Artificial God

Artificial God
Menunggu Pertarungan


__ADS_3

Suasana antara Tygruth, dan pria berbadan besar yang menyebalkan itu pun menjadi panas. Para peserta yang lolos dari tes latihan fisik sebelumnya senang menertawakan Tygruth. Di kepala mereka hanya berpikir kalau Tygruth akan di habisi olehnya hanya karena dia kalah bobot. Namun yang sebenarnya... kemenangan hanya akan menjadi milik...


"Tunggu apa lagi! ayo kita mulai pertarungan ini! yeaaaah!" teriak pembawa acara yang terlihat semakin bersemangat. Dong! akhirnya seseorang memukul gong besar itu yang menandakan pertarungan mereka sudah di mulai. Tygruth bergerak dengan cepat ke depan pria besar itu, dan memukul dagunya dengan sangat kencang.


Bugh! bagh! duak! Tygruth tak berhenti untuk menghajar pria berbadan besar brengsek itu. Dia sama sekali tak memberi kesempatan untuknya bergerak, atau melawan balik serangan beruntun dari Tygruth. Namun saat Tygruth ingin menendang kepalanya, kaki Tygruth di tangkap, dan orang itu tersenyum sambil berkata kepadanya.


"Hei pria kecil! kau pikir pukulan pukulan kecil mu bisa membuat ku tumbang? hahaha! apa kau sedang melucu disini! lihatlah kekuatan ku yang sebenarnya!" ucap pria berbadan besar itu yang kemudian mengangkat Tygruth dari kakinya yang dia pegang. Kemudian dia membanting tubuh Tygruth dengan sangat keras hingga tanahnya retak berhamburan.


Semua orang menertawakan pria kecil itu atau yang disebut sebagai Tygruth. Aku, dan teman-teman ku yang lainnya sangat mengkhawatirkan Tygruth. Aku ingin sekali berlari maju ke arahnya, dan mengehentikan pertarungan itu. Tapi... rasanya itu tidak perlu... karena Tygruth...


"Baiklah sepertinya pertarungan ini di menangkan oleh!..." ucap pembawa acara itu yang kemudian Tygruth bangkit kembali untuk melanjutkan pertarungan nya.


"Masih belum... pertarungan ini baru saja di mulai!" ucap Tygruth dengan tersenyum menyeringai. Karena Tygruth... tidak akan kalah semudah itu! jadi aku tak perlu mengulurkan tanganku untuk membantunya, dia memiliki kekuatan yang belum bisa ku lampaui. Padahal aku adalah pemilik sihir yang amat langka, yaitu pemilik sihir murni.


"Hah? hahahaha! apa kau masih belum puas ku hajar pria... ugh! akh! sialan kau!" ucap pria berbadan besar itu yang tak diberikan kesempatan untuk berbicara. Tygruth memusatkan kekuatannya pada tangan, dan kakinya untuk menghajar pria berbadan besar yang menjengkelkan itu.


"Tutup mulut mu! apa aku harus merobek mulutmu baru kau akan diam hah!" ucap Tygruth yang benar-benar marah.

__ADS_1


"Sialan kau!" ucap pria berbadan besar itu yang mengeluarkan pukulan mautnya saat Tygruth hendak menyerangnya dengan sebuah pukulan yang akan mendarat di wajahnya. Pria itu memukul perut Tygruth dengan sangat kencang hingga terpental, dan menabrak dinding pertarungan ini. Hingga dindingnya hancur, dan debu bertebaran, "Tygruth!" ucapku yang mengkhawatirkan nya.


Namun...


Wush! Tygruth melesat dengan cepat di dalam debu yang tebal karena reruntuhan dinding tadi. Dia melayangkan tinju mautnya kepada pria berbadan besar itu ke arah pipinya dengan sangat kuat. Buagh! hingga akhirnya pria berbadan besar itu tumbang, dan pingsan, lalu beberapa gigi nya copot karena pukulan Tygruth tadi.


