak kecil itu membawaku masuk sambil menawarkan kekuatan yang ku inginkan.
"Tidak... aku bisa mengatasi ini sendirian, cepat keluarkan aku..." ucapku dengan wajah yang serius. Kemudian anak kecil itu turun dari kasurnya, dan menghampiri ku, "Saat ini kau membutuhkan kekuatan ku untuk..." tanpa basa-basi aku langsung menolaknya, dan memotong pembicaraannya.
"Tidak, biarkan aku pergi... kalau tidak, aku tak akan membacakan buku itu lagi" ucapku yang bermaksud aku tidak akan membacakan buku cerita miliknya. Anak kecil itu terdiam sejenak, walaupun ini agak kasar bagiku, tapi ada hak yang lebih penting dari pada dia saat ini. Kemudian anak kecil itu mengambil buku cerita miliknya yang ada di atas meja belajar, "Baiklah... kalau begitu hari ini aku akan membacanya sendiri" ucap anak kecil itu yang membuatku sedikit terkejut.
__ADS_1
Kemudian setelahnya, tiba-tiba saja aku keluar dari alam bawah sadar ku. Aku melihat sekeliling ku, dan melihat Yugoslavia sedang mencekik Boa Boa yang sedang terluka parah. Sementara itu Tygruth terbaring dalam keadaan tubuhnya yang membeku. sisanya yang lainnya masih tidak sadarkan diri sama seperti sebelum aku pergi dari sini.
"Wanita malaikat ini harus dibunuh... karena dia adalah orang yang pertama kali membuatku jengkel" ucap Yugoslavia yang tengah mengangkat Boa Boa dengan mencekik lehernya.
"Hei... lepaskan... dia..." ucapku dengan tubuh yang bergemetar karena sudah tak tahan lagi dengan semua ini.
"Maksudmu seperti ini?" Krak! bruk! Yugoslavia mencekik leher Boa Boa dengan sangat keras hingga mematahkan tulangnya, dan melemparkannya begitu saja.
"Brengsek! bangsat!" teriakku yang benar-benar marah sekali. Aku langsung berteleportasi dihadapannya, dan menghajar wajahnya hingga terpental, kemudian berteleportasi lagi, dan menghajar wajahnya, dan terpental lagi. Aku terus mengulangi kejadian itu, BLARRRRR! tiba-tiba saja ada lahar panas yang keluar membakar Yugoslavia.
Karena tubuhnya yang semakin dingin itu, telah membuat lahar itu langsung membeku begitu saja, dan Yugoslavia terjebak di dalam batu obsidian yang sudah membeku itu. Duarrrrr! aku menghantam batu obsidian itu hingga hancur berkeping-keping, dan langsung menghajar kembali Yugoslavia.
Namun semakin lama kaki, dan tanganku yang digunakan untuk menghajarnya menjadi semakin dingin, dan membeku. Tapi aku sama sekali tak peduli dengan tubuhku, aku akan terus menghajarnya sampai mampus. Setiap pukulan ku berakibat fatal untuk Yugoslavia, karena aku mengalirkan energi penetralisir di setiap pukulan ku.
"Endless Void!" ucapku yang mengeluarkan bola kekuatan yang sangat kasar menghancurkan segalanya yang menyentuhnya. Aku menempelkan bola itu ke tubuh Yugoslavia yang tergeletak di atas tanah, aku terus mendorong bola kehampaan itu sampai tubuhnya hancur tak tersisa.
"Argh! tidak! aku! akan membunuh! kalian semua!" ucap Yugoslavia yang masih bertahan setelah menerima serangan ku.
__ADS_1
"Matilah kau brengsek!" ucapku yang terus mendorong bola kehampaan itu yang ada di tangan ku. Aku berteriak dengan keras sambil mendorong bola kehampaan, dan berharap dia akan segera mati.
"Gernath?... kau?" gumam Gordials yang hanya melihatku dari jauh, dan tidak ikut dalam pertempuran ku karena takut akan menggangu pertarungan ku demi membalaskan dendam teman-temannya. Ini adalah pertarungan ku dengannya... pertarungan balas dendam, dan tak ada siapapun yang boleh mengganggu nya.