Kemudian semua orang yang melihat pertarungan tersebut sangat terkejut, dan melongo. Mereka benar-benar di buat bungkam oleh Tygruth, orang-orang yang kini menertawakan Tygruth menjadi sebaliknya. Mereka bertepuk tangan, dan merayakan kemenangan Tygruth yang luar biasa.


"Tidak bisa di percaya! ini sungguh sebuah keajaiban! pria kecil itu bisa menghadapi monster yang besar! dia benar-benar hebat! pertarungan ini pun di menangkan olehnya! Tygruth lolos, dan menjadi peserta yang akan ikut menjadi gladiator di arena kerajaan!" ucap pembawa acara yang terlihat bersorak merayakan kemenangan Tygruth.


"Cih, aku akan menyusul mu sialan" ucapku dengan tersenyum semangat.


Kemudian seorang wanita menghampiri Boa Boa dengan wajah senang, "Hei apa kau nomor urut 17? huh, syukurlah aku tidak jadi lawan pria yang menyeramkan itu karena dia telah bertukar urutan dengan mu. Senang bertemu dengan mu, namaku Kyra!" ucap wanita itu yang terlihat seperti orang yang baik, dan penuh dengan semangat.


"E-eh!? ah... ya... senang berkenalan dengan mu, aku Boa Boa" ucap Boa Boa yang entah mengapa dia terlihat tersipu malu.


"Boa Boa!? itu nama yang unik, dan sangat cocok untuk mu. Pokoknya, aku sangat menantikan pertarungan kita, meskipun kau terlihat polos, dan lemah. Namun sepertinya kau adalah wanita yang kuat ya" ucap Kyra.

__ADS_1


"A-ah... sepertinya..." ucap Boa Boa yang semakin malu hingga menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saking malunya.


"Ada apa dengan malaikat bodoh itu" ucap Elysna yang terlihat jengkel.


"Entahlah, tapi sepertinya dia orang baik. Lebih baik kita jangan mengganggu mereka berdua, dan menikmati tontonan pertarungan selanjutnya saja, ayo Elysna..." ucapku sambil menarik tangan Elysna.


"Eh!? umm... y-ya..." ucap Elysna yang tersipu malu.


Kemudian akhirnya setelah petugas kebersihan selesai membersihkan tempat tes pertarungan, pertarungan bisa di lanjutkan. Kemudian pembawa acara yang berisik yang penuh dengan semangat itu muncul di tengah-tengah, dan berteriak, "Baiklah! peserta dengan nomor urut dua silahkan maju!" ucap pembawa acara itu.


Kemudian kedua peserta yang mendapatkan urutan nomor kedua itu pun maju, dan memulai pertarungan mereka. Aku, dan Elysna menikmati tontonan pertarungan itu sambil memakan camilan yang ku simpan di ruang inventori milikku. Ternyata sihir ruang inventori ini sangat berguna untuk hal seperti ini juga.


Pertarungan itu pun terus berlanjut, dan kami masih menunggu urutan pertarungan kami. Pertarungan para peserta yang lolos dari latihan fisik sangat kuat, dan luar biasa. Sepertinya lima puluh peserta yang lolos dari tes pertama adalah orang-orang yang memiliki kekuatan yang menjanjikan. Tapi sayangnya delapan belas peserta berikutnya akan di keluarkan, dan yang tersisa hanya 32 peserta saja yang bisa menjadi gladiator di arena kerajaan.


Namun syukurlah Tygruth bisa lolos, dan kami sangat menantikan diri kami lolos, dan menjadi gladiator di arena kerajaan nanti. Saat ini aku, dan Elysna sedang menonton pertarungan urutan peserta ke dua belas. Begitu juga Tygruth yang menonton dari dalam ruangan pemenang, di ruangan itu terdapat sihir aktif yang memperlihatkan gambaran peserta yang sedang bertarung. Sihir ini mirip dengan sihir yang menunjukkan gambaran akhir kehidupan Gordials yang di tonton oleh bangsa malaikat, dan iblis yang sudah bersatu.


Ah... aku benar-benar sangat menantikan seperti apa orang yang akan bertarung dengan ku nanti.

__ADS_1


__ADS_